Sebuah bintang muncul lebih dulu. Kemudian rantai ikut terangkat. Setelahnya, pohon beringin, banteng, serta padi dan kapas mengambil bagian dalam gerakan para dancer Clique, tim dance pendamping putri SMA St Louis 1 Surabaya.
Jika dilihat satu per satu, semuanya seperti properti yang berdiri sendiri. Namun, benda-benda itu ternyata punya hubungan.
Pada penampilan AQUA DBL Dance 2026 East Java-North dengan tema 100% Indonesia, Clique membawa cerita tentang Garuda. Bukan hanya sosok burungnya, tetapi juga perisai dan lima sila yang melekat di dalamnya.
Bukan hanya bentuk burungnya. Clique mencoba mengenalkan bagian-bagian yang ada di dalamnya melalui properti yang mereka bawa.
Baca juga: Kecak, Janger, hingga Hanoman, Cerita Bali yang diangkat Clique di DBL Dance
Bintang menjadi representasi sila pertama, rantai untuk sila kedua, pohon beringin mewakili sila ketiga, banteng untuk sila keempat, sementara padi dan kapas menjadi bagian dari sila kelima. Semua kemudian dipertemukan dalam satu penampilan.

Clique menampilkan pohon beringin yang menjadi bagian dari konsep Garuda dalam penampilan AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
"Kalau dari kita sebenarnya ini first pick juga. Dari brainstorming sama coach, terus coach bilang kayaknya kita cocok di Garuda. Kita mikir, boleh juga karena yang punya Garuda dan lambangnya Garuda itu kan cuma Indonesia. Jadi kayak unik nih," ujar Livia Asha Budiman, captain Clique.
Pilihan tersebut kemudian mereka kembangkan sejak Juli. Awalnya, waktu lebih banyak digunakan untuk menyusun konsep sekaligus latihan dance, sebelum pengerjaan properti ikut berjalan.
Baca juga: Dekat dengan Keseharian, Glowrion Jadi Ojek Online di AQUA DBL Dance
Ada properti yang dibuat sendiri oleh anggota Clique. Bintang, pohon beringin, perisai, hingga padi dan kapas menjadi beberapa bagian yang mereka kerjakan bersama.
Prosesnya tidak selalu berjalan mulus. Latihan dan pengerjaan properti terkadang harus berbagi waktu, sementara kemampuan setiap anggota dalam dance juga berbeda sehingga menyatukan gerakan menjadi tantangan tersendiri.
"Kalau hambatan sih pasti ada karena kan beda-beda anaknya. Yang paling banyak itu cari waktu. Kita kan harus latihan, harus kerjain properti bareng semua. Jadi kadang bikin properti sama latihan dance sendiri itu bentrok," tutur Livia.
Meski begitu, proses tersebut tetap berjalan beriringan. Properti mulai dikerjakan sekitar Agustus, sementara kostum sudah mulai digambar sejak awal bulan yang sama.
Baca juga: Alamort Kemas Topeng Malang dengan Sentuhan Modern di AQUA DBL Dance
Salah satu anggota Clique, Adelyn, menjadi bagian yang mengerjakan gambar pada kostum. Desainnya kemudian baru benar-benar ditetapkan sekitar pertengahan Agustus.
Kostum itu pun tidak dibuat sekadar untuk mempercantik penampilan. Ada detail yang mengambil bentuk bulu Garuda, lengkap dengan unsur merah putih dan lambang yang masih berkaitan dengan konsep mereka.

Clique membawa properti padi dan kapas sebagai bagian dari konsep Garuda dalam penampilan AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan.
Semakin dekat dengan hari penampilan, latihan Clique juga semakin padat. Pada awal persiapan, mereka berlatih sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu, kemudian meningkat menjadi tiga kali seminggu ketika pertandingan semakin dekat.
Bahkan pada pekan terakhir, latihan dilakukan hampir setiap hari.
Baca juga: Carabosse Bawa Racikan Lintang Kemukus Hingga Kecak di AQUA DBL Dance!
Di tengah padatnya persiapan itu, Livia punya cerita sendiri. Tahun ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di DBL Dance setelah sebelumnya hanya berada di tribun sebagai penonton.
"Deg-degan. Karena kelas X kan saya ikut di tribun. Terus kayak, oh keren ya kayaknya kalau ikut dance," kata Livia.
Keinginan itu sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sejak SMP, Livia sudah mengikuti ekstrakurikuler modern dance, meski belum pernah merasakan panggung kompetisi sebesar DBL.
Kesempatan itu datang ketika ia duduk di kelas XI. Setelah mengikuti seleksi di sekolah, Livia akhirnya masuk ke dalam Clique dan mulai menjalani proses yang berbeda.
Bukan hanya belajar gerakan, tetapi juga menyesuaikan diri dengan anggota lain dan ikut membangun satu penampilan dari awal.

Clique menggunakan rantai sebagai bagian dari konsep Garuda dalam penampilan AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Baca juga: Hidupkan Lagi Si Unyil, Xynergy Bawa Nostalgia ke AQUA DBL Dance
Hari penampilan akhirnya tiba. Setelah melalui berminggu-minggu persiapan, kostum dan properti yang mereka kerjakan bersama akhirnya digunakan dalam penampilan Clique.
Setelah semua gerakan selesai, ada rasa lega yang dirasakan Livia. Bagi dia, apa pun hasil dari penampilan tersebut tetap menjadi bagian dari proses yang sudah mereka jalani bersama.
"Kalau sudah tampil itu ya sudah. Mau jelek maupun baik itu diterima. Itu hasil latihan kita sendiri," ujarnya.
Pada akhirnya, Clique tidak hanya ingin penonton melihat bintang, rantai, pohon beringin, banteng, dan padi kapas sebagai properti. Mereka ingin setiap bagian itu terbaca sebagai satu kesatuan, sebuah lambang Indonesia yang mereka pilih untuk bercerita lewat gerakan, kostum, dan properti.
Baca juga: Tak Pernah Monoton, Diamond Fox Crew Pamer 3 Kostum Berbeda di AQUA DBL Dance
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMA St Louis 1 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).