Perjalanan menuju tangga juara Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-North semakin seru. Setelah saling sikut di putaran pertama (Round 1), sebanyak 56 tim (32 tim putra dan 24 tim putri) beradu untuk menjadi pemuncak klasmen 16 grup (8 grup putra dan 8 grup putri) agar melaju ke Playoff. DBL Arena menjadi saksi perjuangan para penggawa membawa nama sekolah mengudara.
Habis-habisan demi menjaga asa ke target awal sebelum liga dimulai. Bukan cuman para pemain saja yang harus total setiap laga, sang nakhoda kapal pun harus demikian. Yap, barisan pelatih dituntut untuk punya banyak opsi untuk melancarkan serangan dan bertahan. Mereduksi laju poin lawan dan mencari formula cekatan untuk mendulang angka.
Menariknya ada beberapa pelatih yang punya rekam jejak sebagai pemain. Bukan, kali ini bukan sebagai pemain DBL. Melainkan pernah menjadi pemain di level profesional. Kini mereka menjadi nakhoda beberapa sekolah. Kiranya segudang ilmu dan pengetahuannya selama berada di level profesional bisa menjadi formula dan senjata rahasia mereka membawa kapal terus tangguh melawan badai dan ombak di perairan DBL Surabaya.
Siapa saja mereka? Berikut adalah daftar pelatih yang pernah merasakan atmosfer liga basket profesional.
Agung Sunarko - SMAN 15 Surabaya
Agung Sunarko kembali ke DBL Surabaya! Musim ini ia menjadi peramu strategi SMAN 15 Surabaya. Terakhir kali Agung Sunarko berada di DBL Surabaya ada pada musim 2019. Kala itu ia menjadi nakhoda kapal SMAN 9 Surabaya.
Saat itu Mantan pemain CLS Surabaya dan Satria Muda Jakarta ini berhasil membawa tim basket Songo kembali ke babak Playoff.

Tahun ini ia kembali dan sukses membawa Libels melesat ke Round 2.
Coach Asun sendiri dikenal sebagai otak permainan dan fasilitator tim ketika bermain di liga professional. Hal ini pun ia tularkan kepada para pemainnya.
Profil Agung Sunarko bisa kalian cek di bawah ini.
Fahad Salim - SMAN 5 Surabaya
Nama selanjutnya adalah Fahad Salim, kepala pelatih SMAN 5 Surabaya. Ini menjadi perjalanan kedua Fahad menjadi nakhoda kapal di sekolah yang mengikuti DBL Surabaya.
Tahun lalu namanya terdaftar sebagai kepala pelatih SMAN 15 Surabaya. Dua tahun silam ia merupakan asisten pelatih di SMA Frateran. Saat itu ia bekerja sama dengan Kencana Wukir.

Fahad Salim pernah merasakan ketatnya persaingan di level profesional. Ia sempat membela Bimasakti Malang. Di Smala, Fahad ditemani oleh Ikram Fhadil, alumnus Smala plus penggawa DBL All-Star 2017. Ikram juga pernah berada di level profesional. Terakhir kali klub yang dibela adalah Bima Perkasa Yogyakarta.
Profil Fahad Salim bisa kalian cek di bawah ini.
Rainer Anggakara - Surabaya Cambridge School
Rainer Anggakara masuk dalam daftar mantan pemain profesional yang kini menjadi peramu strategi pada salah satu sekolah yang mengikuti ajang DBL Surabaya.

Yap, Rainer Anggakara merupakan mantan pemain Pacific Caesar pada periode awal 2010-an. Saat ini ia menjadi pelatih di Surabaya Cambridge School. Salah satu tim baru yang konsisten mendobrak!
Profil Rainer Anggakara bisa kalian cek di bawah ini.
Gege Nagata - SMA IPH East Surabaya
Gege Nagata masuk dalam daftar mantan pemain profesional yang terjun di dunia kepelatihan. Pada masanya Gege Nagata dikenal sebagai penembak jitu terbaik di liga.

Kehebatannya tercatat pada statistik pada musim pertama dan keduanya di NBL Indonesia. Gege Nagata merupakan penembak yang punya kecepatan melepas tembakan paling tinggi. Musim ini ia menjadi nakhoda kapal SMA IPH East Surabaya.
Profil Gege Nagata bisa kalian cek di bawah ini.
Dwi Haryoko - SMA Singapore National Academy Sidoarjo
Dwi Haryoko, mantan pemain CLS Surabaya dan Pelita Jaya ini menjadi nakhoda kapal SMA Singapore National Academy Sidoarjo! Yup, ini menjadi musim pertama bagi sang pelatih berada di kompetisi DBL Surabaya.

Berdiri dari tepi lapangan untuk memikirkan strategi terbaik bagi para pemainnya yang berlaga. Dari tiga laga yang dijalani oleh sang pelatih, tim putra SNA berhasil pulang dengan dua kemenangan. Kembali lagi musim depan ya, coach!
Profil Dwi Haryoko bisa kalian cek di bawah ini.
Ivan Widianto - SMA St. Louis 1 Surabaya
Siapa sih yang gak kenal sama Ivan Widianto. Pelatih yang berhasil memberikan enam gelar juara DBL East Java untuk Sinlui -SMA St. Louis 1 Surabaya- ini dulunya seorang pemain basket profesional lho.

Ivan Widianto dulunya merupakan pemain Pacific Caesar di era NBL Indonesia.
Sebelum bersama Sinlui, Coach Ivan juga pernah membawa SMA Frateran Surabaya back-to-back champion pada musim 2013 dan 2014 serta membawa SMA Masa Depan Cerah Menjadi runner up grup musim 2016. Beliau menjadi salah satu pelatih sukses yang pernah ada di gelaran DBL Indonesia.
Profil Ivan Widianto bisa kalian cek di bawah ini.