ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Lecika Iola Virjuanita (pemain nomor 29 dari SMAN 1 Tuban) saat menghadapi SMAN 2 Surabaya di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Jumat, 25 September 2026

Bukan hanya satu olahraga yang ditekuni Lecika Iola Virjuanita. Siswa kelas XI dari SMAN 1 Tuban (Smansa Tuban) itu menjalani dua aktivitas sekaligus, yakni basket dan futsal. 

Meski harus membagi waktu di antara keduanya, remaja yang akrab disapa ola ini mampu menjaga keseimbangan hingga akhirnya turut mengantarkan putri Smansa Tuban melaju hingga ke babak Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Ola sendiri diketahui lebih dulu mengenal futsal. Ia mengaku mulai berlatih sejak duduk di kelas VI SD. Ketika memasuki kelas VIII SMP, Ola mulai mencoba basket karena ajakan seorang teman. Menariknya, pertandingan pertamanya justru langsung mengantongi gelar juara.

Baca juga: “Playoffs?” Pertanyaan Coach Yogi yang Terjawab

"Waktu itu aku main basket juga iseng aja, Kak. Terus setelah menang, akhirnya aku mulai fokus juga ke basket," ungkap Ola.

Meski begitu, Ola tidak meninggalkan futsalnya. Ia tetap melakoni futsal sembari menekuni basket di waktu yang sama. Hingga sekarang, kedua olahraga tersebut masih menjadi bagian dari kesehariannya.

Potret Lecika Iola Virjuanita saat memegang piala usai berhasil mengantongi predikat runner-up di Bupati Tuban Cup 2025Potret Lecika Iola Virjuanita saat memegang piala usai berhasil mengantongi predikat runner-up di Bupati Tuban Cup 2025

Prestasi Ola di futsal juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah meraih gelar juara dalam ajang tingkat provinsi. Di lapangan, Ola berperan sebagai anchor yang berada di lini belakang, tepat di depan kiper. Posisi tersebut membuatnya bertugas menjaga keseimbangan tim sekaligus memutus serangan lawan.

Berbekal pengalaman di dua olahraga yang sama-sama mengandalkan kondisi fisik, Ola pun merasakan adanya perbedaan dalam menjalani basket dan futsal. Menurutnya, latihan basket terasa lebih berat karena memiliki intensitas yang cukup tinggi. Dalam sepekan, ia bahkan bisa menjalani latihan basket dan futsal secara bergantian.

Padatnya aktivitas tersebut membuat ola harus pintar menjaga kondisi tubuh. Apalagi, kegiatan latihan dibagi dengan jadwal sekolah yang selesai pada sore hari. "Beberapa waktu yang lalu aku sampai sakit karena kecapekan karena harus menjalani intensitas latihan yang padat," bebernya.

Baca juga: Dua Olahraga Kafka Elhazima dan Misi Membawa Smansa Tuban Melangkah Jauh

Menekuni dua hal di waktu yang sama terkadang menjadi hal yang membingungkan untuk Ola. Apalagi saat jadwal pertandingan basket dan futsal yang ia ikuti bertabrakan. Ia akhirnya dituntut untuk menentukan pilihan. Setelah berdiskusi dengan orang tua, Ola memilih untuk lebih fokus pada basket.

"Aku sekarang memilih fokus ke basket dulu karena sedang sering latihan untuk DBL. Jadi, untuk sementara aku mau fokus ke basket," ujar Ola.

Pilihan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Di tahun pertamanya mengikuti DBL East Java-North, Ola berhasil menjadi bagian dari putri SMAN 1 Tuban yang mengantarkan ke babak Playoffs. 

Sayangnya, langkah tim putri Smansa Tuban di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North harus terhenti setelah mengakui keunggulan tim putri SMAN 2 Surabaya dengan skor akhir 34-9.

Meski begitu, pencapaian untuk bisa mengantarkan putri Smansa Tuban hingga ke babak Playoffs terasa begitu spesial karena ia bisa menjalani kompetisi pertamanya bersama tim yang menurutnya memiliki kekompakan dan saling mendukung.

Baca juga: Sempat Panik di Debut, Aknes Tutup Laga Putri Smansa Tuban dengan Three Point

Meski untuk sementara lebih banyak memberikan fokus pada basket, Ola belum meninggalkan futsal. Ia masih menjalani keduanya dan belum ingin memilih salah satu secara penuh. 

Namun, untuk saat ini, basket menjadi olahraga yang lebih sering ia tekuni karena memiliki lebih banyak agenda latihan dan kesempatan bertanding. Sementara kompetisi futsal yang diikutinya tidak sebanyak basket.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS