Kesempatan bermain di Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Bali harus dilewatkan I Made Wahyu Chandra Astika. Saat itu, jadwal kompetisi berbenturan dengan seleksi Paskibraka yang ingin ia perjuangkan. Wahyu akhirnya memilih satu kesempatan yang tak datang dua kali, meski harus merelakan musim keduanya bermain basket di DBL.
“Saat itu, saya sangat sedih karena tidak bisa mengikuti pertandingan DBL pada tahun kedua saya di SMA,” cerita Wahyu.
Bagi Wahyu, keputusan itu bukan perkara mudah. Ia sudah mendengar kabar bahwa jadwal DBL dimajukan, tetapi saat itu proses seleksi Paskibraka juga sedang berjalan. Ia pun harus menentukan pilihan di antara dua hal yang sama-sama ingin dijalaninya.
“Karena hidup adalah pilihan, saya harus memilih salah satu dan merelakan salah satu tujuan saya. Akhirnya, saya memilih Paskibraka dan merelakan kesempatan bermain di DBL pada tahun kedua saya,” ungkapnya.
Wahyu berhasil mengikuti seleksi hingga tahap pantukhir untuk Paskibraka tingkat nasional. Namun, namanya belum terpilih untuk bertugas di tingkat pusat. Ia kemudian menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka Provinsi Bali.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming DBL Bali 2026, Senin 19 Oktober 2026
Ada rasa kecewa karena cita-citanya menjadi Paskibraka nasional belum tercapai. Meski begitu, Wahyu berusaha menerima hasil seleksi dan tetap menjalankan tugas yang sudah dipercayakan kepadanya.
Pengalaman tersebut membuatnya melewatkan satu musim DBL. Padahal, bagi Wahyu, bermain di kompetisi ini punya sensasi tersendiri yang tidak mudah digantikan oleh turnamen lain.
“Namun, mereka mungkin tidak sepenuhnya mengerti bahwa bertanding di DBL sangat menyenangkan. Apalagi, venuenya bagus dan level pertandingannya bukan lagi sebatas kabupaten, melainkan sudah se-Bali,” tuturnya.

Wahyu saat mengikuti seleksi Paskibraka Nasional 2025 (kiri) dan saat bertugas sebagai Paskibraka Provinsi Bali 2025 (kanan) (Foto: dokumentasi pribadi I Made Wahyu Chandra Astika)
Setelah menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka Provinsi Bali, Wahyu kembali fokus di basket. Namun, kembali ke Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali tetap menghadirkan perasaan berbeda. Ia mengaku sempat gugup saat kembali menginjakkan kaki di arena kompetisi tersebut.
“Saya sedikit deg-degan saat kembali bermain di DBL,” katanya.
Kini, bersama SMAN 1 Tabanan, Wahyu ingin memaksimalkan kesempatan yang tersisa. Tahun ini menjadi tahun terakhirnya bersama sekolah tercinta sekaligus kesempatan untuk kembali merasakan perjalanan DBL setelah sempat absen semusim.
“Saya sangat bersyukur bisa bermain lagi di DBL pada tahun terakhir saya. Saya berharap bisa memberikan kenangan terbaik untuk sekolah tercinta,” ujarnya.
Baca Juga: Sang Kakak Jadi Inspirasi, Theo Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Keinginannya itu juga terlihat ketika SMAN 1 Tabanan menghadapi SMA Jembatan Budaya pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor tipis 20-19, Wahyu ikut menjadi bagian penting dari kebangkitan timnya.
Saat timnya tertinggal 6 poin, ia sempat kehilangan semangat. Namun, arahan pelatih membuatnya kembali berani mengambil keputusan di lapangan.
“Pelatih kemudian mengambil alih situasi dan memberikan instruksi kepada saya untuk berani mengambil keputusan, percaya diri, serta mencoba melakukan shooting daripada melakukan turnover,” jelas Wahyu.
Memasuki kuarter keempat, SMAN 1 Tabanan berusaha memperkecil jarak melalui pertahanan yang lebih rapat. Kesempatan dari turnover lawan dimanfaatkan untuk melancarkan fast break. Perlahan, mereka mendekati keunggulan lawan hingga skor berubah menjadi 18-19.
Pada momen krusial, Wahyu dan rekannya, Ladka, berlari ke depan setelah lawan kehilangan bola. Umpan Ladka berhasil diselesaikan Wahyu melalui fast break yang membawa SMAN 1 Tabanan berbalik unggul 20-19.
Namun, pertandingan belum berakhir. Lawan masih mendapatkan dua kesempatan free throw untuk menyamakan kedudukan. Wahyu mengaku sangat tegang saat menunggu hasilnya.
“Rasanya seperti nyawa mau lepas karena skor hanya 20-19 dan lawan punya dua kesempatan untuk menyamakan kedudukan atau membalikkan keadaan,” ceritanya.
Dua tembakan lawan gagal masuk dan SMAN 1 Tabanan berhasil mempertahankan keunggulan. Meski mencetak poin penentu, Wahyu tidak ingin kemenangan itu hanya dikaitkan dengan dirinya.
“Saya merasa sangat senang karena bisa membawa sekolah saya melaju lagi. Namun, kemenangan itu bukan hanya karena saya, melainkan karena kerja sama seluruh tim,” tegasnya.
Untuk DBL Bali 2026, Wahyu menargetkan SMAN 1 Tabanan bisa menembus semifinal terlebih dahulu. Jika kesempatan terbuka, ia berharap timnya mampu melangkah hingga final.
Setelah pernah merelakan satu musim demi Paskibraka, Wahyu kini punya kesempatan untuk menutup masa SMA dengan cerita lain di lapangan basket. Ia ingin memanfaatkan setiap pertandingan yang tersisa bersama SMAN 1 Tabanan, sekaligus membawa pulang kenangan yang sempat harus ia tunda setahun lalu.
Baca Juga: 6 Bulan Berjuang Pulih, Arkana Tak Mau Lewatkan Mimpi Bermain di DBL
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)