ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Pemain SMAN 11 Makassar (jersey hitam) ketika tampil di Honda DBL South Sulawesi Series 2019

Musim lalu, prestasi gemilang diraih tim SMAN 11 Makassar. Sekolah itu berhasil meloloskan tim putra dan tim putrinya ke partai final Honda DBL South Sulawesi Series 2019. Sayang, keduanya gagal membawa pulang trofi juara.

Hasil tahun itu membuat pelatih SMAN 11 Makassar coach Kurniawan Hazairin memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diberesi. "Pekerjaan rumah saya memperbaiki skill individu para pemain. Menurut saya, soal fundamental masih belum merata di tim musim lalu," kata coach Kurniawan pada DBL.id, Rabu (25/3).

Kemampuan yang kurang merata itu membuat pelatih tidak banyak pilihan melakukan rotasi pemain. "Masih ada ketimpangan skill individu pada pemain kami yang di starting five dan bench. Ini terus kami perbaiki dan hasilnya Alhamdulillah sejauh ini positif," pelatih asli Makassar itu.

Hasil positif itu ditunjukkan anak-anak SMAN 11 Makassar ketika mengikuti sejumlah turnamen. Sejak Desember, coach Kurniawan memang mengikutsertakan timnya dalam turnamen, utamanya yang ada di luar kota. 

"Kenapa luar kota? Biar mental mereka terbentuk. Supaya mereka merasakan atmosfer pertandingan tanpa suporter sekolah juga," ujarnya. Salah satu hasil positif yang diraih SMAN 11  Makassar adalah mereka berhasil mengawinkan gelar juara pada turnamen bertajuk: "Basketball Invitation Vol. V SMA YPS Sorowako".


Tim putri SMAN 11 Makassar ketika menjuarai Basketball Invitation Vol. V SMA YPS Sorowako


Tim putra SMAN 11 Makassar ketika menjuarai Basketball Invitation Vol. V SMA YPS Sorowako

"Sejak Desember anak-anak sudah saya ikutkan turnamen, sampai awal Maret lalu. Tapi sekarang ya berhenti dulu karena kondisi tidak normal ini (terjadi wabah Coronavirus)," tuturnya.

Kebijakan stay at home yang dijalankan anak-anak SMAN 11 Makassar tak membuat mereka benar-benar mandek berlatih basket. Coach Kurniawan tetap memantau perkembangan mereka secara online

"Program khusus di kondisi seperti ini saya jalankan dengan memantau kondisi fisik anak-anak. Mereka juga saya beri materi latihan untuk meningkatkan skill individu dari rumah," jelasnya.

Meskipun gagal meraih gelar juara musim 2019, namun tetap ada yang patut dibanggakan oleh SMAN 11 Makassar. Sebab skuad mereka yang mengarungi musim 2019 kebanyakan para pemain kelas X. "Itulah yang membuat saya tidak risau menghadapi musim ini. Sebab, komposisi skuad tidak banyak berubah," ujarnya.

Menarik kita tunggu nih kiprah SMAN 11 Makassar. Apakah musim 2020 ini mereka bisa kembali ke partai puncak dan mengawinkan gelar juara? (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)