Patricia Veliana dan anaknya, Nafis Raihan Arristo, akhirnya merasakan atmosfer DBL Arena untuk pertama kalinya.
Nafis merupakan salah satu anggota tim putra SMPN 35 Surabaya. Ini merupakan kesempatan pertamanya untuk membela tim sekolah. Kehadirannya di DBL Arena ditemani sang ibu yang selalu menyorakinya dari bangku tribun.
Melawan SMP Al Azhar 13 Surabaya pada putaran pertama, SMPN 35 Surabaya berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 27-8. Nafis sendiri turut berkontribusi dengan mencatat 2 poin dan 2 steal.
Momen ini akan menjadi kenangan indah yang spesial untuk Bu Veli. Sebab, ia sangat terpukau dengan euforia dan kemeriahan di DBL Arena.
Baca juga: Jari Dibalut Perban, Bukti Cinta Mati Zidane untuk Smekda
“Dredeg rasanya. Apalagi ada suporter dari Eagles Mania (julukan suporter SMPN 35 Surabaya) dan SMP Al Azhar 13 Surabaya juga. Belum lagi banyak orangtuanya juga,” cerita Bu Veli.
Bu Veli sendiri tampil totalitas untuk mendukung sang anak. Berada di bangku terdepan tribun, ia mengenakan bando custom serta memegang balon tepuk. Tidak jarang juga ia memberikan sorakan agar Nafis tetap semangat sepanjang laga.
“Bandonya punya bersama. Jadi ada koordinator yang bikin jadi supaya tiap suporter dapat yang sama. Gambar bandonya itu foto anak-anak yang daftar (di Junior DBL 2026 Surabaya),” jelas Bu Veli.
Berada di tribun DBL Arena sendiri merupakan suatu hal yang tidak pernah disangka-sangka oleh Bu Veli. Sebab, dulunya Nafis memilih untuk menekuni olahraga lain. Baru saat menduduki bangku kelas VII SMP, ia mulai mencintai olahraga bola basket.
Baca juga: Bimbing Al-Hikmah Usai Absen 20 Tahun, Marcellio Ach Uji Mental Tim

Nafis Raihan Arristo mengendalikan bola untuk SMPN 35 Surabaya di Junior DBL 2026 Surabaya
“Dulu anak saya sukanya sepak bola, tapi begitu kenal basket jadi malah keterusan dan lebih menekuni sekarang,” kata Bu Veli.
Setelah mengetahui anaknya mulai menyukai basket, Bu Veli langsung memberi dukungan penuh. Menurutnya, olahraga bola basket akan memberikan banyak dampak positif terhadap perkembangan sang anak.
“Basket itu olahraga suportif. Anak-anaknya juga selalu fokus untuk latihan setiap harinya. Pertemanannya juga lebih enak di basket,” ungkap Bu Veli.
Sebagai seorang ibu, Bu Veli ingin Nafis memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ia percaya bahwa kehadirannya di DBL Arena akan memacu energi Nafis di lapangan.
“Pasti berpengaruh untuk mental anak. Anak bisa semakin yakin untuk mencetak poin,” tegas Bu Veli.
Pertama kali terjun di panggung Junior DBL Surabaya, Nafis sudah bisa langsung memberikan permainan yang berarti untuk SMPN 35 Surabaya.
Ditambah dengan ramainya para suporter, Bu Veli yakin bahwa mereka bisa meroket jauh lebih tinggi di kesempatan berikutnya.
Di mana pun Nafis berada, sang ibu akan selalu menemani langkahnya. “Nafis, terima kasih sudah menyumbangkan poin. Kamu hebat. Kamu luar biasa!” tutup Bu Veli.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Tolak Turuti Rasa Lelah, Ultras Smekda Bawa Koreo "Lelah Itu Fana" ke DBL Arena
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)