ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Bicara kompetisi DBL memang tak melulu soal pertandingan basket. Banyak aspek yang diperhatikan. Mungkin, belum pernah diperhitungkan dalam kompetisi-kompetisi lainnya. 

Selain mengedepankan konsep student athlete, yang mana para peserta juga dihimbau untuk tetap mengutamakan pendidikan, DBL juga memperhatikan soal attitude.

Dalam kompetisi DBL, tak cukup jika para student athlete hanya mengandalkan skill di lapangan. Attitude justru menjadi aspek penting. Utamanya dalam menghadapi lika-liku pertandingan yang mungkin tak sesuai rencana.

Kadek Rima Anggen Suari, alumnus SMAN 1 Denpasar sekaligus DBL Indonesia All-Star 2012 dan 2013 mengaku setuju dengan aturan ketat yang diberlakukan dalam kompetisi DBL.

Baca Juga: Hubungan Spesial Antara DBL dan Keira Hadinoto

Bukan tanpa sebab. Sosok yang akrab dipanggil Rima itu menegaskan bahwa attitude merupakan pondasi dari diri seseorang yang berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sampai dunia kerja nantinya. 

Sekitar tujuh tahun lalu, Rima memutuskan untuk pensiun dari dunia basket profesional. Saat ini, dirinya merupakan pegawai dari Bank Indonesia. 

Lebih jauh, Rima juga pernah mengisi bangku skuad unggulan SMAN 1 Denpasar dan berhasil membawa tim kebanggaannya meraih gelar juara DBL Bali 2012 dan 2013.

Di waktu yang bersamaan, Rima juga tergabung dalam barisan DBL Indonesia All-Star 2012 dan 2013, bersama sederet pemain hebat lainnya. Pencapaian itu, masih sangat berkesan. 

https://www.dbl.id/uploads/post/2024/07/10/Rima Anggen (3).jpg

DBL Indonesia All-Star membawanya pertama kali beranjak ke luar negeri, Amerika Serikat. Sekaligus membuka jalan untuk kesempatan hebat lainnya di dunia basket. 

“Sebenarnya impact DBL untuk basketnya sendiri memang sudah luar biasa ya. Sangat profesional. Apalagi DBL concern terhadap attitude pemain. Impact-nya bagus sih untuk pembentukan karakter anak itu sendiri,” buka Rima.

”Jadi, pemain DBL bukan cuma modal jago, tapi dari segi attitude pun dinilai. Ya, terbukti sih. Kalau yang aku lihat sampai hari ini, alumni DBL itu bagus-bagus karakternya. Entah dia main di profesional atau berkarir selain basket,” sambungnya.

Baca Juga: Pendewasaan Cliffton Wijaya Selama Tiga Tahun Bermain di DBL

Pernah merasakan bagaimana ketatnya aturan-aturan yang ada. Rima pun terkesima. Melihat hal tersebut masih terus dijalankan sampai DBL Indonesia genap berusia dua dekade.

“Konsistennya itu loh yang bikin DBL keren banget! Semoga tetap bisa menjaga semua yang sudah dibangun, bisa terus membawa anak muda ke arah yang lebih positif, serta menyetarakan antara pendidikan dengan prestasi sampai tahun-tahun berikutnya.”

“Karena setelah masuk di dunia kerja, akhirnya tersadar kalau hobi dan prestasi itu harus seimbang dengan pendidikan. Selain membuat kita enjoy, karakter-karakter seperti itulah yang membuat perusahaan senang. Karena tahu prioritas,” tutupnya.

Masih ada cerita menarik soal perjalanan Rima Anggen bersama skuad DBL Indonesia All-Star yang akan tersaji di laman dbl.id. So, jangan lupa buat pantengin terus ya! (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIER
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY