ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Devano Yuanhar Caturanda (nomor punggung 13) dari Smeas melakukan jump shot di tengah penjagaan pemain Mansa pada laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dua pertandingan pertama belum berpihak kepada SMKN 1 Surabaya (Smeas). Namun, pada game keenam Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, mereka akhirnya menemukan kemenangan yang dicari setelah menundukkan MAN 1 Kota Surabaya (Mansa) dengan skor 35-21.

Sejak awal laga, Smeas langsung mengambil kendali. Mereka membuka kuarter pertama dengan keunggulan 8-2, lalu kembali menambah delapan poin pada kuarter kedua untuk membawa jarak enam poin menjadi 16-6 saat jeda.

Permainan Smeas semakin lepas setelah turun minum. Pada kuarter ketiga, mereka mencetak 15 poin dan membuat Mansa hanya mampu menambah lima angka. Skor pun melebar menjadi 31-11.

Mansa mencoba bangkit pada kuarter terakhir. Sepuluh poin berhasil mereka tambahkan, tetapi Smeas tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Sixers Menang Dramatis untuk Lolos Round 2!

Bagi Devano Yuanhar Caturanda, kemenangan tersebut menjadi penutup yang patut disyukuri. Pemain bernomor punggung 13 itu ikut menyumbangkan 10 poin dan 6 rebound dalam kemenangan Smeas.

“Ya bersyukur sih, Alhamdulillah. Cuman tetap kita enggak lolos Round 2. Menang hari ini cuman buat pengalaman aja buat coba buat selanjutnya,” ujar Devano.

Ada sedikit rasa kecewa yang masih tersisa. Kemenangan atas Mansa memang menjadi hasil positif, tetapi Smeas tetap belum bisa melanjutkan perjalanan ke Round 2.

Bagi Devano, situasi tersebut membuat kemenangan kali ini terasa seperti bekal untuk musim berikutnya. Apalagi, ia masih duduk di kelas XI dan memiliki satu kesempatan lagi untuk kembali berjuang bersama Smeas.

Baca juga: Dari Kejauhan, Mereka Tetap Ada untuk Cello

Musim ini juga menjadi pengalaman yang berbeda bagi Devano. Jika musim lalu ia masih menjadi pemain kelas X, kini ia harus menjalani pertandingan dengan tanggung jawab yang lebih besar sebagai pemain kelas XI.

“Kalau kemarin itu lebih apa ya, deg-degan sih. Sekarang lebih deg-degan karena kayak tahu jadi kelas XI,” tuturnya.

Bukan hanya soal statusnya yang berubah. Komposisi Smeas musim ini juga membuat tim harus kembali membangun chemistry dari awal. Sebagian besar pemain yang musim lalu masih berada di kelas 10 kini naik kelas, sementara hanya sedikit pemain kelas XII yang menjadi bagian dari perjalanan sebelumnya.

“Sekarang sih lebih susah soalnya timnya kebanyakan dari kelas X naik ke kelas XI. Jadi kelas XII-nya itu enggak ada. Jadi masih banyak komunikasi-komunikasi yang kurang,” jelas Devano.

Karena itu, membangun kedekatan di dalam tim menjadi salah satu pekerjaan Smeas. Mereka berusaha lebih sering berkumpul setelah latihan, berbicara bersama, dan menjaga komunikasi agar hubungan antarpemain semakin kuat.

Baca juga: Larangan Tak Menghentikan Langkah Freno Mengejar Mimpi

Kebiasaan tersebut juga mereka bawa sebelum pertandingan. Devano mengatakan para pemain sempat berkumpul setelah pemanasan untuk membicarakan laga yang akan dijalani, sebelum kembali fokus ke permainan.

Latihan yang mereka jalani pun cukup intens. Smeas tidak hanya mengandalkan latihan rutin, tetapi juga memperbanyak sparing untuk menguji permainan dan komunikasi tim.

Di pertandingan melawan Mansa, Devano sendiri masih menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki. 6 rebound yang ia kumpulkan belum membuatnya puas karena ia merasa timing saat berebut bola pantul masih kurang tepat.

“Timing-ku kurang pas, Kak. Lompatnya kurang,” katanya.

Baca juga: Cedera Hentikan Langkah di Gimnastik, Baby Lanjutkan Mimpi di DBL

Pertarungan mendapatkan rebound juga tidak selalu mudah baginya. Devano mengaku harus menghadapi pemain lawan yang memiliki postur lebih besar ketika mencoba mengambil bola.

“Ada kan lawannya yang besar banget, jadi buat nge-fake-nya itu susah. Walaupun dia enggak lompat tetap kayak serem aja gitu,” ujarnya.

Catatan lain datang dari pertahanan. Setelah kemenangan tersebut, Devano menilai Smeas masih tidak boleh lengah ketika menjaga lawan.

“Defense-nya jangan malas,” tegasnya.

Pemain SMKN 1 Surabaya (Smeas) dan MAN 1 Kota Surabaya (Mansa) saling merangkul di lapangan usai laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Basket sendiri awalnya bukan olahraga yang Devano pilih. Ketika masuk kelas 1 SMP di SMPN 12 Surabaya, ia justru lebih menyukai futsal. Sang kakak kemudian memintanya mencoba basket.

Dari yang semula belum memiliki dasar basket, Devano perlahan mulai terbiasa. Ia kemudian sering mengikuti berbagai pertandingan antarsekolah hingga akhirnya terus menekuni basket sampai sekarang.

“Enggak sih, aku langsung basket. Suruhan kakak,” katanya.

Baca juga: Ingin Main di DBL Selamanya, Fero Kejar Mimpi Masa SMA Bersama Slekoors

Perjalanan itu akhirnya membawanya kembali ke DBL untuk musim keduanya. Kali ini, meski belum berhasil mengantar Smeas ke Round 2, Devano mendapatkan pengalaman lain yang tidak kalah berarti.

Dukungan keluarga menjadi salah satunya. Sang kakak bersama istrinya datang langsung ke arena untuk menyaksikan pertandingan. Devano mengaku sempat tidak menyangka akan ada keluarganya yang hadir karena laga berlangsung pada hari biasa.

“Wah senang banget. Aku kira enggak ada keluarga yang datang karena hari biasa kan. Ternyata ada kakak sama istrinya buat support aku,” ungkapnya.

Kini, Smeas harus menunggu musim berikutnya untuk kembali mengejar target Round 2. Sementara bagi Devano, kemenangan atas Mansa menjadi pengingat bahwa perjalanan mereka belum selesai.

“Semoga di tahun ke depan chemistry kita lebih kuat dan insyaallah kita usahain Round 2,” pungkasnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Devano Yuanhar Caturanda bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMKN 1 Surabaya vs MAN Kota Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS