Ada yang berbeda dari tribun pendukung SMAN 2 Mojokerto (Buwitashakti) pada Sabtu, 5 September 2026. Youth Rhicond datang ke DBL Arena Surabaya bukan hanya dengan suara dan energi untuk mendukung tim putra-putri mereka. Dua koreografi sudah disiapkan untuk dua pertandingan yang berlangsung pada hari yang sama.
Tim putri lebih dulu menghadapi SMAN 20 Surabaya (Twenty). Di tribun, Youth Rhicond membentangkan koreografi yang terdiri dari tiga bagian. Dua kain berada di sisi kanan dan kiri, sedangkan bagian tengah menjadi pusat dari gambar yang mereka siapkan.
Mochammad Nabil Chrisnandra, pengusul ide sekaligus bagian kreatif Youth Rhicond, menjelaskan bahwa bagian pertama sengaja dibuat sebagai pengantar sebelum gambar utama diperlihatkan.
“Untuk konsep saya yang pertama saya bawa 3D satu yang berada di tengah, lalu dua taplak yang di situ sudah kami jahit untuk menjadi dua kain. Jadi ada kanan satu, kiri satu,” jelas Chrisnandra.
Pada lapisan pertama, dua kain tersebut menampilkan kalimat yang berbeda. Salah satunya bertuliskan “Tinggalkan jejak juang”, sementara bagian lainnya membawa tulisan “Untuk mengukir sejarah”.
Dua kalimat itu tidak berdiri sendiri. Youth Rhicond ingin menghubungkan keduanya dengan perjalanan yang sudah mereka lewati sejak awal berdiri hingga sekarang.
“Untuk artinya sendiri, di situ kami sudah melewati banyak-banyak hal dari angkatan pertama sampai sekarang. Makanya untuk layer kedua itu pencitraannya. Jadi, untuk penggambarannya ada satu tokoh. Nah, satu tokoh itu yang dimaksud dari kami Aris Manda,” ujar Chrisnandra.
Ketika kain dibalik, tulisan yang sebelumnya terlihat kemudian berubah menjadi gambar. Sosok Aris Manda muncul dengan bayangan yang dipenuhi anak panah.
“Di situ terdapat banyak panah yang menusuk. Nah, di situ artinya kami dari dulu memendam rasa perih untuk mengembangkan sampai saat ini. Jadi gambar pertama itu kan hanya biasa orang biasa. Untuk belakangnya ada bayangan-bayangannya,” lanjutnya.
Panah-panah tersebut menjadi gambaran dari jejak yang dimaksud dalam tulisan pada lapisan pertama. Ada masa yang harus dilewati sebelum Youth Rhicond bisa sampai pada titik sekarang.
“Jadi sebelum kami mencapai titik ini ada masa lalu yang cukup berat untuk kami lalui,” kata Chrisnandra.
Bagian tengah koreografi membawa gambaran yang berbeda. Sekilas terlihat abstrak, tetapi Youth Rhicond menyelipkan bentuk labirin sebagai gambaran mengenai berbagai rintangan yang ada di dalam perjalanan mereka.
“Jika dilihat dari orang awam ini memang abstrak. Jika dilihat dari isi kepalanya terdapat banyak rintangan seperti labirin. Jika perspektif dari jauh itu yang dimaksud,” jelasnya.
Warna emas yang digunakan pada koreografi tersebut juga memiliki arti tersendiri. Bagi Youth Rhicond, warna itu menjadi penanda perjalanan satu dekade mereka.
“Untuk pewarnaannya kami memakai pewarna untuk menunjukkan kesan emas. Jadi jika melihat dari perspektif jauh nanti akan kelihatan warna emas. Nah, untuk warna emas itu tersendiri mengingatkan bahwa sekarang adalah 10 tahun perayaan kami, anniversary satu dekade,” tuturnya.
Tepat pada 2 September 2026, Youth Rhicond memang genap berusia 10 tahun. Namun, perayaan satu dekade mereka tidak hanya berlangsung pada tanggal tersebut.
“Jika turun-temurun kami merayakan itu jaraknya satu minggu dari event-nya. Ini untuk acara di DBL untuk buat koreo. Ada acara lagi menyusul di sekolah,” ungkap Chrisnandra.
Koreografi tersebut dikerjakan sekitar satu minggu. Waktu pengerjaan yang terbatas membuat para anggota harus memanfaatkan waktu setelah kegiatan sekolah selesai.
“Biasanya kami mulai pengerjaan itu habis pulang sekolah. Untuk pulang sekolahnya tersendiri itu jam 15.00, 15.15. Nah, untuk waktu yang minim itu kami putuskan untuk lembur di sekolah sampai malam,” ceritanya.
Tidak jarang, pengerjaan bahkan berlanjut hingga para anggota harus menyiapkan kebutuhan untuk hari berikutnya.
“Kadang juga bawa ganti baju untuk seragam besok dititip di situ,” tambahnya.
