Rangkaian pembuka Final Party Junior DBL 2026 Malang dari sektor putri langsung menyuguhkan duel emosional bertajuk "derbi saudara".
Partai puncak yang mempertemukan SMP Kolese Santo Yusup 1 Malang (Kosayu 1) kontra SMP Kolese Santo Yusup 2 Malang (Kosayu 2) di GOR Ken Arok, Malang ini akhirnya memunculkan sang penguasa baru.
Tampil dominan sepanjang laga, srikandi Kosayu 1 sukses mengunci kemenangan meyakinkan dengan skor akhir 55-34.
Hasil manis ini sekaligus mentasbihkan Kosayu 1 sebagai tim putri pertama yang berhasil memboyong gelar juara Junior DBL 2026 Malang.
Laga sejatinya dibuka keunggulan Kosayu 2 lewat tembakan dua angka Cherish Alicia Sutanto. Namun, Kosayu 1 merespons cepat lewat lemparan tripoin yang lantas menyengat kepercayaan diri tim. Kosayu 1 bahkan melaju kencang dan menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 36-8.
Ketertinggalan 28 angka tak membuat Kosayu 2 patah semangat. Pada kuarter ketiga, Kosayu 2 justru bangkit dan secara mengejutkan memberondong 15 poin tambahan, sementara Kosayu 1 hanya mampu membalas 2 poin. Selisih angka pun berhasil dipangkas menjadi 15 poin saja (38-23).
Sayang, momentum kebangkitan Kosayu 2 harus terhenti di kuarter pemungkas. Ketenangan para pemain Kosayu 1 berhasil mengembalikan kendali permainan. Menambahkan 17 poin di sisa 10 menit terakhir, Kosayu 1 resmi menyegel kemenangan 55-34.
Kemenangan ini diwarnai performa impresif Bernadette Raynata Putrihant yang tampil sangat efisien dengan mencetak 23 poin hanya dalam rentang 23 menit waktu bermain.
.jpg)
Bernadette Raynata Putrihant (jersei terang) saat membela SMP Kolese Santo Yusup 1 Malang di gelaran puncak
Penampilan solid disempurnakan oleh Esther Sharon Emmanuela yang membukukan double-double lewat 4 poin, 12 rebound, dan 6 steal.
Kemenangan ini terasa spesial bagi head coach Kosayu 1, Deniver Brevas. Mengawali debut sebagai pelatih kepala tim SMP di ajang Junior DBL, ia harus bertarung melawan Kepala Pelatih Kosayu 2, Prasetya Citra Sukoco, yang tak lain adalah mentor utamanya saat mulai meniti karier kepelatihan.
"Jujur ini debut saya melatih di SMP dan Puji Tuhan langsung diberi rezeki juara. Melawan Kosayu 2 itu ada rasa sedihnya juga karena saya harus berhadapan dengan mentor saya sendiri yang dari awal mengajari saya melatih. Tapi kami harus profesional membela sekolah masing-masing," ungkap Coach Brevas usai laga.
Baca Juga: Preview dan Link Live Streaming Final Putri Junior DBL 2026 Malang
Kemenangan ini pun ia maknai bukan sebagai bukti bahwa dirinya lebih hebat dari sang mentor, melainkan bukti keberhasilan ilmu yang diajarkan oleh sang mentor.
"Bukan berarti saya lebih pintar dari beliau, tapi justru berarti mentor saya itu berhasil mendidik saya menjadi seorang pelatih. Ilmu yang beliau ajarkan benar-benar kepakai di lapangan," tambahnya.
Sempat dibuat khawatir ketika Kosayu 2 mulai memangkas selisih angka di kuarter ketiga, Coach Brevas membeberkan bahwa sistem permainan tim jadi kunci utama yang menjaga keunggulan anak asuhnya hingga peluit panjang.
Sebagai pelatih yang memiliki latar belakang sebagai penembak (shooter), Coach Brevas memoles timnya lewat porsi latihan keras, khususnya eksekusi tembakan jarak jauh serta teamwork yang solid.
"Saya pribadi sangat meredam gaya permainan one man show di tim. Saya kurang suka dengan pemain yang terlalu banyak bermain individu. Olahraga basket ini permainan tim, kalau satu menang, semua harus merasakannya. Kami melatih tembakan dan kerja sama tim secara intensif, dan anak-anak bisa menerapkannya dengan sangat baik di lapangan," jelas sang pelatih penuh bangga.

Pose Coach Deniver Brevas usai penerimaan medali Champion Junior DBL 2026 Malang
Menutup percakapan, Coach Brevas berpesan kepada seluruh anak asuhnya agar tidak berpuas diri dengan capaian sejarah ini.
"Jangan pernah puas dengan apa yang diraih sekarang. Gelar juara musim ini adalah awal, dan tugas kami selanjutnya adalah bekerja keras untuk mempertahankan piala ini di Junior DBL mendatang," pungkasnya.
Baca Juga: Berikut Nominasi MVP Junior DBL 2026 Malang Sektor Putra
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Statistik pertandingan ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)
Saksikan tayangan ulang livestream pertandingan lewat video di bawah ini: