Tahun 2019 menjadi peramu strategi salah satu tim DBL East Java-North, musim 2026 menjadi nakhoda kapal tim DBL West Java-East. Adalah Handika Priya Saputra, kepala pelatih tim putri SMA BPK Penabur Cirebon di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.
Ya, ini jadi momen kembalinya coach Handika pada ekosistem liga DBL. Sebelumnya, sang pelatih tercatat sebagai kepala pelatih SMA IPH West Surabaya di ajang DBL East Java-North 2019.
“Bisa dibilang ini saya balik lagi ke kompetisi DBL. Karena tahun 2019 saya sempat jadi pelatih di DBL Surabaya dan sekarang diberi kesempatan untuk menjadi pelatih di tim Penabur Cirebon,” ujarnya.
Basket sudah seperti jalan hidup yang sudah ditakdirkan oleh coach Handika. Sebelum menjadi pelatih, coach Handika sempat merasakan ketatnya persaingan sebagai atlet basket profesional. Kala itu ia membela tim Bimasakti Malang pada ajang NBL 2010 sampai 2015.
“Sebenarnya sudah dari sebelum NBL Indonesia ya. Sempat main waktu masih IBL, terus lanjut sampai NBL dan sampai 2015 selesai. Setelah itu sudah nggak jadi pemain profesional lagi. Dapat tawaran pekerjaan akhirnya memutuskan buat bekerja saja,” ungkapnya.
Meski sudah sempat bekerja kantoran, gairahnya untuk terus bermain basket masih besar. Beberapa kali coach Handika tetap hadir di lapangan hanya untuk sebatas mencari keringat.
“Saya terus tertarik untuk mencoba melatih. Awalnya ya melatih anak-anak kecil gitu, mengajarkan ke mereka bagaimana untuk suka dulu di basket. Akhirnya dapat tawaran dan ya sekarang justru berkarya di Jawa Barat,” ucapnya.
Ada satu hal yang terus membuat semangatnya melatih tak pernah surut. Coach Handika belajar dan mengejar pengalaman.
“Saya punya prinsip ilmu itu bisa datang dari siapa saja. Dan saya sebagai pelatih harus terus belajar dan berkembang. Karena saya percaya dari setiap perjalanan atau kesempatan yang diberikan, selalu ada hal yang bisa saya pelajari dan jadikan itu sebagai pengalaman,” ceritanya.
Coach Handika juga menambahkan, “Sekarang kan basket juga sudah sangat jauh berkembang. Kita nggak bisa tuh menerapkan beberapa hal lama kepada anak-anak. Harus juga ikut adaptasi juga pelatihnya,”
Sudah pernah merasakan atmosfer DBL East Java dan sekarang merasakan DBL West Java, coach Handika tetap punya sudut pandang yang sama tentang DBL.
“Menurut saya DBL ini tetap jadi muaranya anak-anak main basket. Antusiasnya di sini (Bandung) sama waktu saya di Surabaya juga sama. Semua berlomba-lomba buat kasih yang terbaik untuk sekolahnya,” tandasnya.
Coach Handika berhasil membawa tim putri Penabur Cirebon memulai perjalanan musim ini dengan gemilang. Inez Welly dan kawan-kawan menang 48-6 dari SMAN 1 Bandung. Inez menjadi pengumpul angka terbanyak dengan raihan 16 poin dan 5 steal. Inez memasukkan 8 dari 11 kali percobaan tembakan dua angka (72 persen).
Profil Handika Priya bisa kalian cek di bawah ini.