Angka dua, tanda kertas, hingga batu punya arti tersendiri bagi Kian Nicky One dan adik kembarnya, Kenaan Nino Two, saat berada di lapangan basket. Ketika pemain lain mungkin membutuhkan instruksi verbal, keduanya punya kode sendiri untuk menyampaikan rencana permainan.
“Misal kalau mau backdoor, kan nggak ada signal-nya. Kami buat signal sendiri, misal angka dua buat backdoor. Terus sign kertas buat minta bola, kalau batu buat fake backdoor,” cerita Kian.
Kode tersebut menjadi salah satu cara mereka menjaga komunikasi ketika bermain bersama. Bukan hal yang muncul dalam semalam, sebab Kian dan Kenaan sudah terbiasa berbagi lapangan sejak kecil. Kini, kebiasaan itu ikut mereka bawa ketika membela SMAN 5 Denpasar di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali.
Keduanya berstatus rookie musim ini. Pada pertandingan pertama, SMAN 5 Denpasar berhadapan dengan SMAN 2 Semarapura dan berhasil meraih kemenangan 39-24. Kian menyumbangkan 14 poin, 1 assist, dan 5 rebound. Sementara itu, Kenaan mencatatkan 2 poin, 3 assist, dan 6 rebound.
Bagi Kian, pengalaman pertama tampil di DBL meninggalkan kesan tersendiri. Ia menikmati suasana pertandingan sekaligus kekompakan tim yang dirasakannya sejak awal.
Baca Juga: Legenda dan Sejarah Indonesia Hidup di Panggung AQUA DBL Dance 2026 Bali
“Menurut aku pribadi hari ini asyik banget, kayak kita satu tim mainnya nyambung. Dari opening tadi aku sadar kalau main di DBL seasik itu,” ujarnya.

Potret kebersamaan Kian dan Kenaan (Foto: dokumentasi pribadi Kian Nicky One)
Bermain bersama Kenaan membuat pengalaman tersebut terasa semakin menyenangkan. Keduanya sudah terbiasa bermain bersama sehingga tak perlu memulai dari nol untuk membangun chemistry.
“Asyik banget sih, apalagi kami udah dari dulu main bareng, jadi chemistry-nya udah enak,” kata Kian.
Namun, kedekatan mereka di lapangan punya cerita yang lebih panjang daripada perjalanan di DBL. Jauh sebelum mengenal basket, Kian dan Kenaan sama-sama bermain sepak bola sejak kelas II SD. Basket baru hadir beberapa tahun kemudian, tepatnya ketika mereka duduk di kelas VI SD.
Menariknya, Kian mengaku awalnya tidak tertarik mencoba olahraga tersebut. Ia masih menyukai sepak bola ketika sang papa mengajaknya bermain basket.
“Awalnya diajak Papa main basket, tapi aku nggak mau,” kenangnya.
Lantas, apa yang membuatnya berubah pikiran?
“Waktu itu aku masih suka sepak bola. Yang bikin aku pengin coba basket itu karena dimotivasi sama Papa. Katanya pemain basket keren-keren,” jawab Kian sambil tertawa.
Ajakan sang papa akhirnya membawa Kian ke lapangan Renon. Dari pengalaman mencoba bermain di sana, ketertarikannya terhadap basket mulai tumbuh. Ia kemudian bergabung dengan klub dan menjalani perjalanan yang akhirnya membawanya ke DBL bersama Kenaan.
Kebersamaan itu membuat mereka punya banyak kesamaan. Selain menekuni olahraga yang sama, keduanya juga tidur sekamar di rumah, meski menggunakan kasur berbeda. Mereka pun cukup sering bertukar cerita.
Baca Juga: Tren Anak Muda dan Kisah Mistis Warnai AQUA DBL Dance 2026 Bali!
Namun, jangan membayangkan dua saudara kembar ini selalu sepakat dalam segala hal. Kian justru mengakui bahwa mereka lumayan sering berdebat.
“Karena tidak sependapat,” jawabnya ketika ditanya alasan mereka bertengkar.

Momen kebersamaan Kian dan Kenaan (Foto: dokumentasi pribadi Kian Nicky One)
Perbedaan itu bahkan muncul dalam hal sederhana. Kian mengaku kurang menyukai makanan manis, sedangkan Kenaan justru menyukainya. Meski demikian, pertengkaran mereka tidak sampai berujung adu fisik.
“Nggaklah. Paling berdebat aja,” katanya.
Untungnya, perbedaan pendapat itu tak terbawa ketika mereka berada di lapangan DBL. Saat ditanya apakah sempat berdebat selama pertandingan atau ketika duduk di bangku cadangan, Kian menjawab, “Nggak kok, kami mode damai.”
Jawaban itu disampaikan dengan nada bercanda. Sebab, meski sering berdebat, keduanya tetap punya cara untuk saling memahami. Kode-kode yang mereka buat sendiri menjadi salah satu buktinya.
Kebiasaan sebagai saudara kembar juga muncul dalam cerita kecil tentang nama mereka. Kian menggunakan nama belakang One, sedangkan Kenaan memakai Two. Menurut Kian, nama tersebut diberikan agar mereka lebih mudah dibedakan dan tidak tertukar.
“Tapi sampai sekarang tetap sering ketuker sih,” ujarnya.
Orang yang paling sering salah memanggil ternyata sang papa. Sementara itu, sang mama hampir tidak pernah tertukar memanggil kedua anaknya. Cerita tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kemiripan mereka terkadang tetap membingungkan orang-orang terdekat.
Baca Juga: Tradisi Bali hingga Nyi Roro Kidul di AQUA DBL Dance 2026 Bali
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)