Pertandingan sengit tersaji antara SMPN Binus Simprug (Stingers) kontra SMPN 256 Jakarta (Zhigosix). Sempat kehilangan kendali permainan hingga tertinggal poin, Stingers akhirnya berhasil bangkit dan memperoleh kemenangan lewat perolehan skor akhir 39-35.
Stingers yang sempat hilang harapan di pertengahan kuarter akhirnya mendapatkan motivasinya kembali. Hal ini tidak akan terjadi tanpa arahan dari sang pelatih, Swandy Pardomuan.
“Di kuarter pertama mereka udah bener mainnya. Tapi mulai di kuarter kedua dan ketiga, defense dari tim lawan bikin anak-anak panik. Sampai sempat kebalap skornya. Tapi di kuarter keempat, saya semangatin anak-anak untuk kembali lagi fokus. Untungnya di last 2 menit terakhir, mereka bisa confident lagi. Akhirnya bisa kebalikin kemenangan.” ujar Coach Pardo, begitu ia disapa.
Dibandingkan teknik, Coach Pardo lebih mementingkan aspek mentalitas, seperti kesabaran dan ketenangan dalam bermain.
Terlebih, Stingers merupakan tim debutan di Junior DBL 2026 Jakarta. Sebagai tim baru, mereka butuh waktu dalam membangun chemistry hingga memerlukan proses komunikasi yang lebih intens.
Baca Juga: Belajar dari Kekalahan Musim Lalu, Coach Yustomo Bawa Jubilee Tuntaskan Revans
“Ketika bermain dan berlatih di lapangan, adjustment pada saat pertandingan mereka nggak bisa koordinasi dan komunikasi. Tetapi karena saling percaya satu sama lain, akhirnya mereka bisa bikin permainannya terkontrol,” jelasnya.
Menariknya, tantangan komunikasi itu tak hanya datang dari pemain. Coach Pardo juga harus menyesuaikan diri di tengah lingkungan SMP Binus Simprug yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Alhasil, ia juga berupaya untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya agar komunikasi tetap terjaga dalam tim.
“Kita kalo latihan pake bahasa Inggris. Waktu pertandingan juga tadi ngasih instruksi pake bahasa Inggris. Saya juga jadi belajar komunikasi dalam bahasa Inggris ke anak-anak,” ungkap Coach Pardo.
Meski berhasil mengawali debut dengan hasil positif, Coach Pardo memilih untuk tidak memasang target berlebihan bagi timnya.
“Semua peserta di DBL Junior ini bukan sekolah-sekolah yang sembarangan. Mereka punya kualitas yang bagus di basketnya. Kita memang gak pasang target yang muluk-muluk. Yang penting step-by-step kita lewatin dengan kerja keras dan kebersamaan. Mudah-mudahan next game kita bisa lebih bagus lagi daripada hari ini.” tutupnya.
Baca Juga: Bangun Tim Lebih Solid, Coach Diaz Akhirnya Bawa Putra Salemba Raih Kemenangan
Junior DBL 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)