ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Smansa Pasuruan perbaiki fisik dan finishing pemain.

Tim basket SMAN 1 Pasuruan mencapai prestasi yang membanggakan musim lalu. Terutama untuk tim putra. Mereka berhasil menginjakkan kaki di babak fantastic four Honda DBL East Java Series 2019-South Region.

Sayangnya mereka belum mampu melangkah lebih jauh ke babak championship series. Langkah mereka terhenti di tangan SMAN 8 Malang dengan skor 63-48. Pencapaiannya musim lalu adalah bukti bahwa tim daerah tak boleh diremehkan.

Meski demikian, pelatih Kevin Adi menilai penampilan timnya pada musim lalu masih menyimpan banyak kekurangan. Salah satu hal yang paling mencolok adalah ketahanan fisik para pemainnya.

"Kami beryukur bisa masuk ke fantastic four musim lalu. Tetapi di sana kami sedikit kewalahan soal stamina dan fisik pemain. Pasti hal ini akan segera kami benahi agar bisa lebih baik musim ini," kata coach Kevin.

Ia dan tim mengaku sudah melaksanakan serangkaian latihan fisik selama ini. "Berkenaan dengan waktu persiapan yang mepet, sebelum bulan puasa, fisik mereka harus sudah prima. Karena setelah bulan puasa saya akan fokuskan untuk latihan fundamental dan sparing," ungkapnya.

Hal lain yang menjadi catatan coach Kevin adalah mengenai finishing. Ia menilai penyelesaian akhir pemainnya masih kurang. Terutama dalam hal free throw.

"Persentase free throw kami masih dibawah 50 persen. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, akan sangat berguna bagi tim. Apalagi saat pertandingan sengit," ujarnya.

Meski begitu coach Kevin yakin bahwa timnya akan siap menyambut musim baru Honda DBL nanti. Ia mengaku mendapat regenerasi pemain yang bagus musim ini. "Kami punya banyak pemain guard dan small forward. Kami juga punya senjata, yakni para bigman yang siap kerja keras untuk tim," tuturnya.

Coach Kevin selalu berpesan kepada para pemainnya untuk tetap fokus di setiap pertandingan. Ia tidak pernah memasang target tinggi untuk timnya. "Setiap tahun saya hanya ingin mereka lolos fase grup. Selebihnya itu adalah bonus dari kerja keras mereka di lapangan. Saya tidak ingin terlalu membebani pemain dengan target tinggi," tutupnya.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)