ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Koreo bergambar karakter Goku milik Nineteen Mania saat mendukung XIX di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Sosok Goku berdiri di tengah tribun Nineteen Mania. Karakter ikonik dari Dragon Ball itu menatap ke depan, seolah siap menghadapi apapun yang datang setelahnya.

Goku menjadi simbol keberanian Nineteen Mania untuk kembali mengambil sesuatu yang pernah menjadi milik mereka yaitu takhta Supporter of the Year.

Koreografi tersebut hadir dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North pada Senin, 24 Agustus 2026. Nineteen Mania merupakan kelompok suporter SMAN 19 Surabaya yang kali ini ingin membawa pesan kebangkitan dari tribun.

Di lapangan, perjuangan juga dilakukan oleh tim basket putra. Mereka berhasil meraih kemenangan atas SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo dengan skor akhir 30-26.

“Untuk tema hari ini, kami ingin merebut tahta. Itu ditujukan untuk tim basket dan juga Nineteen Mania. Kami ingin merebut takhta Supporter of the Year dan lolos Round 2,” ujar Capo Nineteen Mania, Fardan Samudra.

Baca juga: Koreo Raja Hiu Nineteen Mania Iringi Kemenangan Dramatis XIX di Overtime

Pemilihan Goku pun memiliki alasan tersendiri. Bagi Fardan, karakter tersebut menggambarkan sosok yang berani, tegas, dan tidak takut mengambil risiko. Goku yang digambarkan menghadap ke depan menjadi representasi sikap Nineteen Mania menghadapi perjalanan mereka di DBL East Java-North.

“Dimaknai siap untuk menerima semuanya, baik risiko, tantangan, maupun apapun halangannya,” jelas Fardan.

Pesan itu kemudian diperkuat lewat dua tulisan yang berada di sisi koreografi. Di satu sisi, Nineteen Mania menuliskan ‘Take Glory’, sementara sisi lainnya bertuliskan ‘Make History.’

Take Glory menjadi ajakan untuk mengambil kemenangan. Sedangkan Make History menggambarkan keinginan Nineteen Mania untuk menciptakan sejarah baru.

Dua pesan tersebut sekaligus mempertegas target mereka musim ini. Setelah terakhir kali meraih gelar Supporter of the Year pada 2023, Nineteen Mania ingin kembali merebut penghargaan tersebut.

Fardan pun tidak ragu ketika ditanya mengenai peluang Nineteen Mania mengembalikan gelar tersebut.

“PD (percaya diri) lah, pastinya,” tegasnya.

Koreografi berukuran 11 x 13 meter itu dikerjakan selama kurang lebih seminggu. Meski waktu pengerjaannya relatif singkat, konsepnya sudah dipersiapkan sejak awal sehingga para anggota tinggal mengeksekusi rancangan yang telah mereka matangkan.

Baca juga: Nineteen Mania Angkat "Hiragana" Lewat Koreo, Selipkan Pesan Pantang Menyerah

Bagian wajah dan mata Goku menjadi salah satu tantangan terbesar. Detail kecil menjadi penting karena kesalahan sedikit saja dapat terlihat jelas ketika koreografi dibentangkan.

“Yang paling susah wajah sama mata. Detailnya susah. Kalau ada salah sedikit pasti kelihatan,” ungkap Fardan.

Namun, koreografi Goku bukan menjadi persembahan terakhir Nineteen Mania. Fardan memastikan mereka telah menyiapkan konsep berikutnya. Pengerjaannya bahkan sudah dimulai meski masih berada di kisaran 20-30 persen.

“Insyaallah ada yang baru,” katanya.

Baca juga: Sempat Tertunda, Devano Akhirnya Debut di DBL pada Tahun Terakhirnya!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS