ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Babak fantastic four Honda DBL with KFC 2022 DKI Jakarta Series - North & Central Region baru saja dilaksanakan hari ini, Rabu (21/9) di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pertandingan ketiga di hari ini mempertemukan SMA PSKD 1 Jakarta menghadapi SMA Santa Ursula Jakarta. Pertandingan didominasi oleh kepiawaian anak-anak PSKD 1 dalam mengolah serangan, alhasil, mereka sukses memenangkan pertandingan dengan skor akhir 58-22.

Sejak dua kuarter awal, PSKD 1 sudah mendominasi dengan serangan cepatnya. Mereka juga sangat kompak dalam menjaga pertahanan sehingga Putri Santa Ursula cukup sulit untuk membongkar area mereka. Kuarter kedua pun berakhir dengan skor 36-10 untuk keunggulan PSKD 1.

Kuarter ketiga, permainan SMA PSKD 1 semakin garang. Mereka makin gesit dalam mencetak skor. Sementara Sanur baru mencetak 16 angka, pasukan PSKD 1 berhasil menambah skor menjadi 48. Margin skor semakin jauh untuk keunggulan anak-anak PSKD 1 Jakarta.

Berhasil melaju ke babak final, coach Sani Wulandari mengomentari permainan anak-anaknya. Menurutnya, permainan yang hari ini ditampilkan oleh anak-anak PSKD 1 sudah cukup baik. Mereka bermain dengan pertahanan yang rapih, hanya saja harus ada perbaikan di finishing. Sebab, dalam beberapa momen, masih ada serangan yang seharusnya bisa berbuah poin, tetapi gagal karena finishing yang kurang baik.

"Anak-anak main cukup baik hari ini, pertahanannya rapih, kompak, sayangnya di finishingnya aja sih masih kurang. Tadi ada beberapa kali kita gagal bikin poin karena finishingnya kurang baik, tapi secara menyeluruh mereka sudah main sangat baik," tutur coach Sani. 

Coach Sani juga menambahkan kalau di pertandingan hari ini, ia tidak memberikan banyak tuntutan kepada anak-anak asuhnya. Ia ingin anak-anak bermain dengan enjoy dan tanpa tekanan. "Kalau dari saya nggak ada sih tuntutan main kaya gini kaya gitu, yang penting mereka bisa main dengan enjoy, anggap kayak latihan aja jadi mereka juga nggak ngerasa ada tekanan," tambah pelatih kelahiran 1985 tersebut.

"Untuk game berikutnya bakal memperbaiki finishingnya aja dan bisa main lebih tenang lagi," pungkas coach Sani. (san)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
TITLE PARTNERS
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS