ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

ViCee Skills Competition memang bukan kompetisi yang langsung dipertandingkan di lapangan layaknya Honda DBL. Hanya saja, kompetisi adu skill virtual antar student athlete ini sangat berharga bagi Aldina Hernani. Siswi asal SMAN 1 Kertosono itu cukup bangga bisa ikut andil di ViCee Skills Competition. Apalagi, dirinya jadi satu-satu penggawa SMAN 1 Kertosono.

"Alhamdulillah akhirnya aku bisa ikut berpartisipasi di kompetisi yang diadakan DBL. Sangat bangga membawa nama sekolah dan berkesempatan unjuk kemampuanku di basket," ungkapnya. Menekuni basket selama 9 tahun terakhir, ikut di ViCee Skills Competition ini jadi hal yang cukup prestige baginya.

Di samping bekerja keras untuk bersaing, Aldina juga ingin bisa banyak belajar hal tentang basket dari kompetisi virtual ini. Dirinya teringat kata pelatihnya, bermain basket itu mudah tapi benar dalam bermain basket itu susah. "Misiku tentu bersaing di kompetisi virtual ini dan bisa bermain basket dengan benar," tuturnya.

Soal basket dara berusia 17 tahun itu punya mimpi besar. Yaitu bisa jadi inspirasi buat pebasket lainnya di usia yang masih cukup belia. Selain itu, ia juga punya ambisi unutk menjadi seseorang yang membawa nama daerahnya jadi dikenal berkat basket.

"Kalau aku jadi atlet basket aku harap bisa berguna buat sekolah, klub, provinsi, kalau bisa sampai mengharumkan nama bangsa. Dari situ aku juga berharap bisa menginspirasi banyak orang dan membuktikan basket nggak cuma dari kota besar aja. Tapi, dari desa juga bisa muncul talenta," ucapnya.

Aldina kerap mengaku dari desa. Tapi, soal mental jangan dirgaukan. Ia punya keinginan besar buat bersaing dengan atlet pelajar lainnya. Mentalnya terbentuk dari rasa percaya diri yang tinggi. Hal itu lantaran kepercayaannya bahwa basket merupakan olahraga yang memerlukan proses panjang. Meski masih bercokol di posisi 8 Central Conference, Aldin akan terus menikmati setiap proses di kompetisi.

"Aku percaya basket adalah olahraga yang membutuhkan proses dan ketekunan. Dari semua itu pasti ada kegagalan dan keberhasilan setelah berjuang panjang," timpalnya. Sejauh ini ia belum mendapati kesulitan berat bersaing di ViCee Skills Competition.

Beruntungnya, pihak sekolah juga mendukung mimpinya itu. "Alhamdullilah tidak ada kesulitan, kalau aku take video malam hari sekolah bisa bantu sediakan lampu juga," akunya. Apapun hasilnya, ia amat bersyukur. Paling tidak ia mendapat segudang pengalaman dari ViCee Skills Competition, yang bisa bagikan dengan rekannya dan juga menjaga harapan untuk menjadi pebasket profesional nantinya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (1)