ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Mahesa Zukrina (jersey putih) ketika berlaga di Honda DBL Banten Series 2019 (source: DBL Indonesia)

SMAN 7 Tangerang belum bisa menunjukkan tajinya di perhelatan Honda DBL seri Banten musim lalu. Tahun kemarin mereka kalah di babak awal dari SMA Ora Et Labora. Kekalahan itu jadi pukulan besar bagi Mahesa Zukrina dan kawan-kawan. Sebab hasil ini jauh dari target yang dicanangkan.

Buat Mahesa, kekalahan itu merupakan sebagian proses dari pembentukkan diri. Oleh karenanya, ia tak mau larut dalam kekecewaan terlalu mendalam. Mahesa yang bermain sebagai guard, sekaligus playmaker tim sadar apa yang harus segera diperbaiki olehnya.

"Tim kami perlu mengevaluasi basic permainan basket yaitu shooting, dribble, dan passing," ucapnya.

Selain fundamental basket, Mahesa menekankan pentingnya soal mental bertanding. "Kami semua merasakan atmosfer pertandingan Honda DBL yang berbeda sekali. Aku sampai merasa tremor di laga awal kemarin," akunya.

Untuk fundamental ball handling, ia kerap mengasah ketangkasannya dalam menguasai bola. Biasanya Mahesa memadukannya dengan dribble dua tangan. Baik menggunakan bola basket maupun bola kasti.

Latihan itu rutin lakukan selama empat kali dalam seminggu. Biar variatif, kadang bukan hanya ball handling saja, melainkan juga memperkuat fisik dengan melakukan workout. Ia juga sempat mengikuti Vicee Skill Challenge untuk menguji kemampuan ball handling-nya.

Dengan materi tersebut, Mahesa berharap ia bisa lebih cerdik menguasai bola. Selain itu, pemain 17 tahun ini juga makin baik dalam membaca pertandingan. Agar bisa menyuplai bola ke rekan setimnya.

"Targetku adalah jadi point guard terbaik. Biar bisa memberikan passing yang nyaman buat teman-teman," terangnya.  (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)