Keseruan Kopi Good Day DBL Festival 2025 memang telah berakhir. Namun, masih tersimpan segudang cerita menarik untuk digali lebih dalam.
Termasuk, penampilan tim dance SMP Al-Jabr Jakarta di Azarine Junior DBL Dance Competition pada Kamis, 30 April lalu. Aksi yang disuguhkan berhasil membawa mereka mengamankan posisi First Place.
Sebagai kapten, Micah Kayella Zen sama sekali tidak menyangka kalau timnya bisa membawa pulang gelar prestisius tersebut. Mengingat, tim dance SMP Al-Jabr Jakarta sendiri sejatinya baru saja terbentuk.
“Kita bikin tim sebelum Azarine Junior DBL Dance Competition ini. Satu bulan sebelumnya sekitar awal April, kita bentuk tim lewat audisi. Dari situlah, kita mulai latihan nonstop,” ungkap gadis yang akrab disapa Micah.
Baca Juga: Berawal dari Most Awesome Player, Oliver Cicipi Serunya Main Bareng Selebriti

Penampilan tim dance SMP Al-Jabr di Azarine Junior DBL Dance Competition, Kopi Good Day DBL Festival 2026
Yang bikin kian menarik, Micah ternyata juga dipercaya untuk menjadi coach tim dance SMP Al-Jabr Jakarta. Di usianya yang masih muda, ia sudah mampu menjalani proses kreatif yang cukup kompleks hingga sukses membawa timnya meraih gelar juara.
“Rekomendasi gerakannya datang dari aku. Tapi, kita tetap brainstorming bareng-bareng. Karena temanya “Shine Like a Star”, kita angkat konsep kalau setiap individu punya karakter sendiri untuk bersinar, tanpa harus ter-influence sama orang lain,” cerita Micah.
Ia kemudian menambahkan. “Jadi, ini benar-benar hard work paid off banget. Apalagi sebagai coach, sudah banget untuk menentukan jadwal latihan karena setiap member punya kesibukan masing-masing.”
Terpilihnya Micah sebagai pelatih tentu bukan tanpa alasan. Sebab, gadis tersebut memiliki segudang pengalaman di dunia tari. Bahkan, dirinya telah aktif berkecimpung di bidang ini sejak berusia empat tahun.
Baca Juga: Berikut Juara Azarine Junior DBL Dance Competition, Ada Tim Jagoanmu?
Sampai sekarang, Micah tidak pernah berhenti mengembangkan dirinya lewat berbagai aktivitas dance, termasuk bergabung dengan salah satu komunitas dance di Jakarta.
“Sebenarnya, kita sempat minder juga, mungkin karena pertama kali juga dan enggak banyak preparation. Kita juga enggak bisa dadakan untuk hire coach. Tapi, kita pede karena sebagai tim, kita sudah bisa ngelakuin semuanya,” tegas Micah.
Kini, Micah sendiri tengah duduk di bangku kelas sembilan. Artinya, ia berada di tahun terakhir sebagai siswi SMP. Ke depannya, Micah mengaku sudah menargetkan untuk berpartisipasi di DBL Dance Competition level SMA.
”Pasti bakal ikut DBL Dance Competition karena kompetisi ini sangat bagus untuk pengalaman anak-anak juga. Kita jadi bisa berkembang lagi di dance dan bisa belajar dari satu sama lain,” tutupnya.
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)