Bangkit dan mengejar mimpi. Muhammad Erwin kembali pada peta persaingan Kopi Good aday DBL Indonesia All-Star 2026.
Pelajar-atlet asal SMA Don Bosco Banjarmasin itu masuk dalam daftar peserta yang mendapat tiket kesempatan kedua (wildcard) di Kopi Good Day DBL Camp 2026.
Erwin sempat hilang semangat ketika namanya tidak masuk dalam daftar Top 24 yang diumumkan kemarin, Kamis (30/4).
"Ngerasa gagal karena nggak bisa masuk Top 24. Sedih dan kepikiran sekali bisa nggak ya dapat wildcard," katanya.
Jalan untuk meraih jersei DBL All-Star kembali terbuka pada Jumat (1/5).
Namanya terpilih sebagai salah satu dari empat peserta yang meraih tiket kesempatan kedua. Hal ini membuatnya kembali berjuang.
Satu hal kelebihan yang akan dikeluarkan adalah kerja keras. Sejak SMA, Erwin sudah diajarkan untuk berjuang lebih keras ketimbang anak-anak lain seusianya.
Salah satu buktinya adalah ia memilih untuk merantau dari Kabupaten Tanah Bumbu ke Banjarmasin demi bisa mengembangkan ketangkasannya bermain basket.
"Orang tua sempat nggak kasiu izin aku buat merantau. Karena kejauhan kan, Kak," ungkapnya.
Jarak waktu dari Kabupaten Tanah Bumbu ke Banjarmasin kurang-lebih tiga jam lamanya. Ini membuat Erwin tinggal jauh dari orang tuanya.
Mengharuskannya terampil untuk mengatur waktu antara basket dan pendidikan. Bahkan, Erwin beberapa kali melewatkan waktu liburan sekolah untuk terus mengasah kemampuan.
"Nggak enak juga aku kalau pulang, tapi masih ada tanggung jawab buat latihan sama ngerjain tugas sekolah," ceritanya.
Perjuangannya pelan-pelan membuahkan hasil. Pada tahun ketiga melantun di DBL Banjarmasin, Erwin terpilih masuk dalam skuad pertama (first team).
Perjuangan Erwin belum selesai. Ia dan 27 peserta akan berebut 12 tempat untuk menjadi penggawa DBL Indonesia All-Star 2026.
"Bersyukur sekali bisa dapat wild card. Kesempatan ini akan aku maksimalkan betul pokoknya," tandasnya.
Hasil seleksi tahap terakhir diumumkan lusa, Minggu, (3/5) di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka.