Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli menjadi momen refleksi. Momen untuk mengingatkan semua pihak akan komitmen melindungi generasi penerus bangsa. Menjaga semangat mereka untuk terus bergerak maju sekaligus memberi wadah eksplorasi minat dan bakatnya. Salah satu tempatnya ada pada Honda DBL with Kopi Good Day. Sebuah ruang sekaligus rumah bagi anak-anak Indonesia untuk menggantungkan mimpinya.
Tahun ini panggung Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 digelar pada 31 kota dan 22 provinsi. Setiap tahunnya cerita-cerita humanis tumbuh bermekaran di ajang tersebut. Ada yang suka basket untuk melawan candu gawai.
Sanggup jauh dari orang tua demi mengejar cita-cita menjadi pemain basket yang jago. Rela menempuh perjalanan jauh demi menuai prestasi di Honda DBL with Kopi Good Day ada pula yang giat latihan dance demi bisa tampil di ajang DBL Dance. Belum lagi cerita-cerita heroik anak-anak suporter masing-masing sekolah. Bagaimana ia mempersiapkan koreo megah untuk memberi dukungan teman-temannya yang berlaga di lapangan.
Semua berjuang demi hasil terbaik dan mimpi yang mereka usahakan menjadi nyata. Di hari yang spesial ini, DBL Indonesia sudah merangkum cerita perjalanan perjuangan anak-anak Indonesia yang mengejar mimpi di panggung bernama Honda DBL with Kopi Good Day. Berikut cerita-cerita mereka.
Jarak biasanya menjadi tembok tinggi yang menghentikan keberanian anak-anak Indonesia untuk melangkah. Bagi beberapa anak, jarak ratusan hingga ribuan kilometer hanyalah angka untuk menemani mereka berproses. Cerita ini datang dari salah satu partisipan Honda DBL with Kopi Good Day East Nusa Tenggara, SMA Regina Pacis Bajawa.
Teman-teman SMA Regina Pacis Bajawa berfoto bersama plakat final setelah memastikan satu tempat di partai puncak DBL East Nusa Tenggara 2025-2026
Mereka adalah bukti nyata bahwa jarak bukan menjadi penghalang untuk mengejar ilmu dan pengalaman. Setiap kali melantai di DBL Kupang, teman-teman SMA Regina Pacis menempuh sekitar 18 jam demi bisa bermain di GOR Flobamora (tempat berlangsungnya DBL East Nusa Tenggara). Jarak waktu itu harus mereka tempuh menggunakan kapal!
Selain itu, mereka datang dari Bajawa ke Kupang juga dengan bekal yang lengkap. Yup, lengkap. Bukan cuman bekal latihan yang telah mereka siapkan saja. Melainkan juga bekal bahan-bahan pangan. Mereka percaya bahwa DBL bukan cuman tempat mencari prestasi. Melainkan juga tempat mengejar ketertinggalan, mencari pengalaman, dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kesempatan ini (main di DBL) sangat langka buat kami yang ada di daerah. Ini bisa membuka peluang kami untuk berkembang. Siapa tahu toh dari sini bisa dapat beasiswa kuliah,” ucap Gregoria Deandra, salah satu pemain SMA Regina Pacis Bajawa musim lalu.
Dari Kupang kita bergeser ke Merauke. Ada salah satu pelajar-atlet yang menaruh mimpinya di panggung bernama Kopi Good Day DBL Camp. Adalah Agustinus Awor, campers Kopi Good Day DBL Camp 2025 asal SMAN 2 Merauke. Tercatat, ia tiga kali terpilih sebagai anggota First Team DBL Papua (2023, 2024, 2025).
Untuk bisa tampil di DBL Papua ia perlu menempuh sekitar satu hari dari Merauke ke Jayapura. Demi mempersingkat waktu, Agus dan teman-teman berangkat melalui perjalanan udara selama satu jam perjalanan.
Perjuangannya untuk tampil di DBL Papua pun tak mudah. Agus bukan hanya ingin namanya dikenal lewat ketangkasannya melantai. Ia juga mau sekolahnya dilihat karena kepiawaian anak-anak Smanda kala bermain basket. Ia meyakinkan pihak sekolah dan dinas pendidikan Kabupaten Merauke untuk bersinergi bersama demi keberangkatan SMAN 2 Merauke ke DBL Papua.
Agustinus Awor, ketika menerima plakat runner up DBL Papua 2024
Perjalanan Agus di DBL Camp 2025 terbilang manis. Ia berhasil menembus jajaran Top 24 Campers. Jadi satu-satunya pemain putra yang berasal dari Merauke. Di rumah ia bukan hanya menjadi seorang anak kesayangan sang mama.
