ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Louise bersaudara bersama keluarga. (Source: Adryani Widyanto)

SURABAYA-Usai berhasil mengantarkan sekolahnya menjuarai Junior DBL East Java Series. Lynn Louise, center Petra 1 (SMP Petra 1 Surabaya) langsung mendapat pelukan dari mamanya, Adryani Widyanto yang didampingi papa, Denny Kurniawan.

Hal ini mengungkapkan betapa bangganya mama dan papa Lynn atas prestasi yang ia raih. Mama Adryani lalu menceritakan bagaimana perjalanan basket dari ketiga anak kembarnya. 

Perlu diketahui bahwa Lynn Louise memiliki dua saudara kembar. Mereka adalah Cliff Louise dan Glenn Louise yang juga gemar bermain basket.

"Sejak kecil tepatnya kelas 4 SD mereka bertiga sudah kompak minta untuk les basket semua. Karena pada saat itu memang lingkungan di sekolahnya dan pergaulannya lagi gemar bermain basket. Jadi kami sebagai orang tua sangat mendukung penuh kegiatan ini," ujar mama Adryani.

Ia juga mengaku bahwa ketiga anak kembarnya selalu rukun ketika di rumah. Hal ini semakin membuat rasa sayang mama dan papa semakin besar.

"Mungkin karena mereka seumuran, Lynn yang pertama, diikuti Cliff lalu Glenn. Jarak umur mereka juga hanya selisih beberapa menit saja. Maka dari itu mereka sering sharing tentang apapun, basket atau soal pergaulan dan sekolah. Mereka jadi seperti sahabat tapi sedarah," imbuhnya.

Cliff Louise

Mama Adryani juga mengatakan bahwa ketiga anaknya selalu bisa membanggakan kedua orangtuanya. Ia juga selalu bersyukur atas prestasi yang ketiga anaknya capai.

"Lynn berhasil menjuarai Junior DBL dan setelah ini ketiga anak saya akan membela tim Jawa Timur di kejuaraan Nasional. Buat saya prestasi itu bonus. Yang terpenting anak-anak banyak mendapat pelajaran hidup dari basket. Tentang tidak boleh egois dan menghormati sesama pemain maupun orang yang lebih tua," katanya.

Berprestasi dalam bidang basket tak membuat Louise bersaudara menomor duakan pendidikan. Mama dan papa selalu menekankan bahwa pendidikanlah yang terpenting.

"Mau nggak mau ya harus disiplin. Kalau nilai sekolah mereka jelek, saya nggak bolehin main basket. Mungkin itu yang jadi pelecut semangat mereka untuk tetap serius belajar. Puji Tuhan nilai rata-rata mereka di sekolah juga masih sangat bagus," tuturnya.

Mama Adryani dan papa Denny berharap kedepannya putra dan putri mereka bisa mengahadapi kehidupan dengan kuat dengan berbagai pelajaran yang mereka dapatkan.

"Menang dan kalah dalam basket bisa dijadikan pelajaran hidup. Sedangkan bersekolah adalah bekal pengetahuan untuk mereka. Semoga kedepannya mereka menjadi anak-anak yang semakin baik dalam kehidupan sosialnya dan juga berprestasi," tutup mama Adryani.

 

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)