ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Wolumania membentangkan koreografi bergambar sosok anak kecil saat mendukung tim basket putri SMAN 8 Surabaya (Smandela) menghadapi SMAN 2 Jombang (Sabers) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Rabu, 2 September 2026.

Lima lembar koreografi di tribun Wolumania mula-mula menampilkan sosok anak kecil. Gambar itu menjadi pembuka cerita yang ingin mereka sampaikan tentang seseorang yang sedang berada dalam kondisi kalah, tetapi masih berusaha bangkit untuk meraih kemenangan.

Beberapa saat kemudian, kelima lembar tersebut dibalik. Sosok anak kecil yang sebelumnya terlihat di tribun berubah menjadi gambar ombak. Perubahan itu menjadi salah satu bagian dari 12 koreo yang dibawa Wolumania saat mendukung tim putri SMAN 8 Surabaya (Smandela) menghadapi SMAN 2 Jombang (Sabers) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Rabu, 2 September 2026.

Tendry Zaccheo, capo Wolumania, menjelaskan perubahan tersebut memang sudah dirancang sejak awal. Lima lembar yang pertama menampilkan karakter anak kecil, lalu ketika dibalik berubah menjadi lima bagian gambar ombak.

"Lima itu karakter yang sedang kalah lalu berjuang untuk meraih kemenangan. Setelah itu ada lima koreo lagi, itu ombak. Jadi setelah dibalik koreo berubah jadi ombak," jelasnya.

Baca juga: Garap Koreo Tema Nostalgia, Wolumania Diwarnai Aksi Pocong-Pocongan

Bagi Tendry, sosok anak kecil tersebut merupakan gambaran Wolumania. Mereka pernah mengalami masa yang ia sebut sebagai reruntuhan dan kejatuhan. Lewat koreografi kali ini, mereka ingin menunjukkan usaha untuk bangkit dari kondisi tersebut.

"Kami yang dari sebelum koreo sebelumnya mengalami reruntuhan, kejatuhan. Di konsep kali ini kami mencoba untuk bangkit dan meraih kejayaan. Karakter itu menggambarkan kami yang sedang berjuang," ujarnya.

Setelah gambar ombak terbentang, perhatian kemudian beralih ke bagian depan tribun. Lima hiu tiga dimensi berdiri sebagai koreografi lain yang menjadi salah satu visual utama Wolumania.

Lima hiu tiga dimensi menjadi bagian dari koreografi Wolumania saat mendukung tim basket putri SMAN 8 Surabaya (Smandela) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Kelima hiu tersebut bukan bagian dari gambar ombak yang muncul setelah lembaran dibalik. Koreo hiu dibuat sebagai elemen tersendiri dan ditempatkan di bagian depan tribun.

Pemilihan hiu juga memiliki alasan yang dekat dengan identitas mereka. Bagi Wolumania, hiu merupakan simbol yang berkaitan dengan lingkungan sekolah mereka yang berada dekat dengan laut.

"Hiu itu simbol kami. Sekolah kami kan dekat laut dan berhubungan dengan kami. Makanya kami pilih hiu," kata Tendry.

Baca juga: Dari Game Start ke Fight, Wolumania Lanjutkan Kisah Perjuangan di Tribun

Jadi, dari lima anak kecil yang kemudian berubah menjadi lima bagian ombak, Wolumania melanjutkan cerita visualnya melalui lima hiu tiga dimensi. Setiap koreo membawa bentuk yang berbeda, tetapi tetap berada dalam satu rangkaian cerita tentang perjalanan mereka.

Masih ada satu koreo lain yang membawa Wolumania kembali melihat perjalanan mereka sendiri. Barcode kembali hadir di tribun sebagai pengingat sejarah kelompok suporter tersebut.

Wolumania membentangkan koreografi barcode sebagai bagian dari visual yang merekam perjalanan kelompok suporter tersebut saat mendukung tim basket putri SMAN 8 Surabaya (Smandela) di DBL Arena Surabaya.

Achmad Afandi, tim kreatif Wolumania, menjelaskan barcode itu berisi cerita perjalanan mereka dari pertandingan sebelumnya hingga musim ini.

"Barcode itu menjelaskan cerita perjalanan kami dari match pertama sampai match terakhir ini. Itu sebagai pengingat sejarah Wolumania," ungkap Achmad.

Konsep barcode sebenarnya sudah pernah digunakan Wolumania sekitar dua tahun lalu. Ide tersebut muncul ketika barcode sedang banyak digunakan, hingga akhirnya mereka mencoba mengubah bentuk yang biasa ditemui sehari-hari itu menjadi koreografi.

"Dua tahun lalu kami pertama kali bikin barcode. Waktu itu kepikirannya karena barcode lagi tren dan semua orang pakai. Terus terpikir, ini bisa enggak ya dijadikan koreo. Akhirnya dicoba dan ternyata bisa," ceritanya.

Kini, barcode itu kembali dibawa dengan makna yang lebih panjang. Ia menjadi semacam penanda perjalanan Wolumania dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Baca juga: Pesawat Tempur 4D WOLUMANIA Terbang Tinggi, Simbolkan Kebangkitan

Di balik 12 koreo tersebut, ada proses panjang yang harus dilalui. Wolumania mengerjakan seluruh material di sekolah selama sekitar satu minggu, termasuk menghabiskan tiga hari dengan menginap untuk menyelesaikan persiapan.

Koreografi bergambar ombak dibentangkan Wolumania saat mendukung tim basket putri SMAN 8 Surabaya (Smandela) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

"Karena saking banyaknya koreo ini membuat kami kesusahan dan makan lumayan banyak waktu. Kami sampai tiga hari di sekolah. Seminggu itu kami bikin 12 koreo sebanyak itu," ujar Tendry.

Semua anggota ikut terlibat. Ada yang membuat sketsa, mengerjakan material, hingga membantu bagian lain agar seluruh koreografi dapat selesai tepat waktu.

Pengerjaan berjam-jam tanpa henti membuat mereka sempat merasa lelah dan suntuk. Untuk mencairkan suasana, keisengan kecil pun muncul di tengah proses pengerjaan.

Salah seorang anggota yang tertidur setelah ikut mengerjakan koreo menjadi sasaran teman-temannya. Tubuhnya dicoret-coret hingga satu badan.

"Kami benar-benar non-stop dua hari itu tanpa berhenti. Jadi biar enggak bosan, ada happy-happy-nya juga," kata Tendry.

Selama berada di sekolah, Wolumania juga mendapat pendampingan dari Pak Raha. Ia menemani mereka selama menginap sekaligus membantu proses perizinan dari sekolah.

Baca juga: Dukung dari Tribun karena Cedera, Lintang dan Dewi Selalu Ada untuk Delapan

Bagi Tendry dan Achmad, persiapan tersebut terasa semakin berarti karena musim ini menjadi salah satu kesempatan terakhir mereka berdiri di tribun sebagai anggota Wolumania. Keduanya duduk di kelas XII dan telah mengikuti kelompok suporter itu sejak kelas X.

Perasaan tersebut semakin terasa ketika anthem berkumandang. Di tengah suara dukungan yang memenuhi tribun, air mata ikut jatuh.

"Sayang sekali karena kami terakhir. Sedih juga, kami sampai nangis tadi pas anthem," ujar Tendry.

Meski begitu, menjadi bagian dari Wolumania bagi mereka bukan hanya tentang merayakan kemenangan. Mereka ingin tetap berada di belakang tim basket Smandela dalam kondisi apa pun.

Wolumania memberikan dukungan dari tribun saat mendampingi tim basket putri SMAN 8 Surabaya (Smandela) menghadapi SMAN 2 Jombang (Sabers) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Rabu, 2 September 2026.

"Kita niatnya di sini mendukung basket supaya menang. Enggak mungkin kita mau senangnya saja. Susah senang kita juga bareng. Kita tetap support walaupun dia kalah ataupun menang," tegas Tendry.

Setelah tiga tahun menjadi bagian dari tribun Wolumania, Tendry dan Achmad akan menyerahkan cerita tersebut kepada adik-adik kelas mereka. Ada harapan agar kreativitas yang sudah dibangun tidak berhenti setelah angkatan mereka meninggalkan sekolah.

"Pesan untuk adik-adik kelas kami tetap semangat menjalankan tugas-tugas yang ada, menjalankan kewajiban yang ada, dan jangan lupa tingkatkan kreativitasnya. Semoga Wolumania lebih besar lagi dan bisa membawa nama Wolumania ke ajang yang lebih besar lagi," tuturnya.

Baca juga: Outfit Berangkat Ngaji, Kultur yang Dibawa Delapan ke DBL Arena!

Malam itu, 12 koreo membawa cerita yang berbeda-beda ke tribun Wolumania. Lima anak kecil berubah menjadi lima bagian ombak ketika lembarannya dibalik. Lima hiu tiga dimensi berdiri sebagai koreo tersendiri. Sementara satu barcode menyimpan perjalanan Wolumania dari masa lalu hingga musim ini.

Di antara semua gambar itu, ada cerita tentang jatuh dan bangkit, tentang lelah yang diselingi tawa, serta tentang tiga tahun yang sebentar lagi harus mereka tinggalkan.

Reruntuhan yang pernah mereka rasakan akhirnya berubah menjadi riuh. Dan sebelum benar-benar meninggalkan tribun, Wolumania memilih tetap berdiri untuk Smandela.

Profil SMAN 8 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS