ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Pelaksanaan swab tes antigen pada perhelatan Honda DBL 2021 West Nusa Tenggara Series yang berlangsung Februari silam

DBL Indonesia terus mematangkan koordinasi penyelenggaraan kompetisi basket Honda DBL 2021-2022. Kamis (23/9) malam, DBL Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar rapat untuk membahas finalisasi protokol kesehatan (prokes) Honda DBL 2021-2022.

Dalam rapat itu, pejabat dari Kemenko Marves diwakili oleh Deputi VI, Septian Hario Seto. Sementara itu, dari Kemenkes hadir di antaranya dr. Ari Setyaningrum, Sp.KO. Kemenko Marves dan Kemenkes menilai secara umum prokes Honda DBL 2021-2022 sudah sangat baik. Kemenkes hanya memberikan beberapa masukan terkait proses self- assessment yang perlu dilakukan tiap hari.

“Untuk mengantisipasi adanya kluster sekolah, self-assessment untuk para peserta perlu ditambahkan tiap hari. Jadi, tidak hanya saat mereka akan bertanding,” saran Ary Setyaningrum. Disarankan juga, dilakukan pemantauan saturasi oksigen peserta DBL 2021-2022 setiap harinya sebagai upaya monitoring kesehatan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara DBL 2021-2022.

Selain itu, perlu dilakukan tes COVID-19 ke peserta yang sudah tak mengikuti kompetisi lagi. Misalnya mereka yang timnya sudah tersisih. “Dengan begitu kita bisa pastikan mereka datang dan pulang dalam kondisi negatif,” saran Ary.

Penyelenggaraan Honda DBL 2021 South Sumtaera Series dengan protokol kesehatan ketat (DBL Indonesia)

Untuk memastikan penerapan prokes Honda DBL2021-2022, Kemenkes akan menerjunkan tim yang akan membantu panita untuk melakukan penilaian tersendiri terhadap kesiapan venue yang akan digunakan. Mereka juga bertugas membantu panitia untuk memastikan penerapan prokes di lapangan.

Secara umum, prokes Honda DBL 2021-2022 menjalankan tiga fungsi, yakni testing, tracing, dan treatment. Prokes itu wajib dipatuhi kru maupun peserta. Di luar kewajiban umum seperti menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker, dan memastikan suhu tubuh normal, ada juga syarat utama yang harus dijalankan para kru dan peserta.

Syarat itu adalah kewajiban vaksin dua kali. Selain itu semua yang terlibat juga harus memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi itu sekaligus sebagai penyaringan akses area penyelenggaraan.

Para kru dan peserta wajib menjalani PCR Test. DBL Indonesia juga memastikan semua pertandingan diselenggarakan tanpa penonton. Seluruh pertandingan akan disiarkan secara daring, gratis melalui aplikasi DBL Play.

Dalam prokes yang dibahas itu juga menjabarkan detil-detil tentang alur penyelenggaraan. Mulai pra-event, on-event, sampai pasca event. Prokes ketat yang disiapkan DBL Indonesia itu sebenarnya sudah pernah diterapkan di penyelenggaraan kompetisi DBL di dua kota uji coba awal, yaitu di Kota Mataram dan Kota Palembang. Hanya kali ini mendapatkan penyempurnaan dari Kemenkes agar bisa menjadi panduan juga untuk event olahraga amatir lainnya.

Di dua kota itu –Kota Mataram dan Kota Palembang- DBL Indonesia bisa memastikan zero case. Penyelenggaraan di dua kota tersebut juga mendapatkan apresiasi dari pimpinan daerah setempat. Baik dari Kepolisian Daerah (Polda) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov).(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)