Melanjutkan tradisi panjang yang telah dimulai sejak tahun 2005, Junior DBL hadir kembali sebagai bagian dari perhelatan Honda DBL with Kopi Good Day tahun ini.
Ajang ini menjadi medan pertempuran bagi ribuan student athlete tingkat SMP yang ingin membuktikan diri sekaligus memperebutkan gelar juara di kota penyelenggaraan masing-masing.
Menariknya, kompetisi musim 2026 ini dipastikan bakal semakin meriah dan menantang dengan kehadiran tiga seri baru, yakni Malang, Padang Bandung. Setelah sebelumnya sudah diselenggarakan lebih dulu di tiga kota, antara lain Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta.
Sebelum sekolah-sekolah mendaftarkan tim terbaiknya, panitia telah menetapkan beberapa regulasi krusial yang wajib dipatuhi.
Kompetisi ini terbuka bagi siswa-siswi yang duduk di bangku kelas VII, VIII, dan IX untuk tahun ajaran 2026/2027.
Selain faktor akademik, integritas pemain juga menjadi pertimbangan. Siswa yang memiliki rekam jejak pernah tidak naik kelas di tingkat SMP atau sederajat dan pernah tidak naik kelas, dipastikan tidak diperkenankan mengikuti Junior DBL.
Dari sisi usia, batasan yang ditetapkan adalah maksimal berumur 15 tahun pada tahun 2026, yang berarti pemain harus lahir maksimal pada tahun 2011 atau setelahnya.
Bagi tim yang sudah siap unjuk aksi di lapangan, jangan sampai melewatkan sesi pendaftaran. Berikut timeline pendaftaran untuk keenam kota Junior DBL 2026.

Pihak panitia akan mengumumkan tanggal pasti pembukaan pendaftaran untuk kota-kota tersebut dalam waktu dekat, sehingga para peserta diharapkan terus memantau update berkala.
Bukan sekadar kompetisi biasa, Junior DBL 2026 menawarkan perjalanan karier yang luar biasa.
Di akhir seri nanti, pihak penyelenggara akan memilih pemain putra dan putri terbaik untuk dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) dari setiap kota.
Penghargaan ini bukan hanya sekadar gelar, melainkan tiket emas menuju Experience Camp by DBL Academy.
Selama enam hari penuh, para MVP terpilih akan merasakan langsung atmosfer latihan intensif dan pengalaman berharga di DBL Camp, bersanding bersama ratusan pebasket SMA terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. (*)