ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ekspresi bahagia Ricky Lesmana ketika sukses mempersembahkan gelar ketujuh untuk SMA Bukit Sion Jakarta di DBL Jakarta

Bicara soal SMA Bukit Sion Jakarta pasti tidak bisa lepas dari kata sejarah. Tim basket putra Buksi -sebutan SMA Bukit Sion Jakarta- menjadi sekolah terbanyak yang mengoleksi piala DBL Jakarta.

Terbaru adalah pasukan Buksi berhasil juara dua musim beruntun di Indonesia Arena. Belum pernah ada tim putra yang sukses juara dua tahun beruntun di sana. Lagi-lagi Buksi yang mengawalinya. Peneroka.

Padahal perjalanan Buksi musim ini tidak mudah. Bahkan, pemain andalan Buksi harus menepi di laga final DBL Jakarta 2025. Menepi lebih awal dan tak menyelesaikan pertarungan selama 40 menit penuh di lapangan.

Adalah Riovaldo Renjiro yang hanya bermain empat menit. Menepinya Riovaldo akibat insiden benturan yang terjadi di kuarter pertama. Sepanjang musim, Riovaldo merupakan pemain kunci Buksi. 

Gak sesuai sama dugaan saya lah. Apalagi Riovaldo tiba-tiba cedera. Itu kan gak ada di script. Tapi, saya sudah siapkan segala rencana,” ujar Ricky Lesmana, kepala pelatih Buksi.

Cederanya Riovaldo memang tidak bisa diantisipasi oleh sang pelatih. Tapi, momen tersebut sempat membuat coach Ricky sedikit deja vu.

“Waktu kita TC di Bandung itu Riovaldo juga ankle. Jadi pas final kejadian saya ambil sisi positifinya. Tuhan masih baik sama anak-anak Buksi. Tuhan sudah kasih bocoran kalau nanti di final DBL Jakarta bakal ada kejadian seperti itu waktu kita di Bandung. Apa yang harus saya siapkan. Bisakah kita belajar dari pengalaman itu. Kredit buat anak-anak yang semuanya luar biasa banget,” ceritanya.

Coach Ricky lantas menambahkan, “Semua anak-anak punya tugasnya masing-masing dan bermain habis-habisan. Al (Alkaysan Aldirono) di final berani masuk. Oce (Braveford Oceano) yang tangguh. Saya percaya satu tim itu berguna semua,”

Selain perlu habis-habisan untuk mempertahankan gelar juara. Langkah Buksi musim ini juga tidak mudah sejak di babak regional dan championship series. Buksi menjadi satu-satunya finalis yang mengantongi satu kekalahan.

“Perjalanan yang gak mudah tapi kita dapat banyak pelajaran. Waktu semifinal pertama itu alarm buat anak-anak kalau gak mau defense ya bakal seperti itu. Bagus lah jadi bikin mereka punya sudut pandang yang lain. Ini lho kalau kamu gak jalankan dengan baik bakal seperti itu,” terangnya.

Selain itu, coach Ricky juga menganggap kejadian-kejadian yang dialami penggawa Buksi juga tidak lepas dari campur tangan Sang Pencipta. 

“Ini (juara dan mencetak sejarah) juga tidak terlepas dari kemurahan hati Tuhan. Tuhan sungguh baik buat saya dan anak-anak. Ini semua karena Tuhan dan biar kita bermain untuk kemuliaan Tuhan,” tandasnya.

Selamat menikmati gelar juara, Buksi!

Profil Ricky Lesmana bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY