ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Dava Egriansyah (jersei putih) ketika berusaha menjaga salah satu pemain SMAN 2 Bukittinggi

“Mimpi itu bebas. Menurutku semua orang harus punya mimpi. Karena itu jadi motivasi mereka untuk tetap hidup,” buka Dava Egriansyah, penggawa SMA Kartika 1-5 Padang di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Sumatra.

Di DBL West Sumatra, Dava -sapaan karibnya- punya mimpi membawa sekolah tercinta terus melaju hingga partai puncak. Keinginan sederhana itu yang saat ini sedang ia perjuangkan betul-betul bersama teman-temannya.

“Gagal atau berhasil, aku dan rekan-rekan satu tim akan berusaha sekuat tenaga untuk sekolah ini biar bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.

Dava sendiri sudah membawa nama sekolah mengudara. Bukan lewat basket, melainkan lewat pencapaian-pencapaiannya di olahraga bela diri, tarung drajat. Yup, ia sempat meraih medali perak di ajang Kejuaraan Provinsi Sumatra Barat untuk cabang olahraga tarung drajat. Itu jadi salah satu momen yang tak bisa ia lupakan.

“Waktu itu aku bekerja keras banget buat bisa dapat perak. Itu jadi satu-satunya yang berkesan karena aku belajar satu hal. Kalau kita itu harus selalu berusaha berbuat baik untuk sesama,” ungkapnya.

Baca juga: Berliana Almadina dari SMP Sudah Punya Mimpi Bisa Main di DBL West Sumatra

Yup, di olahraga ia belajar banyak hal mengenai kehidupan. Termasuk saat Dava menekuni basket. Menyerah memang tak ada di kamusnya. Tapi, pelajaran-pelaran soal berproses menjadi pribadi yang lebih baik selalu ia dapat ketika menekuni olahraga yang menjadi hobinya.

“Gagal atau berhasil itu urusan belakangan, Kak. Aku juga pernah kalah waktu tarung drajat. Atau waktu main basket. Paling terpenting itu, pada setiap kesempatan kita harus memberikan seratus persen. Berusaha aja semaksimal mungkin. Urusan hasil akhir serahkan sama yang di atas,” ceritanya.

Prinsip tersebut yang menjadi pegangannya untuk berani bermimpi setinggi mungkin. Prinsip bahwa proses tak pernah menghianati hasil. 

“Aku mau bilang minta maaf kepada ayah sama ibu karena aku belum bisa berdiri di panggung nasional tarung drajat. Tapi, aku berterima kasih sekali atas dukungan yang diberikan ayah sama ibu. Doakan anakmu ya,” terangnya.

Yup, mimpi terdekat yang sedang ia perjuangkan adalah lolos proses seleksi masuk sekolah kedinasan setelah tamat SMA.

“Aku bukan membuang kesempatan di tarung drajat. Aku memilih jalan ini demi masa depan yang besar dan lebih baik buat aku. Doakan aku terpilih jadi Catar (Calon Taruna) 2027 ya,” tandasnya. Well, semoga apa yang kamu usahakan berhasil, Dava. Semangat terus ya.

Profil SMA Kartika 1-5 Padang bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS