Papan skor belum benar-benar memberi jarak aman untuk SMAN 1 Pacet Mojokerto (Smansapa). Sejak awal, pertandingan melawan SMAN 17 Surabaya (Smantass) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Minggu, 30 Agustus 2026, berjalan seperti tarik-menarik.
Satu tim unggul, tim lainnya mengejar. Begitu pula sebaliknya. Smantass menutup kuarter pertama dengan keunggulan tipis 10-9, lalu memperlebar jarak menjadi 18-13 ketika paruh pertama berakhir.
Smansapa baru menemukan momentumnya setelah jeda. Permainan mereka mulai lebih efektif ketika kesalahan Smantass bisa dimanfaatkan menjadi kesempatan mencetak angka.
"Kita manfaatin kesalahan lawan, kayak turnovernya lawan. Jadi pas mereka bikin turnover, kita coba langsung ambil kesempatan itu. Nggak boleh dibuang karena pertandingan tadi juga ketat," ujar Ali Zain Al Abidin, pemain Smansapa bernomor punggung 2.
Baca juga: Bunga Lawan Cedera Ankle demi Membela Putri Sekawan!
Perubahan itu terasa pada kuarter ketiga. Smansapa membalikkan keadaan dan menutup periode tersebut dengan keunggulan 29-21.
Smantass masih berusaha mengejar pada kuarter terakhir. Namun, Smansapa mampu mempertahankan jarak hingga pertandingan berakhir dengan skor 36-28.
Ali menjadi salah satu pemain yang ikut menjaga keunggulan tersebut. Selama 37 menit 1 detik di lapangan, ia mencatatkan 15 poin dan 10 rebound.
Double-double menjadi catatan personal Ali dalam pertandingan itu.
Tetapi ketika pertandingan berakhir, bukan statistik tersebut yang paling ia pikirkan.
Ali justru merasa penampilannya masih jauh dari apa yang ia inginkan. Ia melihat terlalu banyak kesempatan yang terbuang, terutama ketika harus menyelesaikan serangan atau menjaga penguasaan bola.
"Kalau dari permainan sendiri sebenarnya aku belum puas. Banyak yang masih miss, terus turnover-ku juga banyak. Tembakanku ada yang nggak masuk, terus pas satu lawan satu juga rasanya nggak keluar seperti biasanya. Jadi walaupun menang, aku masih ngerasa ada yang kurang," tuturnya.
Baca juga: Impian dari SD, Nadhif Akhiri Musim Debut dengan Kemenangan Manis
Penilaian itu terdengar cukup keras untuk seorang pemain yang baru saja mencatat double-double. Namun Ali memang tidak menjadikan statistik sebagai satu-satunya ukuran.
Baginya, 15 poin dan 10 rebound belum cukup jika masih ada kesalahan mendasar yang bisa diperbaiki.
Ia bahkan sudah tahu bagian mana yang ingin dibawa ke latihan berikutnya.
"Aku pengin ngurangin turnover, terus mental juga harus lebih kuat. Sama harus lebih tenang. Kadang kalau kebanyakan mikir atau kebanyakan tekanan malah bikin grogi sendiri. Jadi nanti penginnya main lepas aja, main kayak biasanya, nggak usah terlalu dibebani," kata Ali.
Keinginan untuk bermain lebih tenang itu juga menjadi pesan yang ia bawa kepada rekan-rekannya ketika pertandingan mulai dipenuhi kesalahan.
Ali tidak ingin timnya terjebak dalam tekanan karena satu-dua kesalahan. Menurutnya, pertandingan yang masih berjalan memberi kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Ali Zain Al Abidin (nomor punggung 2) berusaha melewati penjagaan pemain SMAN 17 Surabaya (Smantass) saat membela SMAN 1 Pacet Mojokerto (Smansapa) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
"Aku bilang ke teman-teman, jangan banyak pikiran. Kalau ada turnover ya sudah, berikutnya diperbaiki. Main seperti biasanya aja. Jangan sampai satu kesalahan malah bikin kepikiran terus," ujarnya.
Sikap tersebut menjadi semakin penting bagi Ali karena musim ini merupakan tahun terakhirnya sebagai pemain SMA.
Baca juga: Jari Dibalut Perban, Bukti Cinta Mati Zidane untuk Smekda
Di luar lapangan, ia juga sedang menghadapi kesibukan lain. Sebagai siswa kelas XII, Ali harus membagi waktu antara sekolah, latihan, dan persiapan menuju perguruan tinggi.
Ia memiliki cita-cita menjadi dokter. Namun, basket yang sudah dikenalnya sejak kelas V SD belum ingin ia tinggalkan begitu saja.
Ali pernah mengikuti akademi basket sejak usia sekolah dasar. Perjalanan itu terus membawanya hingga satu tim dengan Smansapa. Bertahun-tahun berada di lapangan membuat basket bukan lagi sekadar kegiatan di sela-sela belajar.
"Kalau nggak basket itu paling cuma belajar. Lama-lama bosen juga. Aku sudah terbiasa main basket, jadi kalau sehari nggak basket tuh rasanya kayak ada yang kurang. Makanya walaupun nanti kuliah, mungkin tetap mau lanjut main," ungkapnya.
Kecintaan itu juga tumbuh bersama dukungan keluarga. Sang ibu hampir selalu hadir menyaksikan pertandingan secara langsung, sementara ayah dan neneknya mengikuti pertandingan dari YouTube.
Baca juga: Dari Pemain ke Pelatih, Coach Dzikry Bawa Mimpi Basket SMAN 1 Pacet Mojokerto
Sebelum pertandingan berakhir, sang ibu sempat mengingatkan Ali agar tidak terbawa emosi.
"Mama tadi bilang, sudah nggak usah marah-marah. Main kayak biasanya aja, tenang. Jadi ya aku coba ingat itu. Jangan terlalu kepikiran sama kesalahan sendiri," cerita Ali.
Pada akhirnya, Smansapa memang membawa pulang kemenangan 36-28. Ali juga membawa pulang catatan double-double pertamanya di laga tersebut.
Namun, yang tertinggal di benaknya bukan sekadar angka. Masih ada turnover yang ingin dikurangi. Mental yang ingin diperkuat. Dan ketenangan yang ingin ia temukan kembali.
Sebab bagi Ali, tampil bagus di papan statistik belum tentu berarti sudah memberikan permainan terbaik. Hari itu ia menang. Ia mencatat double-double. Tetapi ia tetap pulang dengan satu perasaan yang sama belum puas.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Smantaru Kembali ke Round 2 DBL East Java-North
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Ali Zain Al Abidin bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 1 Pacet Mojokerto vs SMAN 17 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).