Pertandingan antara SMA Gloria 2 Surabaya dan SMAN 19 Surabaya (Nexix’s) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Kamis, 3 September 2026, belum selesai ketika waktu normal berakhir. Kedua tim masih sama kuat 15-15 hingga kuarter keempat berakhir.
Nexix’s kembali tertahan 18-18 setelah overtime pertama. Pertandingan pun berlanjut ke overtime kedua sebelum Nexix’s akhirnya mengunci kemenangan 23-19.
Di tengah pertandingan yang berlangsung hingga enam kuarter itu, Georgina Anna Paulina Gasperz menjadi salah satu pemain yang terus terlibat dalam permainan Nexix’s. Ia menyumbangkan 8 poin, 7 rebound, dan 2 assist.
Namun, bagi Georgina, pertandingan tersebut tidak hanya tentang angka di papan skor. Ada peran yang sedang ia pelajari di dalam tim menjadi playmaker.
"Dulu fokusku di lapangan cuma rebound, muter, naik. Terus sekarang harus diubah mindset-nya buat jadi playmaker, buat bagi bola ke teman-teman biar bisa poin," ujarnya.
Baca juga: Racik Mimpi Jadi Kejayaan, Persembahan Nineteen Mania untuk Almamater
Perubahan itu tidak datang begitu saja. Georgina masih duduk di kelas XI dan sebelumnya lebih terbiasa memainkan peran di belakang. Musim ini, ia mulai mendapat kepercayaan lebih besar untuk membantu mengatur permainan dan membagi bola kepada rekan setim.
Ia pun masih merasa ada bagian yang perlu diperbaiki. Terutama ketika menghadapi tekanan lawan yang membuat aliran bola Nexix’s sempat tidak berjalan sesuai rencana.
"Tadi overtime-nya gara-gara Gloria juga nge-press kita. Kitanya langsung bingung lewatinnya gimana," tutur Georgina.
Dua kali overtime membuat pertandingan semakin menguras konsentrasi. Georgina melihat ada beberapa kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari Nexix’s, terutama ketika pertahanan mereka sempat terbuka dan beberapa foul justru memberikan keuntungan bagi lawan.
"Kesalahan dari kita kayak defense-nya bolong. Jadi kayak bolong tengah, terus kebanyakan foul," katanya.
Meski begitu, tekanan tersebut tidak membuat Georgina berhenti berkomunikasi. Dari posisi belakang, ia justru menjadi salah satu pemain yang terus mengarahkan rekan-rekannya.

Georgina Anna Paulina Gasperz (nomor punggung 1), pemain SMAN 19 Surabaya (Nexix's), mengawal pergerakan pemain SMA Gloria 2 Surabaya pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
"Kalau bola ke kiri, saya teriak, 'Ayo, kiri, kiri.' Ini dipress, dipress. Kalau ke kanan, ke kanan," jelasnya.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Vita dan Petra 5 Amankan Tiket ke Round 2!
Menurut Georgina, komunikasi menjadi penting karena permainan bisa berubah dalam hitungan detik. Ketika ada pemain lawan yang bergerak dan pertahanan harus berganti penjagaan, ia kembali mengingatkan rekan setimnya untuk melakukan change.
"Kalau bolong langsung, 'Ayo, change-nya. Dikuatin change-nya,'" lanjutnya.
Kemampuan tersebut tumbuh dari pengalaman yang cukup panjang bersama basket. Georgina mulai mengenal olahraga ini sejak duduk di bangku sekolah dasar. Awalnya, ia lebih dulu bermain futsal dan sempat mengikuti taekwondo sebelum akhirnya menemukan basket.
Momen yang membuatnya mulai tertarik datang ketika duduk di kelas IV SD. Saat pelajaran PJOK, ia mendapat materi basket dan mulai menikmati aktivitas menggiring bola.
"Dulu kelas 4 ada PJOK, basket. Itu langsung kayak, 'Wah, bolanya bisa langsung dribble,'" kenangnya.
Ketertarikannya kemudian semakin kuat karena dukungan sang ayah. Dari cerita ayahnya tentang basket, Georgina mulai memberanikan diri mencoba dan akhirnya memilih menekuni olahraga tersebut.
Baca juga: Bintang Jadi Starter, Belajar Jaga Tenang di Laga Ketat
Kecintaannya terhadap basket pun terus terbawa hingga SMP. Ketika masuk SMA, salah satu alasan Georgina memilih bergabung dengan Nexix’s adalah karena ia melihat perkembangan basket di sekolah tersebut.
"Masuk SMA enggak mau masuk 19 cuma lihat basketnya 19 bagus. Kirain kita join, saya join di 19," ujarnya.
Kini, basket menjadi bagian dari rutinitasnya. Nexix’s memiliki jadwal latihan hampir setiap hari, sementara Georgina juga bermain bersama klub Wira Muda Basket yang banyak diisi pemain dari SMAN 19 Surabaya.
Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu diisi dengan latihan atau sparing. Sementara Selasa dan Kamis digunakan untuk latihan fisik di sekolah.
"Kalau libur kayak waduh, ada yang kurang. Basket," katanya.
Di luar latihan sekolah dan klub, Georgina juga kerap bermain basket di Taman Apsari. Dari sana, ia bertemu pemain maupun pelatih lain yang turut memberikan masukan tentang cara bermain.
Baca juga: Home of The Dreamers: Yoel Ingin Tekuni Basket Berkat DBL East Java-North
Pengalaman itu ikut membentuk cara pandangnya terhadap permainan. Ia tidak hanya belajar bagaimana bertahan atau mengejar rebound, tetapi juga mulai memahami kapan harus membawa bola, kapan membagi operan, dan bagaimana membaca tekanan lawan.
Perjalanan itu belum selesai. Setelah pertandingan panjang melawan Gloria 2, Georgina justru pulang dengan catatan evaluasi baru untuk peran yang sedang ia jalani.
"Playmaker-nya mungkin next latihan juga harus diperbaiki lagi," ucapnya.
Enam kuarter pada akhirnya bukan hanya menjadi jalan menuju kemenangan 23-19. Bagi Georgina, pertandingan itu juga menjadi bagian dari proses untuk keluar dari peran lamanya dan belajar menjadi pemain yang lebih lengkap bagi Nexix’s.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Georgina Anna Paulina Gasperz bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMA Gloria 2 Surabaya vs SMAN 19 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).