Dukungan orang tua menjadi salah satu hal penting dalam perjalanan seorang student-athlete. Hal itu pula yang terlihat dari sosok Taufik Suharnanda, ayahanda Caesario Savio Vinanda, penggawa SMPN 99 Jakarta (Double Nine) yang berlaga di Junior DBL 2026 Jakarta.
Di tengah pertandingan Double Nine kontra SMPN 85 Jakarta (Eighty Five) pada Rabu, 21 Oktober 2026, Taufik (sapaan akrabnya) tak henti memberikan dukungan dari bangku penonton.
Meski skuad Double Nine harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 46-25, kekalahan tersebut tak membuatnya kecewa. Justru, ia lebih semangat untuk mendukung perjalanan basket Caesario.
“Saya bersyukur banget ada Junior DBL ini. Walaupun hari ini kita belum beruntung, tapi kompetisi ini bagus banget karena ngajarin sportivitas. Semoga tahun depan kita bisa kembali bersaing,” tuturnya.
Setelah ditelusuri lebih jauh, ketertarikan Caesario terhadap olahraga ini tak lepas dari latar belakang sang ayah yang juga menyimpan minat serupa. Bahkan, Taufik juga kerap memberikan masukan kepada sang buah hatinya bisa terus mengembangkan bakat di bidang basket.
“Kebetulan, saya suka banget smaa basket dari kecil, tepatnya ketika masih SMP. Tapi sayang, saat itu Junior DBL belum ada,” ujarnya.
Baca Juga: Lebih dari Kakak Beradik, Sebastian dan Dimitri Juga Jadi Teman Diskusi Basket
Dari situ, Caesario semakin giat berlatih sejak duduk di bangku sekolah dasar. Karena itulah, ia begitu mendukung penuh kegiatan Caesario sebagai pemain basket.
“Saya selalu ngarahin dia. Apalagi, basket itu bisa bikin tinggi dan sosialisasinya bisa lebih gampang. Biasanya, anak basket lebih gampang bersosialisasi,” jelasnya.
Menariknya, dukungan Taufik terhadap sang anak tidak sebatas dengan hadir langsung di GOR Bulungan, Jakarta Selatan. Siapa sangka, dirinya juga mengambil inisiatif dalam membuat sebuah kompetisi basket di lingkungan sekolah Caesario. Bukan tanpa alasan, motivasinya didorong oleh realita bahwa kompetisi basket tingkat SD masih terbilang jarang.
“Jadi, lombanya itu di lingkungan sekolah dan kita ngundang tim dari sekolah lain. Lewat lomba ini, saya mau Caesario juga bisa merasakan atmosfer dan euforia kejuaraan, walaupun skalanya kecil dan hadiahnya seadanya,” jelasnya.
Ia pun memahami bahwa mengembangkan kemampuan basket membutuhkan proses dan lingkungan latihan yang tepat. Karena itu, Taufik turut memberikan rekomendasi kepada Caesario agar menambah jam latihan melalui kegiatan di klub.
Baca Juga: Komitmen Bramamesta Dukung Buah Hati, Bantu Asah Skill dan Jadi Companion Parent
Berbagai usaha tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan Caesario hingga akhirnya bisa merasakan atmosfer pertandingan Junior DBL 2026 Jakarta.
“Saya sangat bangga bisa menginjakkan kaki di GOR bulungan ini. Walau dia enggak ada poin, pokoknya kita akan support terus untuk anak-anak,” ujarnya.
Ke depan, Taufik berharap Caesario bisa selalu berkembang dan bisa kembali melantai di Junior DBL.
“Saya berharap lewat basket dia bisa jadi lebih tinggi daripada saya, hahaha. Saya juga berharap semoga tahun depan Caesario bisa ikut DBL Junior lagi dengan persiapan yang lebih matang," tutupnya.
Junior DBL 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)