Bagi Chrisnandra, proses itu terasa jauh berbeda dibandingkan masa awal Youth Rhicond. Jika dahulu mereka cukup kesulitan mendapatkan izin untuk kegiatan suporter, kini dukungan sekolah membuat mereka lebih leluasa mengembangkan kreativitas.
“Dari dulu kan seperti kita dapat izin sekolah dulu itu susah, tapi sekarang sudah enak. Sudah support guru-guru sama koordinatornya juga sudah bisa berkembang lebih jauh sampai di titik ini,” ujarnya.
Cerita belum berhenti pada koreografi untuk tim putri. Setelah pertandingan tersebut, Youth Rhicond kembali menyiapkan kejutan untuk tim putra Buwitashakti yang menghadapi SMAN 21 Surabaya.
Kali ini, seekor ular berukuran besar menjadi bagian utama koreografi 4D yang mereka bawa.
Kent Marvel Mahadi, pengusul ide sekaligus bagian kreatif Youth Rhicond, mengatakan ular tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Warna kuning emas kembali digunakan untuk menghubungkan koreografi dengan momen satu dekade Youth Rhicond.
“Kami memilih tema ular dengan koreografi ular dengan dominan warna kuning emas karena itu merupakan simbol dari kejayaan satu dekadenya Youth Rhicond,” jelas Kent.
Bentuk tubuh ular yang menjalar juga membawa pesan lain. Bagi Kent, gerakan tersebut menggambarkan semangat yang diharapkan dapat menyebar di antara suporter dan tim basket.
“Dengan bentuk badannya yang menjalar itu kita sama saja dengan ngasih semangat ke anak-anak suporter yang lain dan basket, semangat yang menjalar,” lanjutnya.
Sebelum ular tersebut muncul, Youth Rhicond lebih dulu memberikan gambaran melalui bagian depan koreografi. Setelah bagian tersebut diturunkan, barulah koreografi 4D menjadi kejutan di tribun.
Persiapan untuk koreografi kedua berlangsung sekitar dua minggu. Pengalaman dari musim sebelumnya membantu Youth Rhicond mengerjakan koreografi berukuran besar tersebut.
“Kalau dari pengalamanku untuk tahun kemarin itu kita pernah membuat koreografi 4D roket dengan ukuran lumayan besar juga. Selanjutnya di tahun ini saya enggak bingung untuk membuat koreo 4D lagi karena sudah tahu ukuran medan DBL-nya,” ujar Kent.
Bagian kainnya sendiri dikerjakan sekitar satu minggu. Lagi-lagi, waktu pengerjaan dimaksimalkan dengan dukungan dari sekolah.
“Alhamdulillah di tahun ini sekolah sangat mendukung untuk itu. Kita selalu dikasih dispensasi waktu untuk mengerjakan koreo. Anak-anak banyak yang lembur. Makanya bisa secepat itu ngerjain koreo,” katanya.
Dua koreografi tersebut tidak datang ke Surabaya dengan cara sederhana. Rombongan Youth Rhicond berangkat menggunakan sekitar 10 bus, sedangkan perlengkapan koreografi dibawa menggunakan satu truk.
Biaya untuk membawa perlengkapan itu pun berasal dari kas mereka sendiri. Setibanya di DBL Arena, kesibukan belum selesai. Para anggota harus memastikan koreografi dan berbagai kebutuhan teknis siap digunakan.
Bahkan, kesibukan tersebut membuat Chrisnandra tidak banyak merasakan euforia pertandingan dari tribun.
“Kalau saya sendiri kurang euforianya. Soalnya sibuk ngerjain proses koreo tadi dan teknisi,” katanya.
Meski begitu, dua koreografi telah menyampaikan cerita yang ingin mereka bawa. Koreo putri berbicara tentang jejak, perjuangan, rintangan, dan sejarah. Sementara koreo putra membawa ular emas sebagai simbol kejayaan dan semangat yang terus menjalar.
Keduanya menjadi bagian dari perayaan satu dekade Youth Rhicond. Namun, bagi mereka, satu dekade bukan alasan untuk berhenti.
Tim putra dan putri Buwitashakti sama-sama melangkah ke Round 2. Chrisnandra meminta para pemain tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut.
“Kalau pesan dari saya, dari suporter, jangan puas dulu. Masih perjalanan kita masih panjang. Masih panjang jalan yang perlu dikejar,” pesannya.
Kent juga membawa pesan yang sama untuk tim putra. Selama Buwitashakti masih melanjutkan perjalanan, Youth Rhicond ingin tetap berada di belakang mereka.
“Tim putra basket tetap semangat. Jangan pantang menyerah karena kita selalu mendukung untuk tim basket maupun putra putri yang terbaik lah intinya. Dan untuk koreografi suporter kita, kita berikan terbaik untuk tim basket putra dan putri,” tutup Kent.
Satu dekade Youth Rhicond akhirnya dirayakan lewat dua koreografi dalam satu hari. Dua bentuk yang berbeda, dua cerita yang berbeda, tetapi keduanya berdiri untuk hal yang sama menemani Buwitashakti melanjutkan perjalanan.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMAN 2 Mojokerto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).