“Karena Ivana (Ivana Setiani Gheriya) aku jadi belajar untuk lebih pintar mengatur waktu,” kata Tessa, salah satu teman dekat Ivana. Ya, Ivana merupakan student athlete Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 asal SMAN 3 Blitar.
Namanya juga masuk dalam daftar skuad Kopi Good Day First and Second Team 2025 East Java. Dalam waktu dekat, doi bakal berangkat menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026 di Jakarta.
Sibuknya Ivana menjaga neraca akademik dan nonakademik tetap seimbang menjadi inspirasi teman-teman dekatnya untuk terampil mengatur waktu. Salah satunya adalah Tesa.
“Dia itu benar-benar bisa lho meluangkan waktu buat kita main. Padahal kadang di situ jadwalnya padat lho. Tapi, dia tetap sempatkan waktu buat main sama teman-temannya,” ujarnya.
Tesa -sapaan karibnya- lantas bercerita bagaimana ia bisa mengenal dekat Ivana. Semua bermula ketika masa-masa pertama duduk di bangku kelas 10 SMA. Saat itu, ia kebingungan untuk mencari teman sebangku.
Lantaran beberapa anak sudah menemukan temannya karena dulu berasal dari satu sekolah yang sama. Pada momen-momen bingung tersebut, Ivana datang mengajak Tesa untuk duduk bersama.
Baca juga: Ivana Setiani Gheriya, Basket Jadi Tempat Bertumbuh dan Menaruh Mimpi
“Tiba-tiba muncul cewek tinggi di depanku gitu. Mikirnya sih dulu dia atlet voli. Eh, kita sepakat buat duduk berdua. Dari situ mulai kenal sama Ivana,” ungkapnya.
Meski sebangku, Tesa nggak langsung dekat dengan Ivana. Awalnya ia hanya mengenal Ivana sebagai salah satu student athlete yang punya rutinitas padat.
“Waktu itu aku sempat mikir, dia ini aktif banget di basket. Sering banget ikut lomba hahahaha. Sampai bingung gimana cara ngatur waktunya,” imbuhnya. Ada satu momen yang membuatnya dekat dengan Ivana. Momen tersebut adalah ketika ada salah satu tugas pelajaran yang mengharuskan untuk dikerjakan dengan berkelompok.
“Awalnya kita bikin grup di WhatsApp. Cuman sebatas update kerjaan tugas aja. Eh, lama-lama jadi dekat dan sering keluar bareng,” kenangnya.
Bahkan, ada satu tempat ternyaman Ivana dan teman-teman dekatnya di sekolah. Tempat tersebut adalah perpustakaan!
“Nyaman banget sih di sana. Bisa baca komik, terus ngerjain tugas dengan tenang. Sampai deep talk juga bisa,” ungkapnya.
Ada dua hal yang membuat Tessa salut dengan Ivana adalah sifat rendah hati yang dimiliki Ivana. Momen tersebut sempat dirasakan Tessa ketika Ivana berusaha mengajarkan teman-temannya untuk melantai.
“Kita itu sering olahraga bareng. Termasuk main basket. Ivana ini benar-benar ngajarin aku sama teman-teman. Sampai nilai tugas praktik layup kita itu lulus lho. Benar-benar diajarkan betul,” terangnya.
Hal kedua adalah bagaimana Ivana bisa dengan cepat membaur dengan sekitar. “Ivana itu anaknya extrovert banget pokoknya hahahaha. Dari Ivana juga aku jadi kenal banyak orang,” tandasnya.
Apa yang diceritakan Tesa juga menjadi bukti bahwa basket membawa Ivana menembus batasan-batasan diri. Semula ia yang diremehkan, semula ia yang terpuruk karena keadaan tak berpihak pada dirinya. Ivana tak tinggal diam. Ia bangkit dan basket menjadi salah satu medianya untuk bertumbuh.
Profil Ivana Setiani bisa kalian cek di bawah ini.