ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Myrza Amelia Yasmine (nomor punggung 9), pemain SMAN 4 Sidoarjo (Sekawan), menggiring bola saat menghadapi SMAN 2 Jombang (Sabers) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Kamis, 10 September 2026.

Tidak mudah bagi SMAN 4 Sidoarjo (Sekawan) untuk menyiapkan tim basketnya. Di tengah perjalanan menuju Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, mereka harus berlatih dengan fasilitas yang terbatas di sekolah.

Sekolah mereka memang memiliki lapangan basket. Namun, area yang bisa digunakan hanya sebagian karena bagian lainnya telah dimanfaatkan sebagai ruang kelas. Kondisi permukaan lapangan juga membuatnya belum dapat menjadi tempat latihan utama bagi tim.

Kondisi tersebut turut mewarnai perjalanan putri Sekawan ketika menghadapi SMAN 2 Jombang (Sabers) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Kamis, 10 September 2026. Sekawan harus mengakui keunggulan Sabers dengan skor 9-26.

Baca juga: Sempat Gugup, Dareen Kim Sukses Catatkan Performa Memukau di Laga Debutnya!

Myrza Amelia Yasmine menjadi salah satu pemain yang membantu Sekawan sepanjang pertandingan. Bermain selama 34 menit 7 detik, ia mencatatkan 2 poin, 7 rebound, dan 2 assist.

Hasil tersebut belum sesuai dengan harapan Myrza. Ia merasa permainan Sekawan belum berjalan seperti yang diinginkan. Menurutnya, rasa kurang percaya diri dan porsi latihan yang belum maksimal ikut memengaruhi permainan tim.

"Mainnya itu kayak enggak sesuai ekspektasi. Enggak tahu kadang-kadang takut duluan atau teman-teman kurang PD (percaya diri) itu aja. Terus mungkin porsi latihannya juga kurang, jadi ya kurang aja," katanya.

Kesempatan Sekawan untuk berlatih bersama memang tidak selalu banyak. Karena lapangan di sekolah belum dapat digunakan secara maksimal, mereka biasanya menyewa lapangan di luar sekolah, seperti di kawasan Siwalan Panji atau Pondok Mutiara.

Baca juga: Davin dan Juan, Kakak Adik yang Kompak Bawa Petra 5 Tembus Round 2!

Latihan bersama tim biasanya dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Sabtu. Dalam satu sesi, mereka berlatih sekitar 2 jam. Namun, Myrza menyebut tidak setiap sesi dapat diikuti seluruh pemain secara bersamaan.

"Dari seminggu itu cuma satu hari yang full tim. Bahkan ada seminggu yang lainnya itu enggak ada. Jadi cuma empat orang, termasuk saya," tuturnya.

Bagi Myrza, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Sekawan. Ketika jumlah pemain yang hadir tidak lengkap, mereka tidak bisa mendapatkan suasana latihan yang sama seperti ketika seluruh anggota tim berkumpul.

Myrza Amelia Yasmine (nomor punggung 9), pemain SMAN 4 Sidoarjo (Sekawan), berusaha menguasai bola di tengah penjagaan pemain SMAN 2 Jombang (Sabers) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Komunikasi antarpemain pun menjadi salah satu hal yang ingin diperbaiki. Myrza mengatakan, ia dan rekan-rekannya tetap berusaha saling mengingatkan mengenai latihan melalui grup tim.

Baca juga: Dulu Nonton Koko Bertanding, Kini Kenzo Punya Mimpi yang Sama

Di sisi lain, persoalan tempat latihan sudah cukup lama menjadi bagian dari perjalanan Sekawan.

Lapangan yang tersedia di sekolah sebenarnya masih memiliki ring basket sejatinya. Namun, kondisi permukaannya membuat pemain harus lebih berhati-hati ketika menggunakan.

Namun, kondisi itu tak menghalangi semangat mereka untuk memberikan hasil terbaik bagi sekolah.

Karena itu, menyewa lapangan menjadi pilihan Sekawan agar tetap memiliki tempat untuk menjalani latihan. Myrza sendiri juga berusaha menambah waktu bermainnya melalui klub Estrella di Sidoarjo.

Beberapa pemain Sekawan lainnya juga mengikuti latihan klub. Bagi Myrza, tambahan latihan tersebut menjadi salah satu cara untuk tetap menjaga rutinitas bermain di luar jadwal latihan bersama tim sekolah.

Selama menempuh DBL East Java-North pun, peran sekolah sangat besar. Para suporter dan guru beberapa kali terlihat hadir mendampingi kedua tim bsket.

Baca juga: Basket yang Awalnya Vallerie Takuti Kini Jadi Cerita Bersama Papa

Basket sendiri sudah menjadi bagian dari perjalanan Myrza sejak duduk di kelas VIII SMP. Ketertarikannya bermula dari kebiasaan bermain bersama tetangga ketika masih kecil. Ia sempat lebih dulu mengikuti olahraga bulu tangkis sebelum akhirnya beralih menekuni basket.

Setelah masuk SMP, Myrza mulai mengikuti kegiatan basket dan menjalani pertandingan pertamanya bersama SMPN 4 Sidoarjo. Dari sana, ia terus melanjutkan perjalanannya hingga bergabung dengan Sekawan dan tampil di DBL selama dua musim berturut-turut.

Ada satu hal lain yang membuat Myrza masih bertahan di basket sampai sekarang. Bukan hanya pertandingan, tetapi juga orang-orang yang ia temui selama menjalani olahraga tersebut.

"Jujurnya gara-gara teman-temannya banyak. Kita bisa kenal dari tempat-tempat lain, sekolah lain itu. Cuma memang untuk konsisten itu susah," ungkapnya.

Perjalanan Sekawan juga tidak dimulai dari generasi Myrza saja. Ia masih mengingat perjuangan pemain-pemain sebelumnya yang pernah membawa Sekawan melangkah lebih jauh. Saat duduk di kelas X pada 2024, Sekawan bahkan berhasil mencapai playoff.

Kini, ketika beberapa pemain tersebut telah lulus, Myrza bersama rekan-rekannya mencoba meneruskan perjalanan tim. Tantangannya berbeda, tetapi keinginan untuk tetap bermain bersama masih sama.

Baca juga: Kisah Kennard dan Kayleen, Kakak Adik yang Raih Mimpi Bersama untuk Petra 1

Hasil di Round 2 kali ini menjadi bahan evaluasi bagi Sekawan. Myrza melihat masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya, terutama komunikasi dan keseriusan dalam menjalani latihan.

Ia berharap latihan berikutnya dapat dijalani dengan lebih serius dan diikuti lebih banyak pemain. Bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi agar waktu latihan yang sudah dimiliki Sekawan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Jadi nambah porsi latihan, diniatin. Kalau enggak ada apa-apa itu tetap datang. Jangan banyak izin," tegasnya.

Keterbatasan tempat latihan menjadi bagian dari perjalanan Sekawan yang harus mereka jalani bersama. Lapangan sekolah belum dapat digunakan secara penuh dan kesempatan untuk berlatih dengan tim lengkap juga tidak selalu datang.

Namun, Myrza tidak ingin kondisi tersebut membuat perjalanan basketnya bersama Sekawan berhenti. Ia berharap timnya bisa tampil lebih lepas pada pertandingan berikutnya, sembari terus membenahi hal-hal yang masih kurang.

Baca juga: Kembali Melantai Usai Cedera, Kennard Susanto Bangun Kepercayaan Diri

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Myrza Amelia Yasmine bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS