Sejak awal kuarter pertama, permainan SMP Xin Zhong Surabaya belum mengalir seperti biasanya. Bola beberapa kali berhenti di satu pemain, passing berjalan lambat, sementara pemain lainnya belum banyak bergerak membuka ruang.
Di sisi lain, pertahanan Xin Zhong juga belum cukup rapat. Pemain Petra 5 beberapa kali menemukan celah dan membuat Xin Zhong harus mengakhiri kuarter pertama dalam posisi tertinggal 6-12 pada Junior DBL 2026 East Java-North, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dari pinggir lapangan, Coach Agus Suryadi melihat ada yang perlu segera dibenahi. Bukan hanya soal permainan yang belum rapi, tetapi juga tentang bagaimana para pemain mulai terlalu mengandalkan kemampuan masing-masing.
Baca juga: Achmad Amik Erwansyah dan Strateginya Gaet Pemain untuk SMPN 39 Surabaya
Jeda kuarter pun menjadi waktu bagi Coach Agus untuk mengingatkan kembali hal yang sejak awal ia tanamkan kepada timnya. Ia ingin pemain kembali melihat permainan sebagai kerja bersama, bukan kesempatan untuk menunjukkan siapa yang paling menonjol.
“Kita enggak bisa main kayak gini. Bermainlah seperti kita seperti biasanya. Kita main itu bukan aku pengen menang, tapi kita pengen menang,” ujarnya.
Perubahan mulai terasa ketika kuarter kedua berjalan. Bola lebih sering berpindah tangan, pergerakan pemain menjadi lebih hidup, dan pertahanan Xin Zhong mulai memberikan tekanan yang membuat Petra 5 kesulitan mengembangkan permainan.
Coach Agus melihat respons cepat itu sebagai salah satu hal positif dari pertandingan tersebut. Anak-anak Xin Zhong tidak membutuhkan waktu lama untuk mengubah permainan setelah mendapat arahan.
Baca juga: Beda Jenjang, Satu Keluarga Basket Cita Hati West

Coach Agus Suryadi mengamati permainan pemain SMP Xin Zhong Surabaya saat menghadapi SMP Petra 5 Surabaya pada Junior DBL 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
“Yang harus diapresiasi dari permainan tadi adalah bolanya sudah mulai mengalir. Defense-nya sudah mulai bagus,” tuturnya.
Baca juga: Kawal Bibit Baru, Pak Darto Ingin Hidupkan Lagi Basket Rholas
Bagi Coach Agus, kemampuan untuk kembali bermain bersama menjadi hal penting yang ingin terus dibangun. Selama sekitar tiga tahun menangani Xin Zhong, ia tidak hanya ingin pemain berkembang secara teknik, tetapi juga memahami peran masing-masing di dalam tim.
Terlebih, panggung DBL yang besar menurutnya bisa menjadi tantangan tersendiri. Keinginan untuk tampil dan mendapat perhatian justru bisa membuat pemain lupa bahwa permainan basket tetap membutuhkan lima pemain di lapangan.
“DBL ini kan event yang sangat besar. Justru jebakan buat anak-anak saya ini yang saya enggak mau adalah mereka pengin dilihat. Karena kalau mereka pengin dilihat berarti yang dinomorsatukan itu aku,” jelasnya.
Xin Zhong akhirnya mampu bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 43-18. Namun, Coach Agus tidak ingin kemenangan tersebut membuat mereka berhenti mengevaluasi diri.
Masih ada pertandingan berikutnya yang harus dihadapi. Ia ingin Xin Zhong datang dengan permainan yang lebih kuat sekaligus lebih kompak.
“Next pertandingan harus lebih kuat. Bahkan kita juga harus lebih kompak dari sebelumnya,” pungkas Coach Agus.
Baca juga: Di Balik Motto "Just Do Your Best" dan Aksi Totalitas Patrick Raynard
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Coach Agus Suryadi bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMP Xin Zhong Surabaya vs SMP Petra 5 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).