SMA Kanaan Banjarmasin awali perjalanan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan dengan hasil yang manis! Berhadapan dengan SMAN 2 Banjarbaru, skuad asuhan Adamas Rajesha Ramzy itu menang dengan skor 31-19.
Ini bisa dibilang sebagai gim yang spesial untuk Kanaan. Pasalnya, mereka tidak mendapatkan hasil yang memuaskan pada musim sebelumnya. Kala itu, Kanaan langsung tereliminasi pada putaran pertama.
Mereka tidak ingin mengulangi hasil yang sama di DBL South Kalimantan 2026. Pertandingan antara Kanaan dan SMAN 2 Banjarbaru sebenarnya berlangsung sangat ketat pada tiga kuarter pertama.
Namun, pada kuarter penghujung, Kanaan berhasil menjauh secara perlahan. Mereka berhasil mencetak delapan poin tanpa balasan sampai waktu habis.
Selain di sisi menyerang, energi anak-anak Kanaan juga konsisten di sisi bertahan. Wilbert Easton Suandi salah satunya.
Baca juga: Danu Satria, Jalan Panjang dari DBL Menuju Basket Profesional
Pemain dengan nomor punggung 1 itu berhasil mengumpulkan 10 rebound, disusul dengan 8 poin dan 3 assist. Ia adalah satu-satunya pemain yang berhasil mencatat rebound dobel digit di laga tersebut. Seluruh statistik itu juga merupakan yang tertinggi dalam tim.
Meski begitu, cowok yang akrab disapa Webe itu masih belum puas. “Menurutku ini masih kurang bagus dan jauh dari performa aku sebelum ini. Aku main sambil nahan sakit,” jelasnya.
Ya, Webe tetap setia membela Kanaan meskipun ia sedang mengalami cedera hamstring. Itu karena ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhir untuk meraih mimpi di DBL South Kalimantan. “Ini last dance aku. Tahun terakhir,” sebut Webe.
Terlebih dari itu, ada juga impian terbesar yang ingin ia capai sebelum menyudahi kiprahnya bersama Kanaan. “Aku mau kepilih First Team. Mau tau rasanya gimana,” tutur Webe.

Wilbert Easton Suandi mengendalikan bola untuk SMA Kanaan Banjarmasin di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Kalimantan
Bermain di DBL South Kalimantan sudah masuk ke dalam daftar keinginan Webe sejak ia duduk di bangku SMP Kanaan Banjarmasin.
Saat itu, ia menyaksikan sekolahnya berhasil menjadi juara Junior Exhibition Games Banjarmasin Series dengan mata kepala sendiri. Tahun 2022 tepat nya. “Di momen itu aku mulai terinspirasi untuk masuk ke dunia perbasketan,” cerita Webe.
Baca juga: Alvino dan Mario Hoesada Mau Bawa Don Bosco Kembali ke Partai Puncak
Bukan hanya itu, Webe juga mendapatkan dorongan dari Ruben Valentino Rasoki Pardede, Gllen Christian Sindhu, dan Gilbert Calvin Emannuel Oe, yang ia sebut sebagai “Big three SMP Kanaan Banjarmasin”.
“Mereka juga selalu semangatin aku dari awal-awal main basket,” ungkap Webe.
Setelah lulus SMP, ketiga pemain itu berpencar ke berbagai wilayah Tanah Air untuk mewujudkan cita-cita mereka.
Ruben pergi ke SMA Taruna Nusantara Magelang. Gllen terbang ke Kota Surabaya untuk mengenakan jersei SMA Gloria 2 Surabaya. Gilbert memilih SMA Don Bosco Banjarmasin, lantas menjadi juara DBL South Kalimantan bersama mereka pada 2024.
Webe memilih untuk menetap di Banjarmasin. Bersama klub basketnya, pemain bertinggi badan 177 cm itu selalu meluangkan waktunya untuk belajar banyak hal di sana.
Momen yang paling berharga berasal dari dua kakak kelas Webe yang berada dalam satu klub dengannya. Mereka adalah M. Rendy Saputra Arafat dan Stefanus Dapot Samuel Hutapea.
“Seru banget kalau dengar cerita dan lihat update dari mereka,” tutur Webe.
Rendy dan Stefanus termasuk dalam deretan putra Banjarmasin yang bersinar terang pada masanya. Mereka berdua sempat terdaftar sebagai peserta DBL Camp.
Bahkan, Rendy sempat mencapai TOP 24 di Kopi Good Day DBL Camp 2024. Namanya juga memegang rekor beep test tertinggi di DBL Camp.
Baca juga: Hasil 3X3 Competition South Kalimantan: Mansahute Menang, Putra Smansa Perkasa
“Mereka selalu cerita kalau di atas langit masih ada langit. Jadi aku belajar untuk jangan pernah puas. Stay hungry!” tegas Webe.
DBL South Kalimantan bukan hanya menjadi rumah bagi Webe untuk bersinar sebagai pemain basket.
Menurutnya, pengalaman di DBL membantunya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “DBL ngajarin konsisten dan disiplin. Aku dapat banyak hal yang berguna walau nanti masih di dunia basket atau tidak,” terang Webe.
Webe percaya semua yang ia dapat di DBL South Kalimantan dapat menjadi kebiasaan yang akan mengantarnya menuju kesuksesan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Tripoin Tajam Natasya Putri Jadi Penyelamat Skenpat!
Profil Wilbert Easton Suandi bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)