Si Unyil pernah menjadi bagian dari masa kecil banyak orang Indonesia. Karakter dengan baju merah itu kini mungkin tak lagi sering muncul di layar, tetapi Xynergy, tim dance SMA Gloria 1 Surabaya, memilih membawanya kembali lewat panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North saat mendampingi tim basket putra mereka.
Bukan tanpa alasan Xynergy menjatuhkan pilihan pada Petualangan Si Unyil. Dari banyaknya tayangan dan karakter Indonesia yang bisa diangkat, Hanna Rebecca Tjin dan Sharon Zaneta Sugiharto justru melihat Si Unyil sebagai sesuatu yang mulai jarang dikenal oleh generasi sekarang.
“Pas kita cari-cari konsep, tiba-tiba kita kepikiran bareng, gimana kalau Si Unyil? Soalnya pasti masih banyak yang nggak tahu,” ujar Hanna.
Xynergy kemudian menjadikan penampilan mereka sebagai cara untuk mengenalkan kembali Si Unyil. Mereka ingin penonton yang mungkin belum pernah mengenalnya bisa mengetahui karakter tersebut lewat dance.
Pilihan itu terasa menarik karena Hanna dan Sharon sendiri tidak benar-benar tumbuh bersama tayangan tersebut. Mereka hanya sempat menontonnya sedikit ketika masih kecil.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Putra Smanda dan Gloria 1 Tampil Dominan!
Si Unyil bahkan sudah hadir jauh sebelum mereka lahir. Jarak generasi tersebut justru membuat mereka ingin membawa karakter lama itu ke panggung dengan cara yang lebih dekat dengan dunia mereka.
Tak berhenti pada karakter, Xynergy juga mencoba menghadirkan nuansa Indonesia melalui musik dan kostum. Salah satu bagian koreografi menggunakan lagu berjudul Sik Sik Sibatumanikam asal Sumatera Utara, yang mereka pilih karena memiliki nuansa tradisional sekaligus terasa menyenangkan untuk dibawakan.
“Karena seru dan tradisional banget. Itu juga lagu Indonesia, jadi pas dengar lagunya kita langsung kayak have fun,” tutur Sharon.
Kostum pun mereka rancang sendiri. Proses desain memakan waktu hampir dua minggu, sedangkan keseluruhan proses hingga jahit berlangsung lebih dari sebulan.
Detail penampilan juga mereka pikirkan satu per satu. Manik-manik pada makeup disusun sendiri tanpa aturan khusus, sementara rambut dihiasi tinsel berwarna emas agar detailnya lebih terlihat ketika tampil.
Baca juga: Moana Berlayar, Pak Soegiarto Tumbuh dalam Ingatan Smanda Force
Persiapan sebelum tampil bahkan bisa memakan waktu sekitar lima jam. Bagian rambut menjadi salah satu yang paling lama karena tinsel harus dipasang satu per satu dari akar rambut.
Di atas panggung, Xynergy juga menantang diri dengan gerakan yang belum terlalu familiar. Pada bagian akhir koreografi, mereka menggunakan locking, sebuah gaya dance yang banyak memainkan gerakan tangan dan kaki dengan hentakan serta jeda yang cepat.
“Awalnya agak bingung karena kita jarang yang bisa locking. Tapi kita pelajari terus, kita berusaha, dan akhirnya puji Tuhan bisa,” kata Hanna.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, latihan Xynergy dilakukan secara rutin. Dari yang awalnya dua sampai tiga kali dalam sepekan, intensitas latihan meningkat menjadi hampir setiap hari. Sekali latihan bisa berlangsung sekitar tiga jam.
Xynergy tidak sekadar menampilkan karakter yang mereka kenal dari masa kecil. Mereka mencoba memperkenalkan kembali Si Unyil kepada penonton dengan cara mereka sendiri melalui musik, kostum, dan gerakan yang mereka bawa ke AQUA DBL Dance.
Baca juga: Coach Felix Sambut Baik Regulasi 1-on-1 Free Throw Rule di DBL East Java-North
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)