ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Emosional. Nama Efrael Yerusyalom, campers asal SMA Bukit Sion Jakarta, akhirnya masuk ke daftar skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Kepastian ini membuatnya berhasil mengakhiri perjalanan manisnya selama tiga musim sebagai student athlete.

Berbeda dengan kebanyakan anak-anak DBL All-Star musim ini yang baru pertama kali dan langsung masuk DBL All-Star, jalan Efrael untuk bisa terpilih terbilang terjal.

Ya, Kopi Good Day DBL Camp 2026 merupakan pengalaman ketiga Efrael untuk menimba ilmu dan bersaing. Artinya, ia butuh tiga kali kesempatan untuk memastikan jersei DBL All-Star. 

Baca juga: Tangis Pecah Coach Ricky Lesmana: Janji Bawa Trio Buksi ke DBL All-Star Lunas!

Pada pengalaman pertamanya di DBL Camp (2024), langkah Efrael terhenti di Top 24 Campers. Itu merupakan tahapan terakhir bagi campers sebelum terpilih masuk menjadi skuad elite DBL All-Star. Nyaris. Cerita serupa juga terulang lagi pada kesempatan keduanya di DBL Camp (2025). Alih-alih terpilih, Efrael juga terhenti di Top 24 Campers. 

Musim ini ia kembali untuk membuktikan diri, menjawab semua doa yang telah dipanjat oleh banyak orang. Yap, pada beberapa postingan mengenai pengumuman Top 50 Campers dan Top 24 Campers, nama Efrael digadang-gadang bakal masuk ke dalam daftar skuad DBL All-Star. Beberapa berkomentar bahwa ini menjadi peluang besar Efrael untuk mengamankan satu tempat di All-Star.

Sorotan memang mengarah ke Efrael semenjak ia bersinar ketika melantai di Indonesia Arena, utamanya pada final DBL Jakarta 2025. Ia berhasil membawa Bukit Sion juara di sana. Efrael memainkan peran krusial setelah Riovaldo Renjiro menepi di kuarter pertama karena cedera.

Baca juga: Chimaobi Nzekwue, Mata yang Terpejam dan Mimpi yang Tak Pernah Padam

Hasilnya? Ekspektasi tersebut berhasil dijawab dengan prestasi. Efrael sukses menutup masa SMA dengan manis, terpilih skuad DBL All-Star 2026.

Kisah perjalanan berliku Efrael mengingatkan kami terhadap campers lain yang mencoba tiga kali. Sebelum Efrael ada Revan Surya Winatha, alumnus SMAN 2 Denpasar yang tergabung di skuad DBL All-Star 2025. Sama seperti Efrael, Revan perlu tiga musim di DBL Camp untuk bisa terpilih menjadi DBL All-Star. 

Bedanya, Revan terpilih menjadi bagian DBL All-Star lewat tiket kesempatan kedua (wild card). Selanjutnya ada Anggun Annaila, penggawa DBL All-Star 2025 asal SMA BSI Palembang. 

Anggun baru bisa menembus skuad DBL All-Star pada percobaan ketiganya. Di dua kesempatan pertama (2023 dan 2024), langkah Anggun selalu terhenti di Top 24 Campers.

Masih di skuad DBL All-Star 2025, nama Kenneth Leebron dari SMA Bukit Sion Jakarta menambah daftar panjang campers yang berhasil menembus All-Star pada kesempatan ketiga. 

Cerita serupa juga ada di skuad DBL All-Star 2024. Di sektor putri ada nama Keira Ammabel Hadinoto dari SMAN 70 Jakarta, Samantha Wong dari SMA Trimulia Bandung, dan Valencia Callistan dari SMA Methodist 2 Medan yang mencoba selama tiga kali baru terpilih.

Kisah ini juga menjadi bukti bahwa kegagalan bukan sebuah akhir dari perjalanan. Kiranya cerita-cerita mereka yang tersandung dua kali dan terpilih pada kesempatan terakhir juga menjadi inspirasi untuk terus berbenah pada musim mendatang.

Profil Efrael Yerusyalom bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY