“Selalu saya bicarakan ke anak-anak untuk motivasi mereka. Gimana caranya agar kita bisa main di Final DBL Jakarta.”
Itu yang dikatakan oleh Karunia Budi Wibowo, pelatih SMAN 80 Jakarta (Eighty). Kalimatnya cukup sederhana, tetapi makna dan tujuannya sungguh besar.
Bisa dikatakan, tampil di Final DBL Jakarta merupakan impian tertinggi banyak orang. Bukan hanya para pemain, tetapi juga pelatih, orangtua, sahabat, para suporter, dan seluruh keluarga besar sekolah.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta kembali membuka peluang bagi Eighty menggapai mimpi tersebut. Ini pun merupakan musim yang spesial bagi mereka. Sebab, musim lalu Eighty harus vakum dan menepi dari lapangan.
“Kita tahun lalu gak dapat slot, jadi tahun ini sempat masuk waiting list. Sempat deg-degan juga karena takut tidak bisa main di DBL lagi. Tapi saat akhirnya diberi kabar kalau SMA 80 bisa ikut main, kita senang banget,” ujar Moh Fattan Agustian, kapten Eighty.
Baca Juga: 25 Tahun Mengabdi, Dwi Meirdianto Totalitas Kawal Comeback Eighty
Di gelaran musim 2024, skuad Eighty berhasil mencapai Big Eight. Tentu mereka memasang target yang lebih tinggi lagi pada musim ini.
Namun, Eighty justru menerima kejutan di laga pertama mereka. Berhadapan dengan tim debutan SMA Tzu Chi, mereka harus berjuang mati-matian untuk membawa pulang kemenangan.
Eighty dan Tzu Chi terus saling membalas poin pada tiga kuarter pertama, sampai akhirnya kontrol pertandingan semakin nyaman di tangan Tzu Chi (28-21) dengan sisa waktu 4 menit 4 detik pada kuarter terakhir.
Eighty terus berusaha untuk mengejar. Mereka mampu membendung serangan Tzu Chi pada menit-menit terakhir. Sayang, kekuatan mereka belum cukup untuk mengejar ketertinggalan. Eighty harus menelan kekalahan dan tereliminasi dengan skor akhir 28-25.
Dengan begitu saja, mimpi mereka untuk tembus Final DBL Jakarta pada musim ini harus tertunda.
“Sedih banget. Jujur awalnya percaya diri dan berharap bakal menang. karena hasilnya kalah dan mengecewakan di situ, aku jadi agak nge-down,” cerita Fattan.
Kekalahan itu memang menyakitkan, khususnya untuk Fattan yang dipercaya sebagai kapten. Namun, ia tidak sendirian. Ada berbagai sosok di sekitarnya yang selalu mendukung dan memberi semangat.
Mereka adalah orang-orang yang sama yang menemani Fattan untuk menyaksikan seperti apa mimpi yang mereka kejar pada tahun lalu.
Baca Juga: Cerita 2 Rookie Jubilee, Dibayangi Tekanan hingga Mimpi Lanjutkan Dominasi
***
Ketika Final DBL Jakarta 2025 berlangsung, Fattan merupakan salah satu student-athlete yang datang ke Indonesia Arena untuk menyaksikan laga tersebut. Ia hadir di sana ditemani oleh teman-teman dan orang terdekatnya.
Mengingat saat itu Eighty tidak berpartisipasi di kompetisi lima lawan lima DBL North Jakarta, keinginan Fattan untuk membawa timnya berdiri di panggung penuh sorotan itu semakin besar.
“DBL itu event yang besar, bergengsi, dan dikenal banyak orang. Kami bisa dapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tim basket kami dan merasakan langsung bersaing sama sekolah lain yang mungkin sekarang banyak yang lebih baik dari kita,” ujar Fattan.
Bukan hanya itu, Fattan juga sangat terpukau dengan bagaimana Final DBL Jakarta dikemas di Indonesia Arena. Menurutnya, keseruan rangkaian ini tidak berhenti di pertandingan-pertandingannya saja.
Baca Juga: Quadruple Record! Indonesia Arena Kembali Jadi “Rumah” Final DBL Jakarta
“Ada live music seperti konser dan opening-nya menurut kami sangat sangat keren. Kami pengin banget merasakan lapangan sebesar itu yang penontonnya bisa puluhan ribu orang sambil bawa nama sekolah,” jelas Fattan.
Coach Bowo -sapaan akrab Karunia Budi Wibowo, juga memiliki ambisi yang sama. “Gila sih kalau main di Final DBL Jakarta dan Indonesia Arena. Pelatih mana di Indonesia yang gak mau main di sana?” ungkapnya.
***
.jpg)
Karunia Budi Wibowo saat melatih SMAN 80 Jakarta di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta
Selama 23 tahun terakhir, Coach Bowo yang juga merupakan alumnus SMAN 80 Jakarta telah bekerja keras dan mengeluarkan banyak keringat demi menuntun Eighty hingga merealisasikan mimpi itu.
Setiap tahunnya, ia selalu berkomitmen untuk membentuk anak-anak Eighty menjadi seorang student-athlete yang solid dan terampil apa pun tantangannya.
“Sekolah ini adalah rumah saya, dan isi dari sekolah ini adalah keluarga saya. Jadi, tidak ada alasan untuk meninggalkan tempat ini,” tegas Coach Bowo.
Maka dari itu, kekalahan pahit yang Eighty terima pada musim ini bukanlah akhir dari segalanya. Coach Bowo akan selalu setia menemani perjalanan mereka sampai bisa bermain di Final DBL Jakarta suatu saat nanti.
Membicarakan tentang rangkaian partai puncak yang diselenggarakan di Indonesia Arena setiap tahunnya pun akhirnya menjadi salah satu cara untuk membakar semangat anak didiknya. “Semangat latihan dan disiplin yang paling penting,” kata Coach Bowo.
Baca Juga: Made Arkananta, dari Cedera Fibula hingga Mimpi ke Indonesia Arena
Fattan dan anak-anak Eighty pun sudah paham betul apa saja yang dibutuhkan agar bisa terus berkembang hingga menjadi skuad yang lebih kuat. Ia percaya kekalahan pada musim ini dapat membuat permainan mereka semakin meningkat pada musim-musim berikutnya.

Momen pertandingan SMAN 80 Jakarta melawan SMA Tzu Chi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta
“Dari situ kami jadi tahu kurangnya kami di mana, apa yang harus diperbaiki, dan pastinya dapat banyak pengalaman baru,” sebut Fattan.
Fattan sendiri juga belajar bahwa sikap percaya diri masih belum cukup untuk meraih kesuksesan. Itu harus diiringi dengan kerja keras dan persiapan yang matang, salah satunya rajin mengikuti latihan dan memiliki niatan besar untuk berkembang.
Kemudian, ada juga satu prinsip baru yang ia tanam dalam dirinya setelah menyudahi kiprahnya di DBL North Jakarta.
“Kalau kita punya mimpi, kita harus berani ngasih semuanya buat ngejar mimpi itu,” tegas Fattan.
***
Berbicara tentang Final DBL Jakarta, Fattan juga merupakan salah satu orang yang gemar mengikuti perkembangan sang juara dari tahun ke tahun.
Musim lalu, tim putra SMA Bukit Sion Jakarta berhasil membawa pulang gelar juara beruntun. Di sisi lain, tim putri SMA Jubilee Jakarta sukses menyudahi dominasi SMAN 70 Jakarta yang sebelumnya menduduki takhta tertinggi selama 4 musim beruntun.
Bagaimanapun, musim ini bisa saja ceritanya berbeda. Semakin banyak tim yang telah membuktikan bahwa mereka layak untuk bermain di Final DBL Jakarta dan merebut gelar juara.
Baca Juga: Drama Dua Overtime Antar Putri Sanur Jadi Juara Baru DBL Central Jakarta
Fattan telah menentukan pilihannya tentang siapa yang ia yakini untuk mengangkat trofi juara pada musim ini. Untuk sektor putra, ia memilih SMA Jubilee Jakarta.
“Dari tahun ke tahun pemain debutan dari Jubilee banyak yang bagus dan sangat berpengalaman,” jelas Fattan.
Lalu, Fattan juga percaya bahwa tim putri SMA Jubilee Jakarta juga dapat bertahan dan keluar lagi sebagai juara DBL Jakarta. “Pasti Jubilee ingin jadi juara bertahan dan mereka jadi lebih percaya diri lagi karena berhasil mematahkan rentetan juara SMA 70,” tambahnya.
Dengan demikian, apa pun bisa terjadi di panggung DBL Jakarta.
Karena sudah menduduki bangku kelas XII, kini Fattan memang sudah tidak bisa mencoba untuk mengantar Eighty ke babak final lagi. Namun, mimpi itu tidak akan pernah padam. Ada adik-adik kelasnya yang siap menjadi penerus dan melangkah lebih tinggi.
Baca Juga: Az Zahra Fitriyani, Pahitnya Kegagalan, dan Kejar Mimpi ke Indonesia Arena

Momen SMAN 80 Jakarta berkumpul bersama sebelum masuk ke lapangan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Jakarta
Seluruh keluarga besar SMAN 80 Jakarta akan selalu menemani langkah tim basket mereka. Sebab, keinginan untuk tampil di final adalah mimpi bersama, dan DBL merupakan rumah yang nyaman bagi setiap orang yang berani untuk bermimpi.
“Buat adik-adik, keep dreaming big! Banyakin latihan, jaga chemistry tim, jangan gampang menyerah dan remehin lawan siapa pun yang kalian hadapi. Semoga kalian bisa bawa nama sekolah sampai setinggi-tingginya,” tutup Fattan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca Juga: Sempat Menyerah, Justin Sinambela Kini Berharap Bisa Tembus Indonesia Arena
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)