Misi revans di Final Party! Laga final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East berlangsung pada Selasa, 22 September 2026 di Bandung Arena. Pertandingan final sektor putri penuh dengan misi balas dendam. Yup, jawara bertahan, Penabur Cirebon (SMA BPK Penabur Cirebon) kembali berjumpa dengan GPS (Global Prestasi School Bandung). Terhitung, keduanya sudah bertemu sebanyak tiga kali sepanjang musim 2024.
Dua pertemuan sebelumnya terjadi di partai final. Final DBL West Java-East dan final DBL West Java. Satu pertemuan sisanya terjadi babak fantastic four musim 2024. Kala itu menjadi tahun pertama bagi GPS melantai di DBL West Java-East. Putri Penabur Cirebon berhasil mengalahkan GPS dengan skor 71-43.
Keduanya berjumpa lagi di babak final regional setahun berselang. Penabur Cirebon kembali mengalahkan GPS. Bedanya, margin kemenangan Penabur Cirebon tak sebesar pertemuan pertama. Penabur Cirebon hanya menang dengan selisih dua poin saja (59-57). Bahkan, GPS sempat menutup kuarter kedua dengan keunggulan. Pelan namun pasti, GPS mengejutkan Penabur Cirebon.
Baca juga: Kilas Balik Finalis DBL West Java-East 2026: Jalan Terjal Putri Penabur Cirebon
Kedua sekolah kembali bertemu di laga final wilayah. Lagi-lagi, Penabur Cirebon mengalahkan GPS dengan skor 64-57. Tiga kali bertemu, GPS belum pernah bisa mengalahkan Penabur. Tahun ini, mereka kembali berjumpa di partai final. Ini jadi momen anak-anak GPS untuk membalaskan dendam kakak-kakak mereka pada musim-musim kemarin. Apalagi, Penabur Cirebon juga tak seperti dulu.
Perjalanan putri Penabur Cirebon musim ini penuh dengan rintangan. Mereka nyaris terpeleset di babak Fantastic Four. Ya, jika dibandingkan dengan rekam jejak perjalanan mereka pada musim-musim sebelumnya, tahun ini menjadi yang terberat. Biasanya, putri Penabur Cirebon selalu bisa menang dengan selisih 15 poin di pertandingan-pertandingan awal.
Bahkan, putri Penabur Cirebon selalu bisa menang dengan keunggulan dua digit poin di babak Fantastic Four sejak 2021.
Hanya musim ini mereka menang di babak semifinal dengan selisih keunggulan enam angka. Bahkan, putri Penabur sempat tertinggal lebih dulu dari lawannya.
Mengapa bisa terjadi? Sepertinya, salah satu penyebabnya adalah hilangnya beberapa nama pemain andalan Penabur Cirebon karena telah menamatkan masa SMA. Dari skuad juara musim lalu, hanya tersisa enam pemain yang kembali melantai di DBL West Java-East. Poros serangan Penabur Cirebon ada di Inez Angelina Welly dan Racquell Fulgencia.
Keduanya menjadi andalan untuk mengatur dan mengeksekusi serangan. Inez diplot sebagai penembak jitu di Penabur Cirebon. Bukan hanya itu, gerakan dan jurusnya semakin berbahaya. Racquell bertugas sebagai pembagi bola dan sesekali menjadi poros jika Inez dijaga ketat. Maria Odifa dan Maria Ilona ditugaskan untuk duel di udara. Sejauh ini, peran tersebut berhasil dijalankan bergantian oleh keduanya.
GPS Bandung sedikit punya kedalaman skuad yang lebih bagus. Mereka punya banyak opsi mesin poin. Ada Mysha Ariana, Widya Nurbaiti, atau bahkan Raihanum Aisha dan Azka Anindya.
Dua nama terakhir kiranya perlu benar-benar diwaspadai oleh Penabur Cirebon. Poros serangan jelas berada di tangan Mysha Ariana Munawar, salah saatu pemain GPS yang sudah merasakan dikalahkan Penabur sebanyak tiga kali. Mysha jelas tak ingin kembali mengusap air mata. Apalagi, ini kesempatan terakhirnya untuk membawa nama sekolah menjadi juara.
Widya Nurbaiti akan menjadi pelayan bagi Mysha. Garda andalan GPS itu punya jurus-jurus jitu yang sulit untuk dihentikan. Untuk urusan duel di udara, Sherenda Aura akan ditugaskan untuk beradu dengan dua nama dari Penabur tadi. Rasanya, coach Eva Susanti juga sudah menyiapkan opsi untuk memaksa dua tower dari Penabur untuk bermain di luar ketimbang di dalam.
Jika perjalanan Penabur penuh rintangan, perjalanan anak-anak GPS Bandung sedikit lebih ringan.
Baca juga: Kilas Balik Finalis DBL West Java-East 2026: Langkah Mulus Putri GPS ke Final
Sepanjang laga musim ini, putri GPS selalu bisa menang dengan selisih lebih dari 20 poin! Apalagi, jika ditarik mundur dalam sejarah, Penabur Cirebon juga pernah kalah di laga final, tepatnya pada musim 2021. Tak ada yang tak mungkin bagi GPS Bandung. Ini jadi kesempatan paling tepat untuk membalaskan dendam dan mengukir sejarah.
Siapakah yang berhasil menjadi juara DBL West Java-East? Penabur Cirebon berhasil mempertahankan takhta? Justru GPS Bandung yang mengukir cerita indah? Laga final sektor putri berlangsung pukul 13.40 WIB.