ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Coach Sagita Marianto memberikan arahan kepada pemain SMAN 16 Surabaya saat menghadapi SMAN 1 Pacet Mojokerto pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

SMAN 16 Surabaya (Sixteen) meraih kemenangan 34-2 atas SMAN 1 Pacet Mojokerto (FIRST) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Sabtu, 29 Agustus 2026. Hasil tersebut membawa Sixteen melaju ke Round 2, meski Coach Sagita Marianto masih memiliki beberapa catatan untuk timnya.

Finishing dan kolektivitas menjadi dua hal yang menurutnya perlu diperbaiki. Sementara itu, pertahanan Sixteen sudah berjalan sesuai dengan yang ia inginkan.

“Dari aspek defend kita sudah seperti yang saya harapkan, disiplin, connecting satu sama lain. Cuman tidak dibarengi dengan finishing touch yang bagus,” ujar Coach Sagita.

Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Sixteen dan Putra-Putri Smansa ke Round 2

Evaluasi seperti itu sudah menjadi bagian dari perjalanan Coach Sagita bersama Sixteen. Ia mulai melatih di sekolah tersebut pada 2009 dan tetap bertahan hingga sekarang.

Selama 17 tahun, ia sudah melewati banyak angkatan pemain. Menurutnya, setiap generasi punya karakter yang berbeda sehingga cara mendampinginya juga tidak bisa disamakan.

“Setiap generasi itu punya perbedaan. Semakin ke sini daya juangnya beda, mentality-nya juga beda. Jadi treatment-nya juga beda,” tuturnya.

Meski pemain terus berganti, Coach Sagita tetap mempertahankan satu karakter utama Sixteen. Ia ingin timnya punya pertahanan yang disiplin dan rapat, lalu bisa bergerak cepat saat mendapat kesempatan melakukan fast break.

Baca juga: DBL Super Teacher: Sir Fiu, Guru Bahasa Inggris yang Juga Manager Basket Sekolah

Pemain SMAN 16 Surabaya membawa bola saat menghadapi SMAN 1 Pacet Mojokerto pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

“Karakter kita dari dulu enggak berubah. Kita lebih ke karakter defend. Defend-nya harus benar-benar fast break, rapat. Enggak ada kompromi kalau itu,” kata Coach Sagita.

Pemain yang ia tangani pun tidak selalu datang dengan kemampuan basket yang sudah matang. Banyak di antara mereka yang harus belajar dari dasar. Ada pemain yang sebelumnya menekuni olahraga lain, termasuk salah satu pemain yang berasal dari senam.

Kondisi itu membuat Coach Sagita terbiasa membangun pemain secara bertahap. Ia tidak hanya mengandalkan kemampuan yang sudah dimiliki pemain ketika pertama bergabung.

“Kita benar-benar nge-treat anak-anak dari dasar. Kita dapatnya bukan yang benar-benar anak bagus, kita harus nge-treat dari bawah,” ujarnya.

Baca juga: Tak Cuma Cetak Poin, Chiko Bawa Putra Sixteen Bermain Lebih Kompak

Dalam latihan, Coach Sagita juga tidak memberikan pola yang berlebihan. Ia lebih banyak mendorong pemain untuk berkomunikasi agar mereka semakin memahami kebiasaan rekan satu timnya.

“Lebih banyak komunikasi aja di lapangan, lebih banyak bicara satu sama lain biar tahu kebiasaan temannya seperti apa,” katanya.

Pendekatan itu juga ia bawa menjelang pertandingan. Ia tidak ingin pemain mendapat tekanan tambahan sebelum masuk lapangan. Menurutnya, tekanan lebih baik diberikan saat latihan.

“Kalau sudah before game ini kita benar-benar harus enjoy aja di lapangan,” tuturnya.

Tekanan pertandingan tetap menjadi tantangan bagi pemain. Menurut Coach Sagita, suasana DBL berbeda dengan latihan sehingga permainan pemain bisa sedikit berubah ketika berada di lapangan pertandingan.

Karena itu, ia tidak ingin selalu mengambil alih ketika pemain mulai merasa tertekan. Mereka perlu belajar menghadapi situasi tersebut sendiri.

“Anak-anak harus belajar memperbaiki, handle pressure-nya di lapangan,” ucapnya.

Baca juga: Emak-Emak Sixteen Bawa Semarak Merdeka di Tribun DBL

Selama melatih Sixteen, Coach Sagita sebenarnya sudah beberapa kali mendapat tawaran untuk pindah. Namun, ia memilih tetap bertahan di sekolah yang sama.

Ada alasan sederhana di balik keputusan itu. Selama di Sixteen, ia merasa mendapatkan lingkungan yang membuatnya nyaman untuk terus melatih.

“Saya menemukan semua yang saya cari di sini. Saya mendapatkan respect, saya mendapatkan family di sini,” katanya.

Hubungannya dengan pemain juga tidak berhenti setelah mereka lulus. Beberapa alumnus masih menghubunginya ketika pulang ke Surabaya. Ada yang mengajak adik kelas berlatih bersama dan ada pula yang kembali berkumpul saat libur atau menjelang Lebaran.

Menurut Coach Sagita, hubungan itu tetap terjaga karena ia masih menjadi pelatih yang sama sejak mereka mengenal Sixteen.

“Karena saya dari dulu sampai sekarang pelatihnya enggak berubah. Jadi mereka juga pengen keep in touch sama pelatihnya,” ujarnya.

Skuad SMAN 16 Surabaya bersama tim dance dan pendamping berfoto di lapangan setelah memastikan lolos ke Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Kini Sixteen sudah memastikan tempat di Round 2. Coach Sagita tidak ingin kemenangan atas FIRST membuat timnya berhenti mengevaluasi diri.

Ia masih ingin merapikan beberapa detail sebelum pertandingan berikutnya, terutama komunikasi, offense, dan defense.

“Detail-detail kecil defend, offense kita harus perbaiki. Komunikasi juga harus diperbaiki, cara bermain juga harus diperbaiki di lapangan,” kata Coach Sagita.

Baca juga: Dari Nonton DBL Bersama Ayah, Bima Kini Jadi Bagian dari Home of the Dreamers

Selama 17 tahun, banyak pemain sudah berganti. Namun bagi Coach Sagita, karakter Sixteen tetap sama bertahan dengan disiplin, berkomunikasi, dan bermain sebagai tim.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Coach Sagita Marianto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMAN 1 Mojokerto vs SMAN 16 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS