Siapa yang tidak memiliki role model dalam hidupnya? Sebagian besar orang tentu memiliki sosok yang mereka jadikan panutan. Begitu pula dengan Oumar Garna Mahambera, pemain SMAN 5 Surabaya (Smala).
Saat ditemui usai pertandingan, siswa kelas XI yang akrab disapa Garna ini mengungkapkan bahwa Stephen Curry menjadi panutan terbesarnya dalam basket. Curry merupakan megabintang andalan Golden State Warriors yang sering mendapatkan julukan sebagai salah satu shooter terhebat dalam sejarah.
Baca juga: Dari Luka hingga Kejayaan, Dua Cerita Fiveouria untuk Smala
Garna mengatakan, dirinya menjadikan Stephen Curry sebagai panutan karena postur tubuh Curry yang relatif pendek untuk ukuran pemain basket profesional di NBA. Menurutnya, kondisi tersebut cukup menggambarkan dirinya yang juga tidak memiliki postur tubuh terlalu tinggi dan besar.
"Meski dia kecil, cara dia minta bola, dribble, dan shooting ini bener-bener bisa memukau banyak scouts di luar sana. Itu seperti mencerminkan aku yang anaknya juga kecil jadi cocok sama Stephen Curry," cerita Garna, Jumat, 4 September 2026.
Ia mengakui menerapkan beberapa gaya bermain Stephen Curry dalam pertandingan hari ini, mulai dari teknik shooting hingga cara mengumpan bola kepada rekan setim.
Baca juga: Feeling Datang pada Kuarter Kedua, Nicoletta Jalani Tahun Pertama Bersama Smala
Meski begitu, Garna merasa penampilannya masih belum maksimal karena ada satu hal yang belum berhasil diwujudkan, yakni mencetak poin melalui tembakan tiga angka.
Potret skuad putra SMAN 5 Surabaya abadikan momen saat resmi melaju ke Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North
Walaupun demikian, ia sukses mendapatkan spotlight di pertandingan hari ini berkat torehan 18 poin, 2 rebound, 2 assist, dan 5 steal setelah bermain selama 20 menit.
Berkat torehan itu, Garna berhasil antarkan skuad putra Smala amankan kursi di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North. Di pertandingan hari ini, putra Smala tundukkan SMA Porgresif Bumi Sholawat Sidoarjo dengan poin akhir 37-7.
Baca juga: Kembali ke Smala, Coach Barikh Tak Ingin Pemain Cepat Puas
“Sebelum naik ke arena, aku menekankan pada diri sendiri bahwa fisik dan mental harus siap. Jadi, rasa gugup saat bermain harus dihilangkan,” bebernya saat ditanya apa rahasia Garna untuk bisa ceploskan 18 poin hari ini.
Kesiapan tersebut Garna lakukan dengan pemanasan yang cukup lama. Ia memastikan seluruh bagian tubuh, dari atas hingga bawah, melakukan stretching dengan baik. Selain itu, saat sesi latihan, Garna juga mempersiapkan beberapa game move yang akan digunakannya dalam pertandingan.
"Yang paling utama adalah aku harus bisa bawa vibe yang positif. Jadi, saat di arena aku bisa melakukan yang terbaik," papar Garna.
Di akhir perbincangan, Garna mengatakan bahwa meski dirinya dan tim sudah memiliki chemistry yang baik, mereka akan terus memperkuat bonding. Hal tersebut dilakukan agar komunikasi dan koordinasi mereka di lapangan semakin efektif.
"Nanti setelah latihan kami akan nongkrong bareng atau bahkan sebatas ngobrol bareng biar kami semakin dekat satu sama lain," tutup Garna.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)