ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Coach Gregory Pandu (kemeja merah) saat mendampingi SMAN 1 Lawang di laga perebutan juara grup DBL East Java-South 2026 kontra SMK Telkom Malang, pada 24 Agustus 2026

Sempat dikejutkan oleh gempuran enam poin tanpa balas dari SMK Telkom Malang (Moklet) di kuarter ketiga, SMAN 1 Lawang (Smanela) menolak panik. 

Memasuki kuarter pemungkas pada laga perebutan juara grup Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South, ketenangan anak-anak Smanela berbuah manis. 

Tembakan dua angka Syallom Ezra Hutabarat di tiga menit awal kuarter empat sukses membalikkan keadaan menjadi 14-13. 

Berawal dari momen tersebut, Smanela langsung tancap gas dan mengunci kemenangan 23-13 pada Senin, 24 Agustus 2026. Sekaligus meresmikan predikat juara grup dan tiket playoff di tangan.

Bagi sang pelatih kepala, Gregory Pandu Wijaya Pribadi (Coach Pandu), momen manis ini menghadirkan cerita yang unik. 

Pernah membela Smanela di DBL East Java-South 2018 dan 2019, kali ini Pandu kembali ke panggung yang sama dengan peran berbeda. Bukan lagi sebagai eksekutor di lapangan, melainkan peracik taktik dari pinggir garis batas.

Menukangi almamater sendiri memberi Coach Pandu point of view (POV) baru yang tak pernah ia sadari sewaktu masih mengenakan jersei pemain. 

Baca Juga: Mimpi Masa Sekolah Coach Alfan Akhirnya Terbayar Lunas Saat Jadi Pelatih Smabul

Dulu, rasa ragu dan pertanyaan "aku bisa gak ya?" kerap membayangi pikirannya saat bertanding. Kini, dari bangku pelatih, ia justru melihat betapa besarnya potensi anak-anak asuhnya yang sering kali malah terhambat oleh batasan mental yang mereka ciptakan sendiri.

"Dulu pas masih main kan enggak kelihatan, suka ragu aku bisa enggak ya. Tapi pas jadi pelatih, dari pinggir lapangan aku bisa lihat mereka ini sebenarnya mampu. Mereka itu bisa do better, tapi kadang mereka sendiri yang ngasih batasan dan kena pressure dari tribun," ungkapnya.

Pencapaian menyapu bersih babak penyisihan tak lantas membuat Coach Pandu cepat berpuas diri. Ia menilai performa timnya saat ini baru keluar sekitar 80 persen. Terlebih, skuadnya diisi oleh mayoritas pemain muda kelas XI yang masih dalam proses pematangan mentalitas bertanding.

Menatap babak playoff yang sudah semakin dekat, Coach Pandu meminta para pemainnya untuk segera reset dan meredam ego. 

DBL-East-Java-South-SMAN-1-Lawang-Goes-to-Playoffs.
Barisan skuad SMAN 1 Lawang lengkap beserta suporter mereka saat diresmikan sebagai juara grup dan beranjak ke playoffs

Target besar pun dicanangkan untuk melampaui raihan dirinya sewaktu masih menjadi pemain, yakni membawa Smanela melangkah jauh hingga ke Surabaya.

"Kita memang sekarang jadi juara grup, mereka boleh senang-senang sekarang, tapi besok harus reset mulai dari nol lagi. Kita belum juara, perjalanannya masih panjang. Pemain harus lebih fokus sama yang terjadi di bawah (lapangan), jangan kedistraksi tribun. Kalau mereka bisa mengendalikan mental, saya pede tim ini bisa melangkah jauh," pungkasnya.

Baca Juga: Spanduk Masa Kecil dan Pesan Manis dari Para Fans Nomor 1 Skuad Smandasa!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*) 

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS