Bali selama ini lekat dengan bayangan tempat wisata. Namun, Clique punya cara berbeda untuk memperkenalkan pulau tersebut lewat panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-North, Kamis, 10 September 2026.
Tim dance pendamping tim putra SMA St Louis 1 Surabaya itu membawa beragam unsur budaya Bali dalam penampilannya. Lovelia Fritzie Vendigo atau Love, selaku ketua Clique, mengatakan ide tersebut memang sudah mereka pilih sejak awal.
"Setelah kita banyak diskusi dengan yang lain pilihan kita langsung Bali. Kita memang mau memperkenalkan keragaman kebudayaan Bali. Di penampilan kita tadi misalnya ada Tari Kecak yang merupakan salah satu yang ikonik dari Bali," ujar Love.
Baca juga: Carabosse Bawa Racikan Lintang Kemukus Hingga Kecak di AQUA DBL Dance!
Tak berhenti pada Kecak, Clique juga memasukkan Tari Janger dengan penggunaan kipas serta karakter Hanoman dalam penampilan mereka. Bagi Love, berbagai unsur tersebut menjadi cara untuk mengenalkan Bali secara lebih luas kepada penonton.
"Banyak orang luar itu tahu kayak, oh Indonesia itu Bali. Jadi kita ingin memperkenalkan lebih dalam. Kita juga mau kasih tahu kalau Bali itu bukan hanya tempat wisatawan, tapi juga memiliki kebudayaan yang banyak," lanjutnya.

Clique membawakan gerakan Tari Janger menggunakan kipas dalam penampilan AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Cerita tersebut kemudian diperkuat melalui kostum dan properti. Kostum yang dikenakan anggota Clique memadukan berbagai unsur busana khas Bali. Warna-warni pada kostum mereka juga dipilih untuk menggambarkan karakter Bali, sementara bagian putih terinspirasi dari penampilan penari Kecak.
Baca juga: Hidupkan Lagi Si Unyil, Xynergy Bawa Nostalgia ke AQUA DBL Dance
Karakter Hanoman dibuat semakin kuat lewat bulu, topeng, hingga softlens merah yang digunakan seluruh anggota.
"Kalau bulu ini bulu Hanoman. Terus softlens merah juga menggambarkan Hanoman biar lebih serem," kata Love.
Properti lain juga punya perannya masing-masing. Ada box yang menjadi bagian dari koreografi hingga unsur AQUA yang mereka hubungkan dengan laut Bali. Penampilan kemudian ditutup dengan kemunculan Barong.
"Properti kita itu ada box. Terus pas pintunya kita nunjukin kayak oh Bali itu memang seindah itu. Selain itu juga ada AQUA karena Bali kan terkenal lautnya dan segala hal. Habis itu ending-nya ada Barong karena Barong juga memang salah satu ciri khas Bali," jelasnya.
Baca juga: Tak Pernah Monoton, Diamond Fox Crew Pamer 3 Kostum Berbeda di AQUA DBL Dance
Semua bagian tersebut disiapkan selama sekitar 2 hingga 3 bulan. Waktu itu mereka gunakan untuk merancang konsep, menyiapkan kostum, hingga berlatih berbagai perpindahan dalam koreografi.
Salah satu bagian yang membutuhkan latihan cukup panjang adalah ketika Love harus naik ke atas dalam penampilan. Di penampilan itu perlu memastikan timing naik dan turun sudah tepat.
"Untungnya sih enggak takut karena kita memang sudah latihan beberapa bulan untuk kapan timing-nya naik dan segala hal seperti itu. Jadi kita tahu kapan naiknya dan kapan turunnya supaya lebih aman," tuturnya.
Baca juga: Puri Is Possible Bawa Identitas Mojokerto Lewat Tarian Bertema Majapahit
Persiapan juga tidak selalu berjalan mudah. Kostum menjadi salah satu tantangan karena harus dibuat dengan cara disambung. Beberapa perpindahan gerakan juga sempat terasa tricky, terutama ketika mereka harus mengambil kipas dan melakukan pergantian bagian kostum.
Konsep tersebut mereka susun bersama coach. Setiap anggota turut memberikan pendapat sampai akhirnya mereka sepakat membawa Bali ke panggung.
Bagi Love, penampilan tahun ini juga terasa berbeda dibandingkan DBL sebelumnya. Ia menilai konsep yang sekarang membutuhkan stamina lebih kuat karena koreografinya juga memiliki karakter yang berbeda.
"Jujur beda sih, beda banget. Menurut saya ini lebih susah karena harus staminanya juga harus kuat. Tema kami tahun lalu juga berbeda lebih sangar, sedangkan yang tahun lalu anggun banget," ujarnya.
AQUA DBL Dance 2026 East Java-North sekaligus menjadi penampilan terakhir Love bersama Clique sebagai siswi kelas XII. Menariknya, SMA St Louis 1 Surabaya memiliki dua tim dance, masing-masing untuk mendampingi tim putra dan putri.

Clique membawakan gerakan bernuansa Tari Kecak dalam penampilan AQUA DBL Dance 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Seluruh anggota Clique pendamping tim putra yang tampil tahun ini juga berasal dari kelas XII.
Di penghujung perjalanannya bersama Clique, Love ingin penampilan mereka meninggalkan pemahaman lain tentang Bali bagi penonton. Menurutnya, keindahan Bali tidak hanya datang dari tempat-tempat yang biasa dilihat wisatawan.
"Bali itu bukan cuma tentang tempat wisata. Bali juga punya keindahan alam yang Tuhan kasih. Selain itu, kebudayaannya juga punya makna yang dalam dan keindahan tersendiri. Jadi, kami ingin memperkenalkan Bali lebih dari sekadar tempat wisata," ungkap Love.
Baca juga: Cedera Ankle, Maria Yemima Banting Setir dari Basket ke Tim Dance
Lewat perpaduan Kecak, Janger, Hanoman, hingga Barong, Clique mencoba membawa penonton mengenal Bali dari sisi yang lebih beragam. Bukan hanya tentang destinasi wisata, tetapi juga budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil SMA St Louis 1 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).