ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Twyster menampilkan koreografi kertas di tribun sebagai bentuk dukungan untuk tim basket SMAN 20 Surabaya (Twenty), dengan visual yang menjadi bagian dari konsep “Kenangan Manis” pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 19 September 2026.

Ada cerita yang ingin disampaikan Twyster saat mendampingi tim putra SMAN 20 Surabaya (Twenty) menghadapi SMA Gloria 1 Surabaya di DBL Arena Surabaya, Sabtu, 19 September 2026.

Bukan hanya melalui chant dan dukungan dari tribun, tetapi lewat sebuah koreografi yang disiapkan khusus untuk pertandingan tersebut.

Kali ini, Twyster memilih lagu Kenangan Manis milik Pamungkas sebagai dasar konsep. Lagu tersebut menjadi bagian penting dalam visual yang mereka siapkan.

Di tengah tribun, Twyster menampilkan gambar yang berkaitan dengan Pamungkas. Sementara kertas di sisi kanan dan kiri digunakan untuk membentuk rangkaian visual. 

Baca juga: Semangat Juang The Headless Horseman dalam Koreo Twyster untuk Twenty

Ilustrasi Pamungkas memegang gitar menjadi visual utama dalam koreografi Twyster di tribun.

Pemilihan lagu itu bukan tanpa alasan. Pertandingan melawan Gloria 1 menjadi bagian terakhir Twenty di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North.

Karena itu, Twyster ingin membawa suasana perpisahan melalui koreografi yang tetap berkaitan dengan perjalanan mereka mendampingi tim basket Twenty.

"Karena ini match terakhir kami, kita mengambil dari lagu Kenangan Manis dari Pamungkas. Lagu itu menceritakan rasa rindu dan kebahagiaan atas kebersamaan yang pernah kita lalui bersama. Jadi, kita mengibaratkannya sebagai momen perpisahan atau match terakhir dari perjalanan basket Twenty," ujar Nabil Khusthar, ketua Twyster.

Konsep tersebut kemudian dituangkan ke dalam beberapa bagian kertas yang ditempatkan di tribun. Twyster juga menambahkan gambar Pamungkas pada bagian tengah.

Baca juga: Usai Membelah Laut, Twyster Bawa Musa Rayakan Kemenangan Twenty

Elemen tersebut menjadi bagian visual yang menguatkan hubungan antara koreografi dan lagu yang dipilih.

Persiapannya dilakukan selama sekitar dua hari. Setelah pertandingan pada Rabu, Twyster mulai melakukan penyetelan koreografi pada Kamis dan Jumat.

Mereka kemudian melakukan finishing pada Sabtu pagi sebelum koreografi dibawa ke tribun saat pertandingan berlangsung.

Proses persiapannya tidak hanya berkaitan dengan membuat desain. Twyster juga harus memastikan ratusan kertas dapat bergerak sesuai instruksi.

Baca juga: Lanjutkan Tema Mesir Kuno, Twyster Bawa Musa Membelah Laut ke Tribun

Sebelumnya, mereka melakukan sosialisasi di sekolah untuk menjelaskan cara memegang dan menggerakkan kertas kepada para suporter.

"Jadi sebelumnya kita juga mengadakan sosialisasi di sekolah. Kita mempraktikkan gimana cara memegang kertas kanan dan kiri. Setelah dibagikan, kita menunggu instruksi dari capo. Ketika kertas diangkat, kita angkat. Ketika kertas turun, kita turunkan," jelas Nabil.

Koordinasi juga dilakukan melalui forum yang melibatkan anggota Twyster. Setiap anggota diberi kesempatan menyampaikan ide sebelum konsep yang dianggap paling sesuai dikumpulkan dan digunakan.

Cara tersebut membuat proses pembuatan koreografi tidak hanya dikerjakan oleh satu atau dua orang.

Suporter Twyster bersorak bersama dari tribun saat memberikan dukungan untuk tim basket Twenty.

Baca juga: Musa, Padang Pasir, dan Unta 4D Twyster Kawal Kemenangan Twenty

Di tribun, Nabil mengambil peran untuk mengatur jalannya koreografi secara keseluruhan. Ia tidak berada di satu titik saja karena harus memastikan instruksi dapat diterima dan gerakan tribun berjalan sesuai rencana.

Meski begitu, hasil akhir koreografi belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Beberapa bagian kertas di sisi kanan dan kiri mengalami kendala.

Salah satunya bahkan sobek sehingga bentuk visual yang direncanakan tidak tampil secara utuh.

Bagi Twyster, kendala tersebut menjadi bagian dari proses. Yang terpenting, pesan dari koreografi tetap tersampaikan.

Baca juga: Mambeasty, Barisan Mama Putra Twystball yang Tak Pernah Absen dari Tribun

Kenangan Manis dipilih sebagai pengingat atas perjalanan yang sudah dilewati bersama, sekaligus penanda berakhirnya satu periode bagi para anggota Twyster yang kini berada di kelas XII.

Putra Twenty dan tim dance menyanyikan anthem bersama menghadap tribun suporter setelah pertandingan Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

"Kenangan Manis di hari ini jadi alasan untuk kembali. Walaupun perjalanan ini berakhir, kenangan kami tetap abadi," tutur Nabil.

Koreografi itu akhirnya menjadi penutup perjalanan Twyster bersama sejumlah anggota kelas XII di musim ini.

Di antara kertas yang diangkat bersama-sama dan gambar Pamungkas di tengah tribun, Twyster meninggalkan satu pesan sederhana tentang kebersamaan yang pernah mereka lalui bersama Twenty.

Baca juga: Lolos Round 2, Bu Yuni Bangga dengan Perjuangan Twenty!

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil SMAN 20 Surabaya bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS