ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Pemain Jubilee (jersey putih) mendapat pengawalan ketat dari lawannya pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta North Region musim lalu (source: DBL Indonesia)

Tahun lalu, jadi debut  SMA Jubilee mengarungi sengitnya persaingan Honda DBL DKI Jakarta Series. Berlaga di North Region, tim yang bermarkas di daerah Sunter tersebut harus angkat koper lebih dini. Mereka kandas di babak awal dari SMA Bunda Mulia.

“Tahun lalu persiapan kami kurang, karena waktu yang agak mepet. Dan anak-anak juga pada grogi karena tahun pertama main di Honda DBL,” cetus Cristina Ratnawati, pelatih SMA Jubilee. Hal itu membuat Cristina mengambil langkah cepat untuk mempersiapkan timnya berlaga di musim depan.

“Setelah tersingkir, kami langsung berbenah. Kurang lebih sudah 10 pertandingan uji coba sudah kami kalani untuk evaluasi tim. Semoga membawa hasil yang baik,” tandasnya.

Saat ini para punggawa Jubilee juga terus berlatih intens. Namun karena di tengah pandemi jadwal latihan mereka sedikit terganggu. Jadi, coach Cristina mengambil langkah untuk berlatih individu melalui aplikasi zoom.  Coach Cristina juga menginstruksikan anak didiknya melakukan workout,  dengan menyimak materi DBL 7 Days Challenge di Instagram @dblindonesiaofficial.

“Kami berlatih dari rumah. Seminggu 3 kali latihan via zoom. Saya juga menginfokan untuk mengikuti program 7 days challenge dari DBL. Hal itu membuat mereka jadi tambah semangat,” ujarnya.

Selain secara mental yang masih grogi, Jubilee juga akan diisi oleh rookie di musim depan. Pasalnya, lebih dari setengah skuad Jubilee sudah lulus di tahun ini. “Dari roster kemarin hanya 4 pemain yang bertahan. Selebihnya, kami mengandalkan rookie atau anak-anak baru,”terang Cristina.

Meski akan dihuni pemain baru, ia tak terlalu khawatir dengan chemistry. Sebab pemain baru mereka kebanyakan regenerasi dari SMP Jubilee.

“Rookie kami berasal dari SMP Jubilee, mereka pun udah sering main bareng,” tandasnya. Dengan keadaan seperti ini. Pelatih berusia 31 tahun itu masih berharap Jubilee bisa tembus Championship Series. “Kami mau lolos dari penyisihan regional atau minimal bisa lebih baik dari tahun lalu,” pungkasnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)