Kuarter pertama berjalan belum sesuai harapan SMAN 5 Surabaya (Smala). Menghadapi SMAN 1 Surabaya (Satoe) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Jumat, 4 September 2026, Smala justru harus menutup kuarter pembuka dengan keunggulan tipis 2-1.
Bagi Nicholetta Clarissa Karema, awal pertandingan itu terasa berbeda. Pemain kelas X tersebut mengaku belum mendapatkan sentuhan yang pas dengan permainan timnya.
"Enggak kesusahan sih, cuma taruh bolanya masih belum dapat feeling-nya. Jadi kayak awal kan tadi 2-1, harusnya bisa lebih dari itu," ujarnya.
Baca juga: Hampir Batal Tampil di DBL Karena Kecelakaan, Damar Justru Cetak Dua Digit Poin
Situasi mulai berubah ketika memasuki kuarter kedua. Smala mulai menemukan arah permainan. Operan menjadi lebih mengalir dan ritme yang sempat terasa sulit mulai bisa mereka kendalikan.
"Kuarter dua udah mulai nemu feeling-nya, terus mainnya juga lebih enak jadi lebih bisa mengalir gitu," kata Nicoletta.
Perubahan itu terlihat jelas di papan skor. Smala mampu menjauh pada kuarter kedua dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 14-2. Mereka kemudian terus menjaga jarak hingga kuarter ketiga dengan skor 27-4.
Nicoletta juga mulai lebih nyaman menjalankan perannya di lapangan. Bermain sebagai forward, ia beberapa kali terlibat dalam aliran serangan Smala. Hingga pertandingan berakhir, Nicoletta mencatat 7 poin, 3 rebound, dan 1 assist dalam 22 menit 50 detik bermain.
Baca juga: Dulu Bintang Smada, Kini Kevin Otniel Kembali ke DBL sebagai Pelatih Smala!
Namun, bukan serangan yang paling ia soroti dari penampilan Smala. Menurut Nicoletta, pertahanan menjadi bagian yang paling sesuai dengan rencana tim setelah mereka berhasil mengatasi permainan cepat Satoe.
"Defense-nya sih. Awal-awal memang sempat kebobolan karena pemainnya cepat juga. Tapi setelah udah ngatasi itu udah bagus banget, dapat terus intercept-nya, terus trap-nya," tuturnya.
Kecepatan Satoe memang sempat membuat Smala harus beradaptasi sejak awal. Nicoletta menyebut timnya tidak boleh membiarkan lawan mendapatkan poin dengan mudah.
"Yang pertama kan langsung kebobolan cepat gitu. Kayak harusnya enggak boleh gitu. Minimal kalau mau poin gitu harus ada effort-nya," ujarnya.
Baca juga: Smala DC Pamerkan Keindahan Papua, FxC Suguhkan Kejayaan Putri Kadita
Smala akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan 32-6. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan mereka ke Round 2. Bagi Nicoletta, kemenangan itu terasa lebih berarti karena ini merupakan tahun pertamanya tampil di DBL.

Tim basket putri SMAN 5 Surabaya (Smala) berfoto bersama tim dance, pelatih, kepala sekolah, dan suporter setelah memastikan lolos ke Round 2 pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Sebelum sampai di titik ini, basket bukan olahraga pertama yang ia tekuni. Nicoletta lebih dulu mengenal bulu tangkis ketika masih kecil. Ia bahkan sempat menekuninya hingga kelas VIII SMP sebelum akhirnya memilih basket.
"Dulu aku pas kecil badminton. Sampai kelas VIII sih aslinya. Ternyata kalau di jalan ini ternyata susah, terus berat latihannya. Tapi justru aku bersyukur karena dasar bulu tangkis itu yang bisa membantu aku ngangkat di basket ini," ucapnya.
Basket mulai benar-benar ia kenal ketika duduk di kelas VII. Saat sekolahnya tidak memiliki ekstrakurikuler yang ia cari, Nicoletta mencoba basket. Dari sekadar mencoba, olahraga itu perlahan menjadi sesuatu yang ingin ia jalani lebih serius.
"Aku sendiri baru mulai basket mulai banget itu kelas VII. Awalnya cuma main-main. Terus lama-lama jadi suka," katanya.