Setiap pulang sekolah atau selepas latihan basket, Agus membantu pekerjaan rumah atau sekadar membantu pekerjaan ibunya. Salah satu hal yang ia syukuri saat itu adalah berhasil tidak merepotkan mamanya dalam urusan pendidikan.
“Aku tidak pernah buat mama keluarkan uang untuk biaya sekolah. Urusan uang saku pun tidak. Karena kadang aku dapat uang saku dari hasil menang kompetisi bareng teman-teman di sana (Merauke),” kata Agus. Ada satu mimpi yang sudah ia wujudkan. Mimpi menjadi seorang mahasiswa jurusan olahraga. Yap, saat ini Agus merupakan mahasiswa dari Universitas Musamus. Ia memilih jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.
Dari cerita Agus kita bergeser ke teman-teman SMAN 1 Jekulo Kudus, partisipan Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 Central Java. Perjalanan mereka musim itu sungguh indah. Putri Saloku (SMAN 1 Jekulo Kudus) berhasil keluar sebagai runner up DBL Central Java. Padahal, prestasi paling jauh mereka sebelumnya hanya sampai babak delapan besar.
Musim itu pula Saloku menempuh perjalanan darat berangkat dan pulang dengan total waktu enam jam. Dari Kudus ke Semarang, pulang-pergi (PP).
Putri Saloku lebih memilih melakukan perjalanan pulang-pergi ketimbang menginap. Hal ini jelas membuat mereka bukan hanya berjuang untuk bisa mengharumkan nama sekolah saja. Melainkan juga perjuangan nonteknis lainnya.
Tim putri SMAN 1 Jekulo Kudus berhasil mengukir cerita indah di DBL Central Java 2024
“Tantangannya kita itu memang seperti itu. Dalam arti kita kalau cari ilmu atau cari pengalaman ya di Semarang. Mau di Solo, di Salatiga kita tetap berangkat. Mungkin itu yang bikin perjalanan tahun ini sedikit gak kerasa karena sudah kebiasa ya,” Mohammad Fais, manajer Saloku.
“Kami itu banyak anak daerah. Anak daerah itu punya motivasi lebih. Dalam arti mereka ingin menunjukkan kalau mereka itu bisa. Ketika bisa sampai Jawa Tengah ya mereka semakin menggebu semangatnya untuk bisa menunjukkan kalau gak kalah dengan kota-kota besar,” sambung Pak Fais.
Buktinya 9 dari 12 pemain Saloku musim ini berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Jawa Tengah. Mulai dari Grobogan, Pati, hingga Ambarawa. Hanya ada tiga pemain yang berasal dari Kudus.
“Karena kami dari berbagai daerah itu yang bikin kita semakin kompak. Semangat kita buat pengen ikut DBL itu besar banget memang,” ungkap Naznin Aqilanajya, salah satu penggawa Saloku asal Pati.
Selanjutnya ada cerita dari ujung timur Jawa, SMAN 1 Glagah Banyuwangi. Tim putri Smansa Glagah adalah juara baru DBL Jember 2025. Mereka menjadi partisipan DBL Jember terjauh musim lalu. Smansa Glagah menempuh perjalanan darat lebih dari tiga jam dari Banyuwangi menuju Jember hanya untuk bertanding di Honda DBL with Kopi Good Day East Java-East.
Keberhasilan itu membuat mereka bertanding di DBL Arena sebagai perwakilan wilayah timur di babak Championship. Di sana, pasukan Smansa Glagah menjadi partisipan terjauh! Jika dihitung, mereka perlu menempuh sekitar delapan jam perjalanan darat untuk bisa sampai dari Banyuwangi ke Surabaya.
“Di SMAN 1 Glagah Banyuwangi, kami memiliki 18 ekstrakurikuler, dan bola basket menjadi ikon sekolah kami. Kalau di Banyuwangi, sekolah terbaik di bidang basket adalah SMAN 1 Glagah Banyuwangi,” terang Abdullah, S.Pd., M.T., kepala SMAN 1 Glagah Banyuwangi.
Dari kisah-kisah di atas menjadi bukti bahwa DBL senantiasa menjadi tempat bertumbuh anak-anak Indonesia. Bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lewat nilai-nilai yang diajarkan selama melantai dan mengikuti kompetisi.
Sebab, anak-anak adalah penanda yang membawa kebaruan dalam kehidupan. Selamat Hari Anak Nasional. Semangat mengejar mimpi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027.(*)