“Aku selalu menanamkan mindset ke anak-anak untuk tidak punya loser mentality.”
Sekilas, kalimat tersebut terdengar sederhana. Namun bagi Ananda Daniel, coach tim dance SMA IPEKA Puri Indah Jakarta (Camaraderie), prinsip itu ibarat sebuah mantra untuk membentuk ketangguhan mental para dancer di atas panggung AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta.
Kebersamaan Daniel (sapaan karibnya) dengan Camaraderie memang belum terbilang panjang. Ia baru bergabung dengan tim tersebut sejak musim lalu.
Meski begitu, waktu yang singkat tersebut justru menjadi awal dari pencapaian yang besar. Jika menoleh pada musim sebelumnya, Camaraderie berhasil menyabet First Place DBL Dance Competition 2025 Jakarta serta mengamankan Third Place pada kategori juara nasional.
“For me personally, aku stres parah. Kita enggak nyangka bisa sampai juara nasional tahun lalu. Makanya, ketika harus handle tahun ini, pressure-nya ada banget. Aku juga yakin mereka pun pressure,” ungkap Daniel.
Baca Juga: Svara Angkat Cerita Roro Jonggrang, Camaraderie Bawa Bhinneka Tunggal Ika
Terlepas dari tekanan besar yang menghantui, catatan prestisius itu juga membuat Daniel semakin tertantang untuk bisa menyuguhkan pertunjukan yang lebih mengesankan di AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta.
Langkah awalnya dimulai dengan mengadakan proses audisi pada Mei silam, demi menemukan sekaligus membentuk komposisi anggota yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Bahkan, pengalaman tampil di panggung DBL pada musim sebelumnya bukan jaminan untuk kembali memperkuat Camaraderie musim ini. Dalam kata lain, Daniel benar-benar membangun ulang skuad Camaraderie dari nol.
“Aku pengin semua anak punya opportunity yang sama. Mungkin aja yang tahun lalu tidak kesampaian, sekarang jadi upgrade. Atau, mungkin aja yang tahun lalu sudah oke, malah tahun ini jadi downgrade. We need to put high standard for this year. So, merekalah orang-orang yang paling aku percayakan untuk menari di tahun ini,” tuturnya.
Sebagai pelatih, tentu ada kualifikasi tertentu yang dicari oleh Daniel. Selain soal kemampuan teknis, ia juga mempertimbangkan personalitas dari seorang individu.
“Ketika mereka melakukan kesalahan, aku akan lihat gimana cara mereka menanggapi hal tersebut, apakah mereka nervous atau tetap lanjut. Dari situ, sudah kelihatan mentalnya seperti apa. Aku cari orang-orang yang siap bukan secara skill doang, tapi juga secara mental karena AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta sendiri bukan kompetisi kecil,” jelasnya.
Setelah tim terbentuk, sesi latihan resmi dimulai. Bukan fokus pada koreografi atau konsep, Daniel lebih dulu melatih kekuatan fisik anak-anak asuhnya, mengingat tak bisa dipungkiri kalau aksi dance membutuhkan stamina yang tangguh.
Sementara untuk menerjemahkan tema “100% Indonesia”, Daniel memilih untuk tidak terburu-buru menentukan arah konsep. Proses eksplorasi terus dilakukan hingga akhirnya konsep tersebut benar-benar terbentuk.

Potret penampilan tim dance SMA IPEKA Puri Indah Jakarta (Camaraderie) di AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta
Musim ini, Camaraderie mengemas tema “100% Indonesia” dengan menceritakan keseharian siswa SMP. Bukan tanpa alasan, kelompok pertemanan di lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan pelajar.
Di situ, ada kalanya mereka harus menghadapi perbedaan, sebelum akhirnya saling mengenal dan memahami. Konsep ini pun selaras dengan semboyan bangsa Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika.
“Sebenarnya, kita baru latihan dengan konsep ini sekitar dua minggu. Ketika tema itu keluar, aku enggak langsung kepikiran untuk membuat suatu konsep. Biasanya, aku kasih beberapa option sehingga nanti dipilih yang paling cocok,” terang Daniel.
Baca Juga: Kisah Audrey Sutrisno, dari Peraih Juara hingga Ambisi di Pinggir Lapangan
Ia kemudian melanjutkan. “Menurut aku, tema ‘100% Indonesia’ ini kemungkinan besar lebih banyak dikemas dengan menonjolkan budaya atau berbau adat, which is kayaknya bukan hal unik lagi. Akhirnya, aku memilih konsep ini karena masih sangat dekat dengan kehidupan mereka. So, I think they might be killed it.”
Baginya, menyuguhkan konsep yang mengangkat keseharian anak SMP terasa semakin relevan karena warna biru pada rok para dancer dipilih untuk merepresentasikan identitas AQUA.
Tak hanya memperhatikan elemen visual, penampilan apik Camaraderie turut didukung oleh penggunaan instrumen khas Indonesia agar lebih selaras, seperti lagu “Cublak-Cublak Suweng”.
”Aku pun tidak mendalami tarian tradisional, tapi aku berusaha memaksimalkan dari segi apa pun. Aku juga mau mereka paham dengan konsep yang dibawakan, bukan hanya menari,” tegasnya.
Jerih payah telah dilalui Daniel bersama Camaraderie. Tak heran, tatapan bangga terpancar dari mata pelatih tersebut saat menyaksikan Camaraderie meramaikan AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta pada Jumat, 21 Agustus 2026.
“Mereka selalu push untuk melakukan yang terbaik dan aku salut banget,” ujar Daniel.
Dari penjelasannya, terbukti kalau Daniel tak ingin setengah-setengah dalam menyambut AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta. Bahkan, ia tak ragu membidik mimpi lebih tinggi untuk mengantarkan muridnya mengantongi gelar First Place di juara nasional nantinya.
AQUA DBL Dance 2026 West Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)