Cerita antara kakak-beradik kembali tersaji. Kali ini, kisah tersebut datang dari Abigail Roel Putri Manurung (Abigail) dan Lady Nauly Elfrida Manurung (Lady) yang sama-sama membela tim putri SMA Gonzaga Jakarta. 

Saat ini, Abigail tengah menempuh pendidikan di kelas XII. Sementara itu, sang adik, Lady, baru saja memulai perjalanan di bangku SMA sekaligus mencatatkan debutnya bersama skuad Gonzaga.

Keduanya pun tengah berjuang untuk membanggakan almamater di lantai Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship. 

Musim ini memang menjadi kali pertama sekaligus terakhir mereka tampil bersama di DBL. Kendati demikian, Abigail dan Lady mengaku sudah kerap berbagi lapangan ketika berada di klub yang sama semasa SMP.

“Jadi, kita memang sempat ada di klub yang sama. Sebenarnya, aku dulu yang mulai untuk coba basket pas kelas tujuh. Waktu itu, lagi pandemi Covid-19 dan mama ngajakin untuk coba basket buat isi waktu luang karena di rumah mulu,” ungkap Abigail. 

Baca Juga: Merantau dari Jayapura, Elsa Mannacia Wujudkan Mimpi Debut di DBL

Dari situ, rasa penasaran Lady pun tumbuh ketika menyaksikan sang kakak yang sudah lebih dulu menggeluti olahraga ini. Bahkan, Lady justru pernah mendapat kesempatan untuk melantai sekaligus membawa pulang gelar runner-up di Junior Exhibition Games 2025 Jakarta bersama SMP Pangudi Luhur Jakarta.

“Pas kelas IX, aku pernah ikut Junior DBL, jadi sudah lumayan familiar dengan atmosfer ini. Tapi, karena ini tetap tahun pertama aku bareng Gonzaga, tetap kerasa lumayan grogi,” ujar Lady. 

Tak bisa dipungkiri, basket sudah menjadi bagian dari keseharian mereka selama beberapa tahun terakhir. Namun, baik Abigail maupun Lady tetap masih harus beradaptasi dengan tantangan sebagai student-athlete. 

Bagaimana tidak, mereka harus menjalankan serangkaian latihan intensif sekaligus tidak melupakan kehidupan akademik yang menjadi prioritas utama. 

“Namun, aku juga lagi coba buat bagi waktu karena sekarang lagi fokus untuk DBL,” ucap Lady. 

Baca Juga: Kisah Adelia Shaumy, Kesempatan untuk Bangkit, dan Mimpi ke Indonesia Arena

Terlepas dari itu, keduanya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan srikandi Gonzaga selama berlangsungnya DBL Jakarta. Menurut mereka, momen ini bukan hanya memberikan pengalaman bertanding yang begitu kompetitif, tetapi juga mengajarkan makna soal kebersamaan. 

Di musim terakhir ini, Abigail juga merasa bisa bermain lebih lepas tanpa adanya tekanan berlebih. 

“Aku lebih tenang dan bisa lebih kontrol emosi daripada pas pertama kali main di DBL. Aku juga bisa lebih membuka diri,” tuturnya. 

Berada di posisi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Abigail dan Lady. Terlebih, tak jarang juga mereka harus berusaha bangkit saat nasib baik sedang tak berpihak.

”Aku bangga karena bisa bangkit, bukan hanya karena diri aku sendiri, tapi juga karena Tuhan dan teman-teman. Aku juga bisa me-manage waktu dengan baik, meskipun banyak yang aku korbankan kayak hangout atau senang-senang bareng teman,” pungkasnya. 

DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

5 Simpel Drills Dribble Ini Bisa Dilakuin di Rumah, Ada yang Sambil Rebahan Loh!
Ini Daftar Peserta DBL Bogor 2025, Ada Sekolahmu?
The Lions dan Taring Tajam Stanley Hidayat
Hebohnya Sinluiers dan Dedikasi La Familia untuk Kevin Audry
AZA 6 'Hari Merdeka' Habis Terjual, Hanya Empat Hari Setelah Rilis