Ada alasan sederhana yang membuatnya bertahan. Bukan hanya permainan di lapangan, tetapi juga orang-orang yang ia temui di dalam tim.
"Di dalamnya juga kayak tim. Banyak, jadi bisa belajar banyak aja. Bisa buat aku disiplin, teamwork juga," ujarnya.
Baca juga: Menyatu dengan Fiveouria, Pak Dodeik: Tugas Kami Mendukung Smala!
Kini, Nicoletta menjalani tahun pertamanya di DBL bersama Smala. Kesempatan itu terasa spesial baginya karena sebelumnya ia belum pernah merasakan langsung bermain di ajang tersebut.
"First time banget di DBL. Jujur sedih banget sebelumnya di SMP enggak ikut. Jadinya senang banget bisa ikut main DBL, bawa anak-anak semua juga," tuturnya.
Pengalaman pertandingan sebelumnya juga membuatnya belajar mengubah cara bermain. Nicoletta merasa kini dirinya lebih tenang dan tidak lagi terlalu terburu-buru ketika berada di lapangan.

Nicholetta Clarissa Karema (27), pemain SMAN 5 Surabaya (Smala), menguasai bola saat menghadapi SMAN 1 Surabaya (Satoe) pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
"Mungkin lebih tenang. Enggak kayak terburu-buru gitu. Jadi banyak passing terus ngalirnya lebih lancar," katanya.
Ketenangan itu tidak hanya datang dari dirinya sendiri. Di lapangan, Nicoletta banyak berkomunikasi dengan pemain yang lebih senior, termasuk Bilqis yang kerap menjadi rekan bermainnya.
"Biasanya yang bawa bola itu Mbak Bilqis sama Aliyah. Tapi kebetulan tadi aku seringnya main sama Mbak Bilqis. Jadi Mbak Bilqis juga sering ngomongin aku," ujarnya.
Masukan dari para pemain senior menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya sebagai pemain kelas X. Setelah pertandingan, mereka juga kerap membicarakan situasi yang terjadi di lapangan untuk membantu pemain yang lebih muda memahami kesalahan dan memperbaikinya.
"Kayak kapan ngasih tahu, oh harusnya gini, gini, gini. Jadi bisa membantu kita memperbaiki kesalahannya supaya mainnya bisa lebih lancar dan enak," kata Nicoletta.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Smala dan Delapan Amankan Kemenangan Kedua
Persiapan Smala untuk DBL pun tidak sebentar. Mereka berlatih hampir setiap hari, kecuali Minggu. Nicoletta sendiri masih menambah latihan secara mandiri dengan skipping pada malam hari.
Sebelum pertandingan, suasananya justru dibuat lebih santai. Nicoletta dan rekan-rekannya biasa bernyanyi bersama untuk mengurangi rasa tegang sebelum masuk ke lapangan.
Kebiasaan kecil itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Smala hingga akhirnya mengamankan tiket Round 2. Setelah kemenangan atas Satoe, Nicoletta tidak ingin timnya terlalu lama larut dalam perayaan.
"Untuk selanjutnya kita harus mempersiapkan diri lebih. Kita juga belum tahu Round 2 lawannya siapa, jadi harus well prepared buat memperbaiki kesalahan-kesalahan kita," ujarnya.
Targetnya pun sudah terpasang. Sebagai pemain yang baru merasakan panggung DBL, Nicoletta ingin perjalanan pertamanya tidak berhenti di Round 2.
"Minimal banget Big Eight," ucapnya.
Masih ada banyak pertandingan yang harus dilalui. Namun bagi Nicoletta, 7 poin yang ia catat hari ini bukan sekadar angka di statistik. Ada proses menemukan feeling, belajar lebih tenang, mendengar masukan pemain senior, dan menikmati kesempatan yang akhirnya datang setelah sebelumnya hanya bisa melihat DBL dari luar.
Semua itu baru menjadi awal bagi perjalanan tahun pertamanya bersama Smala.
Baca juga: Kembali ke Smala, Coach Barikh Tak Ingin Pemain Cepat Puas
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Nicholetta Clarissa Karema bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMAN 1 Surabaya vs SMAN 5 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).