DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Marrcellno Bonfilio (kanan) berjuang keras demi mendapat satu tempat skuad elite Honda DBL Indonesia All-Star

SURABAYA-Kembali masuk Honda DBL Camp untuk kali kedua bukan hal yang mudah bagi Andreas Marcelliono Bonfilio. Terlebih namanya kerap disebut otomatis masuk Honda DBL All-Star 2019. Bonfil, sapaan akrabnya justru merasa terbebani dengan embel-embel MVP Honda DBL Camp tahun lalu.

“Beban lah pasti. Masa tahun lalu MVP tapi tahun ini nggak masuk All-Star,” cetusnya. Terlebih di Honda DBL East Java Series musim ini, ia kembali memberikan gelar bagi sekolahnya, SMA St Louis 1. Cowok yang baru saja berulang tahun ke 18 itu juga menyabet titel MVP Honda DBL seri Jatim musim ini.

Tapi, ia tak terlena. Baginya, itu hasil kerja keras. Bonfil yang sedari SD jatuh cinta dengan basket, benar-benar semangat, berambisi untuk kembali ikut terbang ke Amerika.

Bonfil (kiri) senang saat berhasil masuk Top 24 campers.

Ia tak merasa lebih dibanding campers lainnya. Meski ia memiliki porfolio yang hebat. Student athlete yang sekarang ini duduk di kelas XII merupakan pemain Timnas KU-16, dua tahun silam. Ia yakin, semua berjuang. Menjadi pemain terpilih yang berangkat ke Amerika.

Bonfil merasa dirinya juga berjuang demi karir basketnya. Jauh-jauh dari Blitar. Ratusan kilo meter ditempuh Bonfil, guna menggapai mimpinya. Karirnya mulai tumbuh dan berkembang semenjak bergabung di Warriors Surabaya. Dilanjutkan karir basketnya ke SMA idamannya sejak dulu, SMA St. Louis 1 Surabaya.

Apalagi, ia pernah diremehkan karena postur tubuhnya yang mungil. "Aku pernah diejek dulu waktu SD karena postur badanku," ujar pemain berpostur 167 senti meter itu. Tapi, semangatnya terus membara. Ia berhasil buktikan dirinya bisa.

Akhirnya, pada musim lalu jadi “tahunnnya” si kecil-kecil cabe rawit ini. Tahun ini pun daya juangnya nggak kendur, sama sekali. “Semua pasti memberikan yang terbaik. Selebihnya kita serahkan pada Tuhan,” cuapnya.

Ia pun enjoy menjalani hari-hari di DBL Camp. Mencoba bermain tanpa beban, terutama titel MVP East Java Series. MVP Honda DBL Camp tahun lalu yang melekat pada dirinya.

Hasilnya, ia bisa kembali bergabung menjadi skuad elite Honda DBL Indonesia All-Star. Ia pun semakin terpecut di tahun ini. Ia masih penasaran untuk bisa kembali berlaga di turnamen tingkat SMA di Amerika bersama skuad Honda DBL Indonesia All-Star. “Aku pengin juara bareng tim All-Star, di turnamen di Amerika tahun ini,” cetusnya. (*)

Lagi senggang? Jangan lupa mainmain ke mainmain.id ya!

REVIEW: 'Ford v Ferrari', Lebih dari Sekadar Balapan

Finlandia Pecah Telur, Setelah Satu Abad Lebih Akhirnya Lolos Euro 2020

Capcom Mulai Pre-order Pembelian Street Fighter V: Champion Edition

Nggak Cuma Grafis, Ini Upgrade Terbaru yang Ada di Football Manager 2020

Ini Applikasi Belajar yang Bikin Kamu Makin Fokus dan Produktif

Jangan Anggap Remeh! Ini 3 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Sehari

  RELATED ARTICLES
Comments (0)