ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ivy Florentia (14) berusaha menerobos barikade pertahanan lawannya kala bersua di Honda DBL DKI Jakarta Series 2019 (source: DBL Indonesia)

Menjadi finalis Honda DBL DKI Jakarta Series 2019-North Region benar-benar di luar dugaan buat Ivy Florentia. Sebab, ia dan timnya srikandi Sanur --julukan SMA Santa Ursula-- baru menjalani debut perdananya musim kemarin. Awalnya mereka tak berekspetasi tinggi, tapi justru Ivy dkk berhasil megantar Sanur hingga gerbang final penyisihan Jakarta Utara-Pusat.

Overall bawa pulang gelar runner up udah merupakan prestasi yang cukup baik untuk mengawali langkah Sanur di DBL selanjutnya,” terangnya. Sebenarnya, pebasket berusia 16 tahun itu sudah sangat menantikan Honda DBL musim baru di tahun ini. Sayangnya, lantaran pandemi yang menghantam seluruh dunia, Ivy dkk harus lebih bersabar menunggu hingga Januari.

“Sebenarnya agak disayangkan soalnya kakak kelas angkatan 2021 nggak bisa ikut karena harus nyiapin ujian. Cuma ada positifnya juga, kami punya waktu persiapan lebih panjang. Soalnya teman-teman Sanur paling antusias nanyain DBL lagi,” ucap top 24 campers Honda DBL Camp 2019 itu.

Setelah mengetahui jika kalau Honda DBL akan diundur di awal 2021, Ivy dkk kembali semringah. Mereka kembali semangat menjalani musim keduanya. Seraya optimis bisa kembali menorehkan hasil positif buat Sanur. “Targetnya pasti bawa Sanur lebih baik. Kalau bisa sampai final Championship Series,” tuturnya.

Sekarang ini, di masa adaptasi baru Ivy menambah porsi latihannya. Di tengah kegiatan belajar daring, Ivy menggenjot latihan fisik. Untuk menjaga keseimbangan badannya. Selain itu, Ivy juga tengah memperbaiki ball handling untuk memperkuat kembali fundamental basketnya. “Sekarang lagi banyak private perbaikin handle. Biar lebih rapi dan efisien,” terangnya. Di samping ball handling, Iyy juga tengah memperbanyak gerakan fundamental lainnya.

“Karena dianjurkan jangan body contact dulu, aku juga perbaikan fundamental pribadi. Mulai dari dribble, shooting, layup dan fundamental lainnya,” akunya. Soal tim, Ivy mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Terutama pada aspek komunikasi. Dirinya menyatakan, para pemain Sanur kerap miss dalam bertanding.

“Kami mau perbaikin secara internal dulu sih, supaya semua pemain juga bisa main dengan enjoy,” ujarnya. Ivy sendiri pun mengingatkan, bukan tidak mungkin Sanur bisa menggondol trofi Honda DBL DKI Jakarta Series. Hanya saja, tekad dan perjuangan keras juga harus ada di setiap pemain Sanur. “Kami harus bisa evaluasi mental indvidu. Semua juga harus berkeinginan bawa pulang piala buat Sanur,” pungkasnya.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)