ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Canggih. Indonesia Arena disulap menjadi tempat lahirnya banyak cerita di final DBL Jakarta. Tahun ini menjadi gelaran ketiga final DBL Jakarta berlangsung di Indonesia Arena. Bagi kami selama tiga musim berturut-turut menggelar final di sana semuanya punya kesan yang berbeda.

Penyelenggaraan pertama (2023) jelas menjadi pembuka jalan bagi mimpi-mimpi student athlete asal Jakarta untuk bermain di lapangan megah yang pernah dipakai oleh pemain-pemain bintang kelas dunia.

Yap, saat itu DBL Indonesia menjadi operator lokal pertama yang menyelenggarakan pertandingan basket. Sebelumnya ada FIBA World Cup 2023. Saat itu kesan yang kami tangkap adalah mimpi apa anak-anak level SMA bisa bermain di arena yang sama dengan pemain-pemain NBA. Tahun pertama final DBL Jakarta di Indonesia Arena ditutup dengan manis.

Cerita yang paling berkesan adalah tiket final DBL Jakarta terjual habis sebelum penonton mengetahui siapa yang bakal bertanding. Epik. Tahun kedua (2024) mempertegas bahwa konsistensi DBL Indonesia dalam melakukan sesuatu. Indonesia Arena mereka sulap menjadi sebuah rumah. Tempat di mana harapan, cinta, dan cerita tumbuh.

Kejutan yang disuguhkan kala itu adalah tirai besar di tengah lapangan yang menjulang. Tirai tersebut menjadi media untuk menampilkan cuplikan video aksi para finalis sebelum tampil di Indonesia Arena. Itu Mempertegas satu hal. Untuk beberapa waktu yang akan datang, final DBL Jakarta akan selalu diselenggarakan di sana.

Edisi ketiga (2025) menurut kami menjadi penyempurnaan dua tahun sebelumnya. DBL Indonesia mulai memikirkan banyak hal penunjang lain bagi para pengunjung yang datang. Bukan hanya di lapangan dan tribune saja yang melahirkan banyak kenangan. Setiap sudut selasar Indonesia Arena juga menjadi tempat cerita tumbuh dan bermekaran.

Paling keren adalah DBL Indonesia menyediakan tempat isi ulang air minum gratis bagi para pengunjung yang datang. Terobosan yang menurut kami patut untuk diapresiasi. Tahun ini penyelenggara juga membawa format baru, Sekalian Konser. Ada tiga penampil, The Lantis, The Jansen, dan HiVi. Penampilan mereka beririsan dengan laga final putri dan putra. Menariknya sama-sama ramai. Di lapangan tribune tetap terisi, di zona konser para pengunjung diajak bernyanyi.

Puncak dari pertunjukan pesta final DBL Jakarta ini memang pada pertandingan basketnya. Karena pada dasarnya ini merupakan laga final kompetisi basket level SMA.

Namun, ada satu bumbu pelengkap yang menjadikan hidangan utama terasa semakin lezat dan enak untuk dinikmati. Orkestra pengiring masuknya para pemain sungguh mutakhir! Koreksi jika salah, ini kali pertama final olahraga level SMA yang memakai kombinasi musik langsung dengan orkestra untuk menemani pemanggilan pemain. Pemilihan lagu, sorotan lampu, hingga video profil pemain dengan foto-foto masa kecil bersama orang tua. Terbaik. 

Momen-momen ini pula yang membuat Indonesia Arena riuh dengan tepuk tangan penonton. Hal-hal sederhana ini yang menurut kami membuat final DBL Jakarta terasa istimewa.

DBL Indonesia bukan sekadar fokus pada sesuatu yang besar dan meninggalkan hal-hal kecil. Sederhananya, DBL Indonesia juga memosisikan diri sebagai pengunjung, pemain yang berlaga, orang tua yang datang, hingga para penampil. Sudut pandang ini yang kami rasa belum dimiliki oleh penyelenggara-penyelenggara yang lain. Apalagi untuk musim depan final DBL Jakarta bakal kembali digelar di Indonesia Arena. Canggih! 

Oh iya, SMA Jubilee Jakarta keluar sebagai juara di kategori putri. Tim Jubilee menang atas SMAN 70 Jakarta dengan skor akhir 36-32. Pada sektor putra, SMA Bukit Sion Jakarta sukses mempertahankan juara setelah menang 60-52 atas SMA Jubilee Jakarta.

Buksi sukses mengukir sejarah dengan menjadi tim putra pertama yang juara dua tahun berturut-turut di Indonesia Arena. Kemenangan Jubilee juga membuat DBL Jakarta punya ratu baru.